
doorrrr.....
"akhh..."teriak aditya ketika timah panas mengenai lengan kanannya
"sayang/nona muda..."ucap angga dan dimas bersamaan
"dasar wanita tidak tau diri...gue udah mencoba bersabar dan menggunakan cara lembut ke elo tapi sekarang tidak lagi..."ucap aditya dengan penuh amarah
"salah loe sendiri...sebelum loe bunuh suami gue gue sendiri yang akan bunuh loe.."ucap vanya dingin
"dasar tidak tau diri....kalian tangkap wanita itu dan bawa ke dalam mobil...."ucap aditya sambil memegang lengan kirinya sedangkan orang yang disuruh hanya diam tak bergerak dari tempat mereka
"hei kalian tunggu apa lagi cepat tangkap dia dan bawa dia kedalam mobil atau aku akan memberi kalian hukuman..."ucap aditya dengan mengancam,dua orang diantara mereka berdua pun berjalan mendekati vanya,sedangkan angga yang melihat hal itu langsung berlari ke arah vanya dan langsung memeluknya
"kau tidak akan bisa membawa istriku sebelum kau langkahi dulu mayat ku..."ucap angga dingin
"oh jadi itu keinginanmu baiklah akan aku kabulkan...hei kau hajar pria itu..."perintah aditya dua orang pun maju mendekati angga dan vanya
"hahahahaha....sebentar lagi kau akan menjadi milikku....baby..."ucap aditya sambil tertawa renyah
keempat orang itu berjalan menghampiri vanya namun sesaat vanya memberikan kode kepada mereka untuk menangkap aditya mereka pun berbalik arah dan langsung menangkap aditya membuat dimas dan angga menjadi bingung apa yang sebenarnya terjadi
"hei apa yang kalian lakukan kenapa kalian menangkap ku...aku bilang tangkap wanita itu apakah kalian ingin di hukum...hah..."bentak aditya sambil berusaha melepaskan diri
"apa yang mereka lakukan....mengapa mereka menangkap bos mereka..."gumam angga namun dapat didengar oleh vanya membuat nya tersenyum tipis
"hei cepat lepaskan aku bodoh atau kalian akan menanggung akibatnya..."ancam aditya namun mereka tetap saja memegang aditya,vanya pun berusaha melepaskan pelukan suaminya
"sayang kau mau kemana..."tanya angga melihat vanya berusaha melepaskan pelukannya
"sayang bisa kau lepaskan pelukanmu dulu aku ingin bermain..."ucap vanya
"hah bermain maksudmu..."tanya angga melepaskan pelukannya,
"bermain apakah nona sedang bercanda di kondisi seperti ini dia malah ingin bermain??..."batin dimas bertanya tanya
vanya pun berjalan ke arah aditya dan berhenti di depannya
"halo tuan aditya aku sudah membiarkanmu bermain dan sekarang giliranku....tapi seperti kalau aku bermain disini kurang seru karena alatnya nggak lengkap...jadi untuk sementara waktu kau dapat istirahat dengan tenang dulu sebelum kita bermain ok...."ucap vanya menyeringai
"baiklah kalian berempat bawa dia kemarkas..."perintah vanya
"baik queen..." ucap mereka serempak
"DAN UNTUK KALIAN SEMUA YANG BERADA DI DALAM ATAUPUN LUAR AKU PERINTAHKAN KALIAN UNTUK MEMBAWA SEMUA ORANG YANG TERLUKA KE RUMAH SAKIT...."ucap vanya berteriak namun dengan suara tegas
"BAIK QUEEN "ucap mereka semua serempak dan langsung memapah semua pengawal angga yang terluka
sedangkan angga dan dimas masih mematung mencoba untuk mencerna semua kejadian yang telah terjadi dan beberapa saat mereka berdua pun sadar dari lamunan mereka
"sayang apa maksud dari semua ini..."tanya angga dengan nada lembut
"tidak ada hanya sedang bermain dan sekarang aku mau lanjut bermain..."ucap vanya santai
"bermain..."ucap angga dan dimas bersamaan
"iya kalian mau ikut?..."tanya vanya,membuat angga dan dimas saling pandang dan mengangguk pelan,iya sangat penasaran apa yang dimaksud istrinya itu dengan bermain
"baiklah ayo kita berangkat..."ucap vanya bersemangat dan langsung berlari keluar tanpa menunggu angga
"dim apa yang terjadi dengan istriku kenapa sikap nya mendadak menjadi aneh begini..."tanya angga berbisik pada dimas
"hemm...baiklah ayo kita berangkat..."ucap angga dan langsung meninggalkan dimas
"huh..dasar suami istri sama aja..."ucap angga mendengus kesal dan menyusul tuan dan nona mudanya
didepan vanya sudah berada di dalam mobilnya menunggu suami dan juga asistennya
"sayang biar mas aja yang nyetir ya..."pinta angga
"nggak mau kali ini biar vanya aja yang nyetir dan mas duduk di samping vanya aja ok..."ucap vanya menolak
"ayolah sayang biar mas aja nanti kamu kenapa napa..."bujuk angga
"nggak mau duduk di samping aku atau pake mobil sendiri..."ancam vanya
"hufh....baiklah mas ngalah..."ucap angga dan langsung berjalan memutar masuk dan duduk disebelah vanya
"nah itu baru anak pintar..."ucap vanya tersenyum manis,tak lama dimas pun datang
"kau ini lama sekali sepertu siput..."omel angga
"maaf tuan...nona biar saya saja yang nyetir..."ucap angga
"tidak mau kau duduk di belakang atau aku tinggal..."ancam vanya
"baik nona..."ucap vanya dan langsung masuk di jok belakang
"kalian sudah siap...hehe saatya queen racing beraksi..."ucap vanya semakin lirih namun masih di dengar oleh angga
"apa maksud mu queen racing..."tanya angga
"hehe...tidak ada...kalian sudah siap jangan lupa pegangan..."ucap vanya cengengesan dan mulai berhitung
1....
2.....
3....
vanya pun langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh membuat angga dan dimas tersentak kaget
"sayang bisa kau pelankan mobilmu ini berbahaya sayang..."ucap angga sambil memegang dada nya
"tidak akan kalian tenang saja dan nikmatilah..."ucap vanya
"nyonya apakah kau akan membuatku mati karena jantungan...tidak aku belum siap mati aku belum menemukan istri..."ucap dimas dalam hati sambil memejamkan matanya
"kau tenang saja dim setelah ini aku akan bantu mencarikan istri untukmu..."ucap vanya masih fokus ke depan,membuat dimas langsung membuka matanya
"bagaimana nona bisa tau...."tanya dimas heran
"ada deh..."ucap vanya santai
"huhh..."kesal dimas menghembuskan nafasnya kasar
vanya pun melanjutkan mengendarai mobilnya menyalip semua pengendara yang ada membuatnya mendapatkan sumpah serapah,tak lama mobil vanya memasuki kawasan hutan yang sepi vanya pun mulai mengendarai mobilnya perlahan
HAI READES SEGINI DULU YA SAMPAI JUMPA DI EPISODE SELANJUTYA
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE,AND VAFORIT BYE BYE