Pasjamran

Pasjamran
PJR-07




"Divaaaa main yok." Teriak Adisya


"Buset siapa tuh?" Tanya Ikhsan dari dalam kamar atasnya


"Manggil udah kek pake toa woi cempreng banget." Apip berjalan ke arah jendela kamar Ikhsan "Dia lagi dia lagi ngapain dah tuh bocah kesini?"


"Siapa Pip?"


"Itu si Adis, mau main sama Ika kali."


"San woi diem aja dia, panggilin tuh adek lo suruh ke bawah," Egik menyadarkan Ikhsan yang sedang melamun "Mikirin apa tuh bocah?"


"Mikirin utang kali." Celetuk Dodi


"Yeee emang elu punya utang sama bude gak di bayar-bayar." Roni melempar kulit kacang yang baru ia kupas ke arah Dodi


"Sembarangan lo," elak Dodi


"Mau kemana Pip?" Tanya Egik saat Apip berjalan keluar kamar Ikhsan


"Kebawah bentar," katanya keluar di ikutin Fahrul


"Lah ngapain Fahrul ikut?" Heran Roni


"Ikut juga lah gue." Sambung Egik


Jadilah mereka semua duduk di teras pondok depan


"Nyari siapa lo?"


Adisya menatap malas Apip yang berjalan sok cool "minta sumbangan gue! Ya enggak lah gak denger apa gue manggil Divanka tadi?"


"Solow aja kali, gak usah ngegas gitu,"


"Suka-suka gue lah."


"Bentar ya adek gue lagi boker dia," kata Ikhsan yang baru saja keluar rumah


"Etdah boker siang bolong begini,"


"Emang gak boleh boker siang-siang?"


Sepertinya Apip mau ngajak berantem dari tadi selalu menanggapi omongan Adisya


"Gue gorok perut lo nanya lagi."


"Njir psikopat."


"Bodo!"


"Divanka kalo lagi di kamar mandi lama, masih mau nunggu?"


"Ouh iya kak, gapapa tunggu aja di sini."


"Giliran ma ikhsan aja lu begitu, ma gue kagak?"


"Dih sapa lo, bapak gue?" Sungut Adisya


"Kalian kan rival." Ujar Roni


"Rival jadi cinta nanti," sambung Dodi ber tos ria bersama Roni karena jokes mereka nyambung


Sedangkan yang lain menatapnya tak minat, termasuk Fahrul yang sibuk bersama dunianya sendiri menatap langit


"Gak mancing Pip?"


Apip ikut menatap langit "bener juga lagi gak panas, makasih ya udah ngingetin tumben lu perhatian."


Apip sudah siap di atas motornya tidak lupa perlengkapan mancing yang senantiasa ia bawa, padahal lokasi mancingnya itu tidak terlalu jauh hanya 50 Meter, tapi ia selalu memakai kendaraan katanya sih biar keren aja. Entah orang keren mana yang Apip lihat, aneh banget.


"Besok minggat yok." Celetuk Dodi


"Sekolah aja belum udah di rencanain bolosnya." Kata Fahrul


"Lah iya juga Dod, kuy minggat enaknya kemana?"


"Ke kantin bude lah Ron mana lagi."


"Buset minggat cuman ke kantin doang, ke Korea kek," sahut Adisya yang sedari tadi duduk tidak jauh dari pondok, ia mendengar dengan jelas aksi pasjamran yang mau bolos sekolah besok


"Gue aduin pak Imron lo pada mau bolos mapel dia," ancam Adisya


"Dih mainnya Cepu an."


"Iya gue emang cepu mangkanya sini cepek." Adisya menadah tangan untuk meminta uang tutup mulut


"Ogah gak ada duit gue." Kata Roni


"Gik bagi nih mak lampir duit," Ujung-ujungnya Egik-lah yang di jadikan tumbal


"Heh kurang asem enak aja manggil gue Mak lampir," marah Adisya Ingin melempar Dodi dengan sendal yang ada di dekatnya


"Eh ngamuk, enggak woi bercanda," Dodi berlari ke arah rumah guna mengindari Adisya


"Lama banget si Di—


"Ayok kak." Baru saja Adisya ingin mengomel, orang yang di tunggu sudah keluar


"Nah akhirnya lama juga ya."


"Mau kemana emangnya dek?"


"Ke Korea kak." Jawab Adisya dengan cengiran


"Bercanda aja nih cewek,"


"Mau kemana?" Tiba-tiba Fahrul berdiri di sebelah Divanka


"Main aja sih kak, emang kenapa sih pada nanyain semua."


"Kamu kan anak cewek, harus tau mau main kemana, sama siapa, naik apa, kapan pulangnya." Tutur Egik


Adisya berdehem menarik satu kali nafas, "jadi gini kami mau jalan-jalan aja depan komplek sekalian cari makanan, perginya sama gue, naik motor motor siapa? ya motor bapak ya kali motor tetangga sebelah, terus pulangnya GAK TAU KAPAN BANYAK TANYA DEH YANG PASTI PULANG!"


"Anjir gue ajak enggap liat lo ngomong begitu,"


"Itu ngomong cepet banget, ngerep Lo?"


"Jadi?"


STK


Singkat Tapi Kane


"Jadi jangan khawatir serahin adek lo ke gue, gue jamin pulang kok." Adisya menarik tangan Divanka "pulang ke pangkuan dia yahahahahah." Lalu mereka berlari ke arah rumah Adisya yang berada di sebrang lalu menggas motor dengan pelan.


"Eh aus nih gue,"


"Beli es Dod." saran Roni


"Tunggu Dod gue ikut,"


"Lah ini mana sandal gue?" Tanya Ikhsan kebingungan mencari sandalnya


"Bawah kolong sini kali,"


"Gak ada Gik,"


"Si dod makan kali San!" Seru Roni


"Pala mu!"


"Di pake Ika tadi," ucap Fahrul


"LAH? SI IKA KEBIASAAN BANGET EMANG."