Pasjamran

Pasjamran
PJR-05




"Ayang aku sayang banget sama ayang, jangan tinggalin aku ya yang walau kamu mau makan, mandi, kentut pun harus pamit dulu sama aku biar aku gak nyariin kamu. Andai kita di pertemukan lebih cepat mungkin abis aku di lahiri di dunia ini aku maunya langsung nikah aja sama kamu."


"Aku juga gitu yang, kamu kalau mau tidur itu vn dulu sama aku biar aku gak ngirim pesan dan gak kamu bales. Besoknya pasti aku bete takutnya malah khilaf bobol rumah kamu."


"Kamu cantik yang tapi sayang—


"Apa sayang?"


"Apasih lo gue lagi ngomong ma cewek gue ini!"


"Tapi sayang kamu suka ngomong gak nyambung yang," Egik tersenyum manis di depan layar ponsel


"Jangan buat keributan ya yang aku cubit ginjal kamu,"


"Iya ayang aku cuman bercanda aja kok."


"Dek cinta tak seindah itu dek~~


"PIP TAHAN GUE PIP GUE MAU TONJOK NIH BOCAH ALAY!!" Teriak Roni tidak tahan melihat kelakuan Regi kalau udah telponan sama pacarnya


Lantas karena suasana di sekitarnya sudah rusuh Egik pun mematikan sambungan teleponnya bersama sang pacar.


"Nih Ron baskomnya."


Dodi memberikan Baskom sesuai permintaan Roni yang ingin muntah mendengar kata-kata alay Egik


"Heran gue mah, lu ganteng begini tapi sayang—


"Apa sayang?"


"SAN DIEM GAK LU DARI TADI, GUE NECIS YA TUH BIBIR."


"Lu mau ngomong apa tadi?"


"Gak tau gue lupa Rul gara-gara si Ikhsan." Sungut Apip


"Btw ya ini kita gak makan apa, laper gue."


"Busyet Dod baru juga tadi makan." Kata Roni


"Maling mangga pak Imron lah apa lagi." Ajak Ikhsan


"Gak usah ajak Fahrul, dia pasti gak mau." Ucap Roni menatap malas Fahrul, hanya Fahrul yang tidak mau di ajak kerjasama


"Gue mau sih maling mangga, tapi ini udah waktunya gue mancing Ron."


"Lu gak mancing sehari aja emang kenapa sih? Gak bakal ada juga mermaid di kali situ."


"Lu dari tadi nyerocos mulu Ron, bisa diem gak?"


"Suka-suka gue lah siapa yang mau ngatur gue?" Teriak Roni lebih keras


"RON LU MAU DIEM GAK? GUE KEMPESIN YA TUH OPY."


"E-eh iya kang enggak lagi kok." Sahut Roni membalas teriakan Kang Jopan dari dalam rumah


"Udah lah kuy kita maling mangga pak Imron."


•••


"Enaknya pagi-pagi gini makan nasi Padang." Kata Dodi setelah turun dari motor Egik


"Mana ada orang yang jual nasi Padang jam segini."


"Ada San."


"Dimana?"


"Dalam imajinasi gue."


"Gue duluan ya." Pamit Fahrul


"Tunggu gue lah." Egik mengejar Fahrul


"Ada pr gak ya Pip hari ini?"


"Gak tau gue mah, tanya aja sama anak kelas nanti."


"Dod ayok cepetan ngapain lo di situ." Teriak Apip


Kini sudah hampir jam istirahat, Pasjamran sudah tidak sabar menunggu bell berbunyi


"Nah bentar lagi nih bell." Kata Roni


"Kagak kata gue mah, 1 menit lagi."


"Taruhan mau gak lo?" Ajak Roni


"Ayok aja, Dod sini merapat kita taruhan."


"Gila kenapa tuh banyak amat yang di panggil." Ucap salah satu siswa


"lah nama kita itu?" Tanya Apip


"Iya nih ke ruang BK nih? Sekarang banget?"


