Paregreg, Senjakala Wilwatikta

Paregreg, Senjakala Wilwatikta
episode 18



"baiklah, mari kita bawa kawanan perampok ini kembali ke kabuyutan, kita rembug bersama dengan Ki Buyut dan Ki Dukilo bagaimana baiknya menangani para perampok yang tertangkap ini" ujar Arya Wiguna kepada Sancoko dan teman-temannya.


Maka demikianlah dipimpin oleh Sancoko, para pemuda Gluntung membawa tawanan kembali ke kabuyutan mereka, sementara Arya Wiguna dan Gupita mengikuti dari belakang sambil berjaga-jaga jangan sampai ada perampok yang mencoba untuk melarikan diri saat para pemuda lengah.


Tak berapa lama iring-iringan pemuda sudah mendekati di pinggir kabuyutan, yang kemudian mereka mengarahkan iring-iringan menuju ke rumah Ki Buyut yang terletak di bagian tengah kabuyutan.


Pada saat yang sama, iring-iringan yang diselingi dengan sorak sorai para pemuda itu kemudian membangunkan penduduk kabuyutan di waktu menjelang pagi itu. satu per satu penduduk keluar dari rumah mereka dan kemudian ikut mengikuti rombongan pemuda meuju ke rumah Ki Buyut.


Demikianlah menjelang pagi itu, kabuyutan Gluntung tampak begitu hidup, tidak seperti pada hari-hari lainnya yang begitu sepi saat hari belum berganti terang.


Sementara di rumah Ki Buyut, tampak sebagian pemuda yang tadi ikut bersama rombongan dengan Ki Dukilo telah menunggu di halaman rumah Ki Buyut untuk mempersiapkan tempat bagi para perampok yang telah ditangkap oleh kawan-kawan mereka setelah melalui pertempuran yang sangat menegangkan di bulak di luar kabuyutan.


"Ayah, lalu bagaimana baiknya nanti kita akan menangani para perampok itu, jika kita serahkan mereka ke Pakuwon, kira-kira berbahaya atau tidak nanti selama di perjalanan?" tanya Ki Buyut kepada Ki Dukilo.


"Mengenai itu, ada baiknya nanti kita bicarakan dengan anakmas Wiguna dan Gupita, sebab memang cukup beresiko jika kita membawa para perampok itu ke pakuwon" jawab Ki Dukilo.


" Nah anakmas Wiguna dan Gupita sudah di sini, ayo-ayo mendekat kesini nakmas" Ujar Ki Dukilo


Maka Arya Wiguna dan Gupita pun kemudian duduk meriung di dekat Ki Dukilo dan Ki Buyut.


" Begini Anakmas, kami kebingungan bagaimana dengan para perampok yang ditangkap itu, jika mau dibawa ke pakuwon atau ke kraton tentu perjalanan menuju ke sana cukup berbahaya, kita takut nanti di jalan ada kawanan perampok lain akan mencoba membebaskan mereka, bagaimana menurut Anakmas berdua?" tanya Ki Buyut.


"begini saja, bagaimana jika nanti saya dan beberapa pemuda akan menuju Pakuwon untuk melaporkan penangkapan para perampok ini, kemudian biar para prajurit nanti yang akan membawa para perampok itu untuk dihukum di Pakuwon" ujar Arya Wiguna.


"kalau begitu, biar saya tetap di sini untuk ikut menjaga para perampok itu" ujar Gupita


Begitulah, akhirnya disepakati bahwa Arya Wiguna, kemudian ditemani oleh Sancoko dan 2 orang pemuda pengawal kabuyutan akan melaporkan penangkapan para perampok itu ke Pakuwon di Tugaran yang merupakan pakuwon yang membawahi Kabuyutan Gluntung yang merupakan wilayah di bawah kekuasaan Kraton Kabalan.


Keesokan harinya, sesuai dengan kesepakatan malam harinya, maka 4 orang yang terdiri dari Arya Wiguna, Sancoko serta dua orang pemuda pengawal kabuyutan, Andung dan Borang berangkat bersama meninggalkan Kabuyutan untuk menuju Pakuwon Tugaran.