
Planet Algar. Planet luar angkasa yang dihuni mahluk langit bersayap dengan taburan debu berwarna perak. Mahluk seperti manusia, namun wajah mereka bercahaya
dengan mata cerah. Bola mata mereka lebih jernih serta terlinga mereka sedikit
lebih panjang seperti telinga para peri.
Berjarak ribuan kilometer dari planet Earth dengan ribuan cahaya bintang. Planet itu akan mengalami kehancuran tak lama lagi. Seorang peramal peri
memberitahu mereka dan untuk menyelamatkan planet mereka, mereka harus mencari
pecahan Crypton yang jatuh ke bumi, serta mencari titisan sang ratu langit.
Seorang cowok bermata jernih berwarna kekuningan berdiri di sudut
pilar tinggi sambil memperhatikan planet Earth. Ia tampak gusar. Sebagai
penghuni istana langit dan sebagai penerus kerajaan, ia mendapat tanggung jawab
menjaga istana agar tetap stabil, namun mahluk Exo menyerang planet mereka untuk menadapatkan
mineral dan perak sebagai kesimbangan planet Exo. Sebelum semuanya terlambat, cowok itu mencari titisan ratu langit di
planet Earth.
Meteor jatuh membentur sisi bumi. Meteor sebesar benua Afrika pecah dan pecahan itu
mengguncang dunia hingga bumi bergetar hebat. Gempa bumi dahsyat hingga
menghancurkan gedung-gedung pencakar langit. Manusia panik dan ketakutan. Suara
jeritan histeris dan tangis membahana di bagian belahan bumi.
Air laut meluap ke daratan dan membuat tsunami yang hebat. Air laut membuat gelombang setinggi
bangunan berlantai sebelas dan airnya kehitaman. Manusia tenggelam bersama
kepingan-kepingan material dan tewas sia-sia. Ribuan manusia tidak terselamatkan.
Daratan terbelah dan membuat jurang-jurang yang dalam. Sebagian banguan terkubur dan masuk ke
dalam jurang yang dalam. Pulau terpecah menjadi beberapa bagian. Kebakaran di
mana-mana. Sebagian bumi rata dengan tanah.
Matahari terlihat menjadi dua, sedangkan bulan retak karena serpihan meteor. Iklim menjadi eksrim
dan cahaya matahari sangat menyengat.
Peradaban manusia berubahmenjadi sesuatu yang
Kengerian itu membuat beberapa manusia yang selamat menjadi trauma.
Bumi membeku beberapa tahun kemudian. Badai salju membuat
sebagian permukaan bumi menjadi es. Sebagian tumbuhan mati dan binatang punah.
Badai topan dan Tornado kembali memporak-porandakan bangunan. Dunia hancur, seakan itulah
akhir dari kehidupan manusia.
Bumi mendekati planet Zetta. Planet yang berpenghuni mahluk setengah manusia. Mahluk Zetta tak ingin mahluk bumi menempati planet mereka. Mahluk itu ingin merebut mineral dari bumi hingga
terjadi peperangan. Perang bintang terjadi di negara-negara canggih.
Seorang cowok bertubuh jangkung berdiri menatap kehancuran planet bumi. Mars, cowok bermata tajam
berkulit terang terpaku memperhatikan gedung-gedung roboh dengan sendirinya.
Membuat serpihan-serpihan debu. Tidak ada lagi peradaban, yang ada hanya
kehancuran yang mengerikan.
Matahari terasa mendekat dan membuat panas di bagian sisi bumi. Suara-suara misterius keluar
dari belahan langit. Tata surya tak seimbang.
Terlihat planet Mars dari belahan bumi mengeluarkan bara api. Planet Algar mengalami guncangan, hingga terjadi kebocoran pada tirai yang melindungi planet itu.
Gedung-gedung tinggi berhancuran. Taman-taman yang dirancang sedemikian rupa
juga hancur. Laut buatan juga mengalami luapan yang hebat. Sebagian airnya menenggelamkan bangunan-bangunan megah.
Mahluk langit terlihat panik. Mereka tidak ingin planet mereka hancur begitu saja. Di mana tata surya dan planet-planet lain saling bertabrakkan karena tidak seimbang. Mereka ingin menyelamatkan planet itu
dengan cara mencari pecahan batu crypton ungu dan mencari ratu keturunan
bangsawan yang terlahir kembali di planet Earth. Planet Earth berdekatan dengan
planet Algar di masa mendatang. Planet yang dihuni mahluk langit bersayap yang akan mengalami
kehancuran ketika bulan terbelah menjadi dua.
Mars menatap dalam kebisuan. Ledakan demi ledakan terlihat di beberapa belahan bumi.
Cowok itu berjalan menuju kepulan kabut dan hilang
di dalamnya.