"Mending gak usah lah woi, ngantin aja lah kita." Usul Roni


"SEKARANG JUGA! AWAS NAMA-NAMA YANG DI PANGGIL TADI TIDAK DATANG KE RUANG BK, SAYA KASIH BUAH BUSUK KALIAN." Seakan tahu apa yang di pikirkan PasJamRan guru itu kembali memberi intrupsi


•••


"Mirip suara pak Imron gak sih?" Tanya Egik yang baru bangun dari tidurnya


"Iya, apa jangan-jangan gara-gara kita ngambil mangga kemarin?" Panik Ikhsan


"Aduh si Fahrul bangunin gue gak pake perasaan banget sakit palak gue." Gumam Egik mengusap kepalanya


Fahrul sebagai pelaku yang membangunkan Egik dengan Buku paket tampak santai lanjut menulis catatan di papan tulis. Hanya Fahrul yang tidak di panggil di antara Pasjamran yang lain karena ia kemarin tidak ikut maling mangga Pak Imron


"Ayok lah kita ke ruang BK." Ikhsan menyeret Egik yang masih setengah sadar


"San bentar San mata gue masih belekan ini!"


Mereka berlima sudah sampai di depan ruang BK, mereka dorong-dorongan menyuruh satu sama lain untuk mengetuk pintu


"Pip cepet ketuk pintunya." Ikhsan mendorong Apip sedangkan Apip mendorong Roni


Dengan entengnya Dodi mengetuk pintu tanpa aba-aba membuat yang lain terkejut setengah kaya, bahkan Egik yang masih menutup matanya melotot kaget


"Anjir lu Dod, ngomong kek kalau mau ngetuk nih pintu." Ucap Roni


"Masuk."


Seseorang di dalam sana mempersilahkan mereka masuk, dengan pelan Ikhsan ketua di antara mereka membuka pintu berjalan masuk bersama antek-anteknya


"Iya pak kenapa manggil kami, mau minta tanda tangan?" Kata Ikhsan bertanya pada pak Imron yang duduk di sofa


"Sembarangan kamu, ngapain saya minta tanda tangan maling."


"Ya Allah pak, sesungguhnya sesama manusia tidak boleh memfitnah seperti itu." Celetuk Egik


"Istighfar Gik lu kristen kalo lu lupa." Dodi mengingat Egik agar tidak salah server


"Astagfirullah."


"Lah ngapain lu istighfar." Sambung Roni


"Lah iya juga, si Dodi nih nyuruh-nyuruh gue."


"Log in aja deh kalo kata gue mah." Kata Ikhsan


"INI KENAPA MALAH BAHAS AGAMA?" Teriak Pak Imron hingga air ludahnya muncrat


"Pak saya udah mandi lho."


Apip menutup mulut ceplas ceplos Roni


"Jadi ada apa pak?" Tanya Dodi to the points


"Kalian kan yang maling mangga saya?"


"Bukan lho pak, jangan fitnah." Ujar Ikhsan


"Bener ini udah mencemarkan nama baik kami pak." Sambung Egik


"Halah alasan kalian, saya udah pasang Cctv di dekat Pohon mangga saya. Dan kemarin sore kalian maling mangga saya."


Pak Imron menunjukkan foto di mana ada lima cowok yang berada di dekat pohon mangganya


Dimana terlihat jelas Apip dan Ikhsan yang lain manjat dan Egik, Roni tengah menangkap mangga yang di lempar Apip dan Ikhsan.


Lalu agak jauh dari sana Dodi lagi makan Snack kesukaannya menonton mereka.


"Nih liat kalian, ini yang manjat udah mirip monyet belang-belang." Tutur Pak Imron


"Buset pak ganteng begini di kata monyet, coba ngaca dulu deh itu ada nasi di kumis bapak."


"Hah emang iya!"


Pak Imron buru-buru mengambil kaca kecil yang selalu ada di laci mejanya


"Gak ada kok, kumis saya cakep gini apalagi orangnya." Kata pak Imron


"LOH KEMANA MEREKA? KURANG AJAR BANGET EMANG BESOK-BESOK SAYA KASIH RACUN DI MANGGA SAYA." Teriak pak Imron murka saat ke-lima pemuda itu tidak ada di ruangannya dan pintu ruangan itu terbuka lebar


"KABUR!!!"