
Belum sempat frans membuka pintu
Â
DOR...
Â
peluru dalam pistol vanya sudah mendarat tepat di dada frans menembus jantung nya seketika itu pula frans menghembuskan nafas terakhirnya membuat semua orang yang melihat nya bergidik ngeri
"siapapun yang berani mengkhianati saya akan berakhir seperti dia..dan saya sendiri yang akan membunuhnya...paham.."ucap vanya sedikit berteriak dan mengeluarkan setengah dari aura nya membuat semua orang bergidim ngeri
"pa...paham...no..na kami..tidak..akan..pernah berkhianat..kami akan selalu setia..."jawab semua kepala devisi terbata bata karena gemetar
'kami akan selalu setia ke anda nona karena kami semua masih ingin hidup'batin kepala devis
"baiklah kalian semua boleh keluar dan untuk mu sarah bereskan mayat pengkhianat itu"ucap vanya melangkah keluar,semua kepala devisi pun bernafas dengan lega dan ikut keluar setelah vanya sedangkan sarah memanggil satpam untuk membereskan mayat frans
Â
Di ruangan vanya,vanya kembali menyibukan diri dengan berkas berkas yang menumpuk hingga tak terasa waktu siang sudah berlalu kini berganti siang vanya pun membereskan berkas berkas nya dan pulang ke rumah
Sesampainha di rumah vanya mendapati mertua nya sudah pulang dari prancis dan sedang menonton tv,vanya pun mengahampiri kedua mertuanya itu
" papa mama udah pulang kapan dateng kok nggak bilang ke vanya kan bisa vanya jemput..."ujar vanya sambil menyalami tangan kedua mertuanya itu
"ah..nggak papa nak biar supraia gitu lagian mama nyampek tadi siang kamu kan lagi kerja.." jawab mama yulis
"yaudah kalau gitu vanya ke atas dulu ya ma pa mau mandi.." ucap vanya
"yaudah sana kamu kamu dulu biar fress kamu pasti lelah seharian kerja" ucap mama yulis
Â
vanya pun ke kamar nya dan membersihkan diri dan turun lagi untuk memasak makan malam,sesampai nya do dapur vanya mulai menyiapkan bahan bahan dilejut kan dengan suara bik ijah
"nona sedang apa...ada yang bisa saya bantu.." tanya bik ijah dari belakang
"hah..bibik bikin vanya kaget aja..ini lagi masak buat makan malem.." ucap vanya langsung berbalik sambil mengusap dada nya
"hehe..maaf nona..boleh saya membantu.." tanya bi ijah sambil cengengesan
"baiklah bibik tolong cuci sayur itu dan potong biar saya goreng ikannya..." perintah vanya
"baik nona.." ucap bik ijah langsung mengerjakan tugasnya
mereka berdua pun mulai memasak sampai terdengar suara mertuanya vanya menghentikan pekerjaan nya
"kalian sedang apa...boleh mama bantu..." tanya mama yulis
"eh mama..boleh kok ayo kita masak bersama.." ucap vanya
di kamar vanya langsung masuk ke kamar mandi membersihkan diri karena merasa lengket oleh keringat,15 kemudian vanya keluar hanya dengan menggunakan handuk karena lupa membawa baju,vanya berjalan ke arah lemari mengambil pakaian saat sedang memilih baju sebuah tangan beras melinglar di perut nya
"sayang..kau ingin mrnggoda ku hemm.." ujar angga di telinga vanya membuat vanya bulsing
"mas..e..enggak kok.." jawab vanya,vanya memang sudah tidak memanggil angga denga sebutan tuan lagi karna memang angga yang menuruh nya tidak memanggil dia tuan lagi dan kalau sampai vanya memanggil angga tuan maka angga akan langsung membungkam mulut vanya dengan mulu nya
angga terus memeluk tubur vanya dan membenamkan wajah nya di cekuk leher vanya sambil menghirup aroma tubuh vanya yang membuat pikirannya menjadi rileks
"mas... geli...udah lepaain aku mau pake baju..mas mandi aja sana.." ucap vanya merasa geli
"nggak mau sun dulu.." ucap angga
"ihh..nggak mending mas mandi sana" tolak vanya
"yaudah kalau gitu nggak di lepasin terus mas nggak mau mandi..." ujar angga cemberut
"iya iya...cup.." vanya berbalik dan langsung mengecup pipi angga
"yah kok di situ di sini sayang .." ujar angga menunjuk ke arah bibir nya
"nggak kan tadi udah.." tolak vanya
"ayolah sayang..." pinta angga manja membuat vanya gemas
"ihh. kamu kok manja banget sih.." ujar vanya gemas langsung mencubit pipi angga
"aww..kok di cubit sih kan minta nya di cium.." ujar angga cemberut
"yaudah iya...cupp.." vanya kemabli mengecup angga tapi bukan di pipi tapi di bibir angga
mereka berdua berciuman cukup lama hingga ciuman itu berubah menjadi ******* angga memnggigit kecil bibir vanya membuat vanya membuka sedikit mulut nya angga pun tak menyia nyia kan kesempatan itu angga lang memasukkan lidah nya mengukur setiap inci rongga mulut vanya,beberapa menit kemudian vanya yang merasa kehabisan nafas pun memukul dada angga hingga angga pun melepaskan lumatannya nafas mereka pun ter engah engah
"udah kan sekarang sana mandi.." suruh vanya
"iya iya sayang..cup.." angga mengecup pipi vanya dan berlari ke kamar mandi
"ihh mas..main cerocos aja.." kesal vanya dan langsung memakai bajuanya juga menyiapkan pakaian santai angga
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸**HAI READES SESUAI JANJI AUTHOR KEMARIN HARI INI AUTHOR UP DUA EPISIDE YA
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT,DAN KOMEN YA🌸😊
Â
@ZOYANA_SYAHILA
Â
JANGAN LUPA FOLLOW