MY STUPID BOYFRIEND [ON GOING]

MY STUPID BOYFRIEND [ON GOING]
1. Tai Kalong



Hmm ini sebenernya cerita ke dua saya. Yang pertama ilang ditelan bumi huhu :(


Emm sebenernya g tau kenapa make "lo-gue" dalam cerita ini. Cuma mungkin kalo pake aku kamu berasa aneh aja yaa bacanya,atau gimana g tau dah hhehe.


Yaudah cuman sekian. Selamat membaca🌻


--------------------------------~------------------------------


"Woy anying !! Sini jangan lari lo !!"


Teriak Aldis Pramuja Suseno menggema di seluruh koridor kelas.


"Udah dis, suer gua minta maap dah, becanda doang yaelah,"  kata Gia sambil ngos-ngosan.


Sebuah pemandangan yang lumrah, yahh Aldis dan Gia memang seperti tikus dan kucing. Mereka selalu bertengkar dan berteriak setiap hari.


"Ga ada maap-maapan, lu udah bikin celana pramuka gue kotor, pokoknya nyawa dibayar nyawa," balas Aldis sambil menggeret tangan Gia.


"Yahh jangan lah dis, gue masih terlalu muda kali buat otw ke alam baka. Maapin yaaa pliisss," tawar Gia mencoba membujuk Aldis.


Tapi dasarnya Aldis yang ingin mengerjai Gia, dia tetep kekeh dengan pendiriannya.


Kemudian satu ide bagus muncul di otak Aldis.Tanpa pikir panjang,Aldis menyeret Gia ke depan kelas XII TKJ. Kelas paling ujung di salah satu lantai dua itu. Kelas yang paling jarang dilalui murid maupun guru. Bukan karena suasana yang horor. Tapi karena di depan kelas itu terkenal banyaknya tai kalong. Yaa kalong, atau bisa disebut kelelawar.


"Eh.. eh diss, sumpah lu keterlaluan dah. Jangan kesana gua mohon pliss, ntar pulang sekolah gua traktir deh," kata Gia mencoba membujuk Aldis.


Aldis menghentikan langkahnya, mencoba memikirkan tawaran Gia. Hmm lumayan juga. Batinnya.


"Oke.. kali ini gue maafin."


Huffttt...


Akhirnya Gia bisa bernafas lega.


"Tapi inget! Lo gak boleh ingkar janji. Apalagi sampe kabur kaya waktu kemaren." Ucap Aldis memperingati.


Aldis memang tidak berbohong. Gia sering kali kabur atau pura- pura amnesia dengan tawaran yang sering ia buat untuk membujuk Aldis. Menghindarinya lebih tepatnya.


"Iya iyaaa, gue janji kali ini gak boong, kalo gue boong gue rela kok jadi istrinya Rafi Ahmad," ucap Gia dengan penuh semangat.


"Goblok lu," maki Aldis sambil menoyor kepala Gia.


Kemudian mereka berbalik untuk kembali ke kelas. Masih dengan posisi Aldis menggeret Gia.


Karena Aldis tau kebiasaan Gia yang tidak bisa diam. Persis seperti cacing kepanasan.


"Ih.. lepasin napa dis. Modus mulu dari tadi," kata Gia mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Aldis.


"Gak! Gak bisa! Lu pasti udah ngerencanain buat kabur. Dasar pikiran kotor," kata Aldis kembali menggenggam tangan Gia. Kini Aldis menggunakan kedua tangannya untuk menahan tangan Gia.


Karena Gia risih dengan sikap Aldis. Dan Aldis yang kolot tetap ingin menahan Gia. Terjadilah adegan saling berebut tangan, sampai sebuah suara cempreng menginterupsi keduanya.


"Kalian berdua!! Kenapa tidak ikut pelajaran di kelas?!! Malah asik pacaran disini!" teriak Bu Intan murka.


Reflek keduanya menghentikan aksi saling rebut tangan, dan membalikkan badan ke arah kelas XII TKJ, tempat dimana Bu Intan berdiri sambil berkacak pinggang. Wajahnya terlihat sangat murka karena mendengar kegaduhan yang di buat Aldis dan Gia.


"Hehe gak pacaran kok bu, ini Aldis lagi nagih hutang ke Gia. Soalnya udah 2 tahun ngutang gak dibayar," dalih Aldis sambil cengengesan.


"Apa kata lo?! Hutang! Dih mana mau gue ngutang ama lo. Bayar kas aja lo gak pernah. Dasar," bela Gia dengan berapi api.


"Cukup kalian berdua!" teriak Bu intan marah.


"Ibu gak mau denger alesan dari kalian. Sekarang ambil pel sama ember, bersihkan kotoran kalong di depan kelas ini. SEKARANG!" ucap Bu Intan dengan penuh penekanan di akhir kalimatnya.


Belum sampai 5 menit. Aldis membuang pel yang dipegangnya kemudian berlari sangat kencang meninggalkan Gia sendirian.


"Aldis!!!! Anak kurang ajar lo ya!!" teriak Gia tidak terima. Gia benar benar sudah kesal sekarang. Mendapatkan hukuman karena kesalahan Aldis. Malah kini Aldis meninggalkannya sendiri.


Setelah membersihkan kotoran kalong yang kebanyakan sudah mengering. Gia bersiap siap membawa ember berisi air bekas mengepel kotoran kalong tadi untuk dibuang ke wc.


Byuuur..


Tiba- tiba pegangan ember patah dan membuat ember yang dipegangnya terpental kemudian jatuh ke bawah.


"Anjing!!" umpat seseorang di bawah sana. Mungkin seorang murid yang sedang lewat dan terkena tumpahan air pel,pikir Gia.


Mati gua ya ampun.


"Siapa yang berani siram gue pake air laknat ini?!" teriak murid tadi dengan penuh amarah. Suara yang keras dari seorang siswa berhasil menciutkan nyali Gia.


Ya, murid yang terkena tumpahan air kotoran tadi adalah laki- laki. Dan dia terdengar sangat marah.


Dengan kaki gemetar Gia mencoba melihat siapa korban atas kecerobohannya.


Evan?


Mata Gia membelalak mengetahui siapa orang yang sebentar lagi pasti akan memarahinya.


Namun tidak sesuai dugaannya. Evan malah terlihat kaget dan menormalkan ekspresinya. Raut yang tadi sangat marah sudah sedikit mengendur.


"Ma-maapin gue van, gu-gue gak sengaja," ucap Gia dengan terbata bata. Keringat sudah membanjiri pelipisnya. Siapa yang tidak tahu Evan? Seorang murid dengan catatan pelanggaran di sekolah yang luar biasa banyak. Bahkan sampai membuat guru BK kotar katir dibuatnya.


Evan tidak menanggapi. Dia hanya mengangkat sedikit salah satu ujung bibirnya, kemudian berlalu begitu saja. Seolah olah kejadian tadi hanyalah masalah sepele.


Gia masih mematung dengan raut kebingungan. Dia menatap kepergian Evan bersama temannya dengan penuh tanda tanya.


Itu Evan kenapa ya? Tadi teriak teriak marah marah. Sekarang malah responnya biasa aja. Gue kira bakal di babat abis. Apa Evan barusan kesambat setan ya? Dahlah bodoamat bukan urusan gue.


Kemudian Gia bergegas merapikan perlengkapan kebersihan dan berlari kembali ke kelas. Dia akan memberikan pelajaran untuk Aldis kali ini.


Sebelum kembali ke kelasnya, Gia berbelok berniat untuk ke kamar mandi. Tentunya dia ingin membersihkan tubuhnya yang sedikit terkena cipratan kotoran tadi.


"AAAAA!!"


Teriak Gia ketika sebuah tangan tiba tiba menariknya dan membawanya masuk ke salah satu kamar mandi.


"Gue minta lo tanggung jawab," ucap seseorang yang kini telah mengurung Gia dengan kedua tangannya.


Evan?!



...



![](contribute/fiction/2865854/markdown/23271703/1627544644893.jpg)



...


...----------------------🌻----------------------...


...By : Kamis.Wage...