Pasjamran

Pasjamran
PJR




Adisya pov ~


Gue itu baru pindah ke lingkungan ini sekitar 2 sampai 3 tahun, gue juga lupa sih.


Selama itu gue gak terlalu sering di rumah di karenakan SMP gue masih di tempat tinggal gue sebelumnya. Karena waktu itu gue pindah rumah di pertengahan kelas 8 orang tua gue memutuskan untuk tidak pindah sekolah. Katanya sih "tanggung 1 tahun lebih lagi." Gitu deh jadinya gue bolak-balik dari rumah baru ke sekolahan lama. Yang bisa menempuh kira-kira hampir satu jam kalau naik angkot.


Selama gue fokus sekolah sampai lulus SMP, gue tuh jarang keluar rumah.


Keluar kalau di suruh Mak gue ke warung aja, jadinya gue gak tau hal apa aja yang terjadi di sekitaran komplek tempat gue tinggal.


Contohnya aja pondok pinggir jalan sebelahan dengan warung yang sering gue ke sana.


Gue baru tau baru-baru ini kalau sering ada beberapa cowok yang nongkrong dan ributnya itu super duper ribut gak ketulung.


Mungkin karena libur panjang sekolah, setiap sore gue ke warung tempat biasa. Gue sering liat mereka ngumpul dengan menyetel lagu galau yang volumenya gak kira-kira.


Galau kok ngajak-ngajak


Hampir satu bulan gue sering liat mereka di sana setiap kali ke warung.


Ternyata bapak gue memutuskan untuk pindah ke arah depan komplek, sebelahan banget dengan jalanan.


Gue sih oke oke aja, eh ternyata rumahnya itu se-depanan sama rumahnya si cowok-cowok yang suka ngumpul itu.


Satu minggu gue pindah masih oke, tapi lama kelamaan setiap gue keluar entah itu mau ke warung atau buang sampah.


Si rombongan cowok ini hobi banget godain gue, entah itu bersiul atau pun berteriak seperti "cewek piwit cewek." Di ikutin dengan ketawa temannya yang lain.


Siapa yang gak risih kalau setiap keluar atau lewat pasti di gituin?


Dari situ gue yang emang dasarnya suka menyingkat kata, gue suka panggil mereka 'RomMet' yang artinya 'Rombongan jamet'


Di liat-liat mereka makin hari makin jadi aja, setel musik gak kira-kira part 2.


Dengannya otak yang sepintar dia yang suka memberi alasan konyol untuk bolos.


Gue pun menganti nama panggilannya menjadi


PasJamRan


Yaitu Pasukan Jamet Eceran.


Dari saat itu gue manggil sekumpulan mereka Pasjamran.


•••


Di suatu tempat pasti ada dimana kalian mempunyai tempat-tempat favorit, entah itu tempat yang ramai atau tempat yang tenang dan nyaman bagi yang introvert.


Bagi kelima cowok ini mereka merasa rumah kedua adalah di rumah Ikhsan, orang tua ikhsan yang humble  menyikapi mereka khalayak anak kandungnya sendiri.


Karena mereka berenam, cukup ramai dan terkadang membuat kebisingan di luar rumah hingga menganggu beberapa tetangga.


Tampilan mereka memang seperti anak-anak nakal, tetapi mereka itu tidak seperti yang terlihat.


Masih takut yang namanya pulang kemalaman, juga takut uang jajan terpotong.


Keluarga ikhsan itu keluarga sederhana tapi jiwa dan keharmonisan mereka sangat kaya. Membuat siapa saja yang berada di dekat mereka terasa nyaman.


Egik atau lebih jelasnya Reggie itu beragam kristen, ya dia Nonis dari kelima temannya yang lain. Keluarga yang berkecukupan membuat Egik sering loyal pada teman-temannya, tidak heran jika dia suka mentraktir yang lain.


Mereka itu teman masa kecil.


Ikhsan, Fahrul dan Egik sudah dekat sejak bangku TK terlebih lagi rumah mereka yang dulunya berdekatan tetapi sekarang sudah tidak lagi.


Dodi, Apip, dan Roni tiba-tiba saja menjadi dekat sejak angkatan di SMP dulu yang sering berkumpul dari kakak kelas hingga adik kelas.


Dulunya banyak yang sering nongkrong di rumah Ikhsan selaku kakak kelas yang di takuti masa SMP, tetapi setelah lulus banyak alumni kakak kelas yang berpencar SMA-nya.