My wife is a Mafia

My wife is a Mafia
part 46



Part 46


Vanya pun melanjutkan mengendarai mobilnya menyalip semua pengendara yang ada membuatnya mendapatkan sumpah serapah,tak lama mobil vanya memasuki kawasan hutan yang sepi dengan pepohonan yang menjulang tinggi membuat tempat itu menjadi semakin menyeramkan,vanya pun mulai mengendarai mobilnya perlahan.


"sayang kenapa kita kesini...ini kan sepi nanti kalau ada apa apa gimana...."ucap angga yang sudah merasa gusar karena istrinya memasuki hutan


"udah mas diem aja nanti kalian juga akan tau..."ucap vanya masih fokus menyetir


"aduh kok jalanannya makin serem ya hihhh...."gumam dimas bergidik ngeri


Tak lama mobil yang dikendarai vanya pun sampai di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi


"Buka...."ujar vanya dan tak lama gerbang itupun terbuka menampilkan sebuah mansion yang sangat besar dan luas,memang markas vanya tidak seperti kebanyakan markas mafia yang telihat menyeramkan,markas vanya lebih terlihat seperti sebuah istana tersembunyi yang ada di tengah hutan


Note : markas vanya juga dilengkapi dengan alat canggih salah satunya yang ada di depan gerbang,tidak semua orang bisa membuka gerbang itu karena hanya suara vanya lah yang dapat membuka gerbang itu dengan otomatis sedangkan untuk para anggotanya mereka juga harus memperlihatkan tato yang ada di pergelangan tangan mereka,tato y mereka bukanlah tato biasa tato itu memiliki ukiran yang rumit dan sulit untuk di jiplak jadi hanya tato asli nya saja yang dapat membuka gerbang itu


Back to topic


Vanya pun mengendarai mobilnya masuk ke dalam dan berhenti di depan mansion itu,vanya pun segera memasang wajah dingin dan datarnya tak lupa mengeluarkan auranya yang membuat dua pria yang ada didalam mobil menelan ludah dan bergidik ngeri


"Ya tuhan apakah ini istri ku yang polos dan penakut,kenapa sekarang menyeramkan sekali..."ucap angga dalam hati


"Apakah ini nyonya bos yang aku kenal??,kenapa jadi menyeramkan begini...hihh..."ucap dimas dalam hati sambil bergidik ngeri


"Ayo turun..."ucap vanya dengan nada dingin memecah keheningan


"I...iya..."ucap angga dan dimas serampak


Vanya pun berjalan memasuki mansion itu dengan wajah datar nya sedangkan angga dan dimas mengikuti vanya sambil menatap bingung mansion tersebut


"Salam queen..."sapa para misofo serempak hanya dibalas deheman oleh vanya,sedangkan angga dan dimas jangan ditanya lagi...mereaka berdua sudah hampir mati karena kebingungan😁


Setelah berjalan beberapa menit menyusuri lorong gelap yang menyeramkan menurut angga dan dimas tapi tidak untuk vanya,mereka pun sampai di depan pintu sebuah ruangan,dan vanya pun langsung menendang pintu itu membuat angga dan dimas terlonjak kaget


BRRAAKK....


suara pintu yang ditendang oleh vanya


"astaufirullah..."batin angga dan dimas sambil mengelus dada mereka tak lama merka pun mendongak dan mendapati ruangan gelap yang menyeramkan ditambah lagi dengan adanya nya bau anyir dari darah yang membuat ruangan itu semakin menyeramkan


"sayang kenapa kita kesini,dan ruangan apa ini ...?"tanya angga


"mau ikut atau tunggu di luar..."tanya balik vanya


"tapi buat apa kita kesini...sayang ini tempat yang menyeramkan ..."ucap angga


"sayang kalau kau tidak mau ikut kau bisa tunggu di luar...aku hanya ingin bermain sebentar ok..."ucap vanya berbalik dan tersenyum penuh arti


"ayolah sayang aku hanya bermain sebentar,lagi pula aku sudah lama tidak bermain semenjak aku menikah dengan mu...jadi kali ini boleh ya..."ucap vanya mencoba membujuk angga dengan senyum manis nya membuat angga tak bisa berkutik


"huhh..baiklah,memangnya permainan apa yang ingin kau mainkan di tempat seperti ini,ini lebih mirip ruang penyiksaan tau..."ucap angga sambil menarik nafas dalam


"membasmi tikus kecil..."ucap vanya tersenyum tanpa dosa dan masuk kedalam diikuti oleh angga dan dimas


"salam queen.."sapa misofo yang berjaga di sana


"hemm...kalian ambilkan aku kursi dan air dingin cepat.."perintah vanya


"baik queen.."jawab misofo dan segera pergi,tak berapa lama mereka pun datang dengan membawa tiga kursi dan se ember air dingin


"sayang kau duduk lah dengan dimas dan saksikanlah aku bermain ok..."ucap vanya membuat angga dan dimas cengo


"hah...baiklah..."ucap angga cengo sedangkan dimas masih stend bay berdiri di samping angga


"hei...kau tak dengar perintah istriku cepat duduk..."perintah angga


"ah..iya tuan..."jawab dimas yang baru saja sadar dari lamunannya dan segera duduk


"kau guyur dia..."perintah vanya dan


BYUURR.....



AUTHOR


**Halo readers sekalian author disini mau mintak maaf karena udah lama nggak up,sebenarnya author itu bingung mau nulis kelanjutannya kayak gimana otak nya author lagi loading jadi author berhenti untuk up dulu ,kalau kalian mau kasih masukan nggak papa kok biar bisa bantu author soalnya ini juga karya author yang pertama ,ya bisa dibilang baru belajar bikin novel jadi kadang suka nggak ada ide buat ngelanjutin gitu,sekalu lagi author mohon maaf ya


BUAT YANG MAU NGASIH SARAN UNTUK KELANJUTANNYA MAU DIGIMANAIN KALIAN KOMEN AJA YA. TERIMA KASIH BUAT YANG UDAH SETIA🙏😊


DAN JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


VOTE


AND FAVORITE YA


BYE BYE👋👋👋**