
Haiiii..... 🤗🤗
Ini novel pertamaku mohon dukungannya tolong saran kritik ya dan mohon maaf juga ada tulisan yang salah banyak kekurangan
Cerita ini murni hasil buah pemikiran thor semata tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya jika nama atau memiliki kasus yang sama itu hanya sebuah kebetulan 🙏🙏
Selamat menikmati 😊😘
Jangan lupa di 👍 dan ❤
Ditunggu kritik dan sarannya 😊
******
Pagi itu di sebuah butik didalam sebuah ruang khusus owner seorang wanita sedang sibuk membolak balik desain-desain gaun yang pernah ia kerjakan, tak mendapatkan ide lantas dia duduk bersandar di kursinya dan membuat kepalanya mengahadap keatas dan mulai memijit kepalanya sendiri dia merasakan pusing.
Wanita itu ada Rara Winarti yang kebingungan mencari ide untuk gaun pernikahan pesanan yang akan di ambil dalam waktu dekat
"Ada apa denganku??? setelah bertemu dengan pria tidak tau malu itu otak ku tiba2 menjadi buntut." ucapnya sambil memijit kepalanya
tiba-tiba pintunya berbunyi seperti ada yang mengetuk dari luar
Tok....tok.....tok......
"Permisi owner." ucap seorang gadis salah satu pegawainya Rara
"Ia masuk." jawab rara sambil memperbaikin duduknya agar tegak
"ada apa?!." lanjut Rara
"Ada yang mencari owner dia bilang ingin membayar kekurangan biaya WO-nya." jawab gadis tersebut
"Ooohhh. . suruh ke masuk saja." tanpa pikir panjang Rara langsung menjawab suruh ke ruangan ya karna dia berpikir biasanya akan bertemu dengan seorang wanita dan pria
"Baik owner." jawab pegawainya lalu pergi keluar
Tak lama kemudian suara ketukan di pintu
tok...tok...tok
Seorang pria tinggi, putih dan tampan masuk ke ruangan tersebut namun tak di liat oleh Rara karna sedang merapikan berkas yang ada di mejanya
"Silahkan duduk dan tunggu sebentar ya." ucap Rara tanpa melihat siapa yang datang lalu nekan tombol di telpon yang ada di atas mejanya untuk menyuruh pegawainya membuatkan 2 teh untuk tamunya
Pria itu hanya tersenyum melihat Rara sibuk dengan urusannya tanpa melihat kedatangannya sambil berjalan menuju sofa yang berada di beda meja kerja Rara, setelah selesai dengan berkasnya Rara bangun dan melihat siapa yang datang
"KAMU!!." teriak Rara
" ngapain kamu datang ke kantor saya." ucap Rara dengan emosi
"Saya akan membayar biaya gaun kemaren dan kamu sendiri yang menyuruh masuk ke ruangmu dan duduk." ucap pria itu dengan santai di posisi duduknya
Saat Rara mau menjawabnya tiba-tiba pintu terbuka
"permisi owner ini teh nya." kata pegawai yang masuk dan menaruh teh tersebut di atas meja
Rara hanya diam nunggu pegawainya selesai dan pergi, setelah pegawainya menaruh tehnya dan pergi
"Pak Alex apa tujuan bapak ke sini." ucap Rara yang dengan nada lemah akibat ganguan kecemasan mulai kumat
Pria tersebut adalah Alex pria yang mengajak ya menikah karna dia meminta pembayaran gaun yang dia pesan bersama pasangannya 2 bulan yang lalu
Rara duduk agak jauh dari Alex namun berhadapan sehingga Alex dapat memperhatikan Rara yang mulai pucat dan mulai bekeringat
(Ada apa dengan dirinya tadi aku liat baik-baik saja tapi saat melihatku dan duduk di hadapanku di terlihat pucat dan berkeringat padahal di ruang ini dingin). batin Alex
Sedangkan Rara berusaha tetap tenang dia mulai mengantur nafasnya, dan lemaskan pergelangan tangan ya yang terasa dingin sambil berkata
"Kalau gitu saya panggilkan menejer saya jadi bapak bisa mengurusnya dengan dia." ucap Rara sembil berdiri dan berjalan ke arah mejanya namun tangan Alex menariknya hingga jatuh di pangkua Alex
"Aku ingin ya kamu dan persyaratannya seperti kemarin masih berlaku." bisik Alex di telingan Rara
Seketika wajah Rara berubah menjadi merah badannya dingin dan nafasnya mulai sesak tak berapa lama Rara pingsang
Alex yang melihat kejadian itu langsung bingung
"Hei..hei..hei kamu kenapa." ucap Alex sambil mengoyangkan tubuh Rara yang masih ada di pangkuannya, tanpa pikir panjang dia mengendong Rara keluar ruangan dan teriak
"SIAPA PUN TOLOOONG." teriak Alex sambil mengendong Rara yang sudah menutup matanya
seketika Yeni yang berada di samping ruangan Rara pun keluar akibat teriak Alex tadi
"Ya ampun Rara." teriak Yeni dan langsung mendekat ke Alex dan berkata "jangan membawanya pergi cepat masuk ke ruanganya"
Alex yang bingung dan takut pun hanya mengikut arahan ya Yeni lalu mereka bertiga masuk kembali ke ruangan Rara lalu Yeni membuka ruangan khusus punya Rara yang berisikan tempat tidur rak buku dan obat yang beraris rapi di dekat tempat tidur nya
"Letakan dia kasur." ucap Yeni sambil mencari sesuatu di rak obat
Alex meletakkan Rara di kasur dengan pelan
"Sekarang kau pergi." kata Yeni mengusir Alex
"Tidak saya akan tetap di sini." ucap Alex
"Dia tidak akan bangun jika kamu di sini." ucap Yeni sambil menempelkan sebuah alat bantu bernafas ke hidung dan mulut Rara
"Apa yang terjadi? apa dia punya penyakit kronis." tanya Alex dengan wajah khawatir dan berusaha mengingat apa yang terjadi sehingga dia bergitu
"Kamu orang asing tak perlu tau jadi silahkan pergi." usir Yeni lagi
"Tidak dia adalah calon istriku jadi aku berhak untuk mengetahuinya apa yang terjadi." ucap Alex berbohong
"Itu tidak mungkin." Yeni berusaha tidak termakan perkatanya Alex karna dia berpikir temannya tidak akan memiliki calon suami tanpa memberitahunya dan liat saja Rara pingsang jika dekat dia
Saat mereka berdebat Rara mulai merasa bisa bernafas dan mulai membuka matanya dan berkata
"Yen??." panggil Rara dan langsung di jawab Yeni
"Aku di sini Ra katakan apa yang kau rasa?." tanya Yeni dengan wajah khawatir
"Aku tak bisa bernafas Yen." ucap Rara dengan nada pelan
"apakah pria itu masih di sini?." sambung Rara
"Ia sayang aku masih di sini.?" ucap Alex langsung duduk di pinggir kasur dan memang tangan Rara
Rara yang merasa tangannya di pegang tiba-tiba nafasnya mulai sesak lagi melihat itu Alex langsung berkata "tenang sayang.... atur nafas mu... tarik.... hembuskan.... tarik lagi...." aba-aba Alex membantu Rara untuk bernafas dan aneh ya Rara mau melakukannya hingga nafasnya teratur tapi tangan mereka masih berpegangan
Yeni yang melihat kejadian ini berpikir bahwa Alex adalah benar-benar calon suami Rara
Ahkir ya nafas Rara teratur lalu bisa meminum obat dan Rara pun tertidur dengan pulas
Alex yang berpikir bahwa dia memiliki penyakit yang kronis... (sangat di sayangkan wanita secantik ini memiliki penyakit seperti ini) ucap Alex di dalam hati sambil melangkap pergi keluar kamar tersebut
"Sebenarnya kamu siapa." tanya Yeni dengan menghalang Alex keluar
"Tanyakan pada temanmu saja." ucap Alex yang pergi meninggalkan kamar itu dan turun lalu keluar dari butik itu