Paregreg, Senjakala Wilwatikta

Paregreg, Senjakala Wilwatikta
Episode 11



" Berarti apa yang kami dengar dari para pedagang di pasar memang bebar-benar terjadi, lalu bagaimana Ki Buyut menanggapu situasi seperti itu" ujar Arya Wiguna menanggapi Ki Buyut


"Untungnya di desa ini banyak anak-anak muda yang bersemangat, mereka kemudian membentuk barisan pengawal kabuyutan, dan seminggu dua kali setiap malam Anggara (selasa) dan malam Sukra (jumat) berlatih kanuragan di halaman rumah ini dilatih oleh ayah saya yang dulu pernah mengabdi sebagai prajurit di Wikwatikta"


"Wah bagus sekali, kalau saja anak-anak muda di kabuyutan lain juga punya semangat yang sama dengan anak-anak muda di Gluntung ini, kami yakin para perampok akan berfikir dua kali sebelum melakukan aksinya" ujar Gupita


"Tapi apa yang dilakukan anak-anak muda di sini juga mengandung resiko, sebab kami tidak tau sejauh mana kekuatan para perampik yang meraja lela itu, sementara anak-anak muda di sini belum punya pengalaman sama sekali menghadapi perampok," ujar Ki Buyut


"Tapi paling tidak dengan bekal berlatih kanuragan, maka ada modal jika pada suatu ketika anak-anak muda Gluntung bertemu dengan para perampok Ki" ujar Arya Wiguna


"Lalu kalian sendiri, nak Wiguna dan nak Gupita apakah pernah bertemu petampok selama dalam melakukan perjalanan" tanya Ki Buyut


"Belum Ki, kami juga belum lama melakukan perjalanan, baru sekitar dua pekan kami meninggalkan Penanggungan, rencana kami hendak menuju ke Lamajang" ujar Arya Wiguna


"Semoga saja perjalanan kalian lancar dan tidak menemui hambatan seperti perampok atau begal" ujar Ki Buyut


"Terima kasih Ki Buyut, itu yang kami harapkan" ujar Arya Wiguna


"Baiklah, saya persilahkan kalian untuk beristirahat, karena sudah semakin sore saya mau membersihkan badan dulu, kalian kalau mau mandi membersihkan diri, di sanping banjar itu juga ada bilik mandinya" ujar Ki Buyut


"Silahkan Ki Buyut, soal mandi, kami tadi sudah mandi di sungai yang ada luar desa" ujar Arya Wiguna


Tak lama kemudian malam pun menjelang, dan Arya Wiguna kemudian menyalakan lampu sentir yang ada di banjar itu sehingga suasana menjadi tidak gelap gulita.


Tak berapa lama muncul seorang anak muda menemui Arya Wiguna dan Gupita di banjar desa. Anak muda itu ternyata anak Ki Buyut yang memanggil Arya Wiguna dan Gupita agar ke rumah Ki Buyut untuk diajak makan malam.


"Permisi, perkenalkan saya Sancoko, anaknya Ki Buyut, kalian berdua dipersilahkan ke rumah untuk makan malam bersama" ujar anak Ki Buyut


"Wah, kami malah jadi merepotkan saja, oiya perkenalkan saya Arya Wiguna dan ini Kakang Gupita" ujar Arya Wiguna menanggapi undangan dari Ki Buyut yang disampaikan oleh anak Ki Buyut Gluntung, Sancoko.


"Ah tidak, memang menjadi kebiasaan sejak dulu jika ada yang menginap di banjar ini ya harus makan malam di rumah kami, soalnya di desa ini tidak ada kedai atau warung" ujar Sancoko


Demikianlah maka kemudian ketiganya beranjak masuk ke rumah Ki Buyut untuk makan malam. Sampai di ruang tengah tampak Ki Buyut dan istrinya sudah menunggu di meja makan.


"Kakekmu tidak sekalian makan bareng Sancoko?" tanya Ki Buyut begitu melihat Sancoko masuk ruang tengah bersama dengan Arya Wiguna dan Gupita


"Tidak Ayah, Kakek masih kenyang katanya, nanti setelah latihan kanuragan saja baru mau makan malamnya" jawab Sancoko


"O, ya sudah kalau begitu, kita makan saja sekarang, biar nanti kakekmu makan sendiri sehabis melatih kanuragan" ujar Ki Buyut