MY STORY

MY STORY
aku dan penyakitku



setelah aku keluar dari rumah sakit aku harus menjalani pengobatan untuk mnymbuhkan penyakitku.aku selalu berpikir akankah dengan aku sakit seperti ini aku akan merasakan kebahagiaan dalam keluargaku.hari demi hari ku lewati dirumah,karena penyakitku ak berhenti sekolah seperti biasanya dan mama ku meutuskan untuk sekolahku homeschooling saja.dengan seperti itu aku akan dapat banyak istirahat.


dengan penyakit ku ini aku merasakan kalau aku lebih terasa mempunyai sebuah keluarga.karena mama ku tidak bekerja lagi,semua tokonya di jaga atau diambil alih oleh asistenya.mama memutuskan untuk lebih memfokuskan kesembuhan ku.papa juga selau pulang lebih awal,sehingga kami dapat makan malam bersama.sejujurnya aku sangat senang dengan adanya penyakit ku karena akhirnya aku dapat merasakan kehangatan keluarga.mungkin kalau aku ga sakit seperti ini aku gabakalan pernah merasakan kehangatan di keluarga ku.


setiap hari mama ku selalu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri tanpa dibantu ART karena ia ingin membangun keluarga kecilnya kembali.aku sungguh sangat senang walaupun aku tau umurku mungkin ga bakalan lama lagi.


saat pagi mama ku menyiapkn sarapan dan kami sarapan bersama.malam nya kami makan malam bersama.itu adalah hal yang jarang ku temui di keluarga ku yang dulu.mama juga tidak pernah lagi menuntutku untuk belajar terus menerus.