My wife is a Mafia

My wife is a Mafia
part 12



 


cup...


 


angga mencium bibir vanya membuat vanya mematung karna kaget 'manis' guman angga di sela sela ciuman nya,karena tidak mendapatka respon dari vanya angga pun menggigit sedikit bibir vanya membuat vanya terlonjak kaget 'akhh' ucap vanya langsung membuka mulut nya dan angga langsung ******* bibir vanya,setelah bebrapa saat vanya pun sadar dari lamunannya dan memukul dada angga karna merasa pasukan oksigen nya mulai berkurang angga pun melepaskan tautan nya


"a..apa...yang tuan lakukan.." tanya vanya sambil berjalan mundur


"tidak ada" jawab angga dengan wajah datar nya dan pergi meninggalkan vanya sendirian


'oh sial apa yang aku lakukan' batin angga merasa frustasi


 


sementara di kamar vanya sedang mengumpati angga karna merasa kesal


 


'oh..sitth..ciuman pertama ku,awas aja kau sudah mencuri ciuman pertama ku malah tidak meminta maaf...kalay gue gini terus lama lama tu orang makin ngelunjak tapi kalau gue nunjukin sifat asli gue entar dia bilang ke bokap gue .....arggg..'ucap vanya sedang bergelut dengan pikirannya kemudian berteriak


'sabar vanya lu tahan emosi lu mending sekarang lu turun..' gumam vanya pada diri nya sendir dan berbegas turun mrnyusul yulis


di meja makan semua orang sedang menunggu vanya untuk sarapan bersama tak lama kemudian vanya pun vanya pun datang dan langsung berjalan ke arah meja makan


"pagi sayang..." sapa mama yulis


"pagi juga ma.." jawab vanya sambil tersenyum dan mengambilkan makanan untuk angga dan semua nya pun mulai makan seperti biasa hening tanpa adanya percakapan,setelah selesai angga dan vanya pun pamit untuk berangkat bekerja


angga pun berjalan ke arah mobil nya diikuti oleh dimas dan langsung membukakan pintu untuk tuannya,mesentara vanya berjalan ke arah mobil nya dan langsung menancap gas dwngan kecetapatan rata rata, di perjalanan vanya mendapatkan telepon


 


kring...kringg..kring..


 


"halo vanya lo bisa kekantor sekarang ada banyak berkas yang harus loe tanda tangin nih..." ujar sarah,ya yang menelpon vanya adalah sarah asisten pribadinya di kantor


"ok..gue kesana sekarang.." jaqab vanya dan langsung mematikan ponsel nya bergegas ke kantor nya


45 menit kemudian vanya pun sampai di kantor di depan kantor yang bertuliskan Z'A GROUP dan bergegas memakai topeng nya dan bergegas turun,vanya memang selalu memakai topeng kerika berada di kentor araupun markas nya karna hal itulah vanya di sebut pengusaha sukses yang misterius karna tidak ada yang tau kalua vanya adalah ceo di perusahaan itu atapun di markas nya kecuali sarah dan arkan


vanya pun berjalan masuk ke dalam dan langsung di sambut oleh para pegawai nya


"pagia...nona..." sapa kariawan sambil membungkukkan badan


"hemm.." jawab vanya dengan wajah datar nya sambil berjalan menuju lift khusus ceo


vanya pun masuk ke dalam lift dan memencet angka 30 dan lift pun lang tertutup, kantor vanya adalah gedung bertingkat 30 disetiap tingakat memiliki fungsi masing masing setiap devisi dan juga terdatapat kantin yang cukup.luar dan terkesan mewah untuk para kariawan mengisi perut nya dan lantai 30 adalah lantai khusus vanya sebagai ceo dan asisten pribadi nya


 


tingg....


 


bunyi pintu lift terbuka vanya pun berjalan menuju ruangan nya sesampai nya di depan ruangannya langsung di sambut oleh sarah


"hemm.." jawab vanya


"ishh..dingin banget sih senyum dikit napa biar tambah cantik" ujar sarah cengengesan


"bodo..." ucap vanya hendak masuk ke ruangan nya namun belum sempat membuka pintu vanya berbalik menghadap sarah


"oh..ya loe antar semua berkas yang harus gue kerjain keruangan gue nggak pake lama..." ujar vanya


"siap bu bos.." ujar vanya dengan gaya hormat


"lebay..." ujar vanya meninggalkan sarah yang sedang cengengesan


vanya memang bersikap hangat kepada semua orang terdekat nya kecuali saat bekerja di kantor dan berada di markas nya dia akan bersikap dingin,dan jika ada orang yang mengganggu kehupannya dan meyakiti orang tersayang nya maka vanya akan bersikap dingin dan sadis dan tidak segan segan menghabisi orang tersebut


 


ok back to topic


 


vanya pun duduk di kursi kebesarannya tak lama terdengar suara ketukan pintu


 


tok...tok...tok...


 


"masuk ujar vanya..." ujar vanya


"can nih betkas berkas yang harus loe kerjain...gue keluar dulu mau ngambil sisanya..." ujar sarah meletakkan setumpuk berkas di meja vanya


"hah..ada lagi ini aja udah banyak banget masih ada sisa nya bisa bisa nggak pulang nanti gue..."


"ya loe kan udah lama nggak kekantor lagian biasa nya juga loe gila kerja dan kadang jiga nginep di sini..." ujar sarah


"yah sekarang beda lah kan sekarang gue udah bikah ntar kalau gue kagak pulang yang ada keluarga suami gue curiga lagi gue kerja apaan" jawab vanya


"hah...apa...loe udah nikah terus kenapa nggak ngasih tau gue sejak kapan loe nikah daan dengan siapa loe nikah dan juga kenapa nggak ngundang gue" cerocos sarah panjang lebar tanpa henti


"stop..kalau nanya satu satu pusing gue ini mending loe keluar sekarang ambil sisa berkas yang harus gue kerjain" ucap vanya sedikit berteriak


"yah loe mah gitu mending sekarang loe cerita dulu sama gue..." ujar sarah


"udah mending loe keluar dulu entar sinag gue ceritain" ujar vanya


"bener ya entar siang gue tagih ke loe" ujar sarah


"iya..iya mending sekarang keluar sana hus.." ujar vanya dengan nada mengusir


"tega banget sih loe ngusir gue...yaudah bay.." ujar sarah meninggalkan vanya


**jangan lupa like, komen, dan vote ya


bay sampai jumpa di episode selanjut nya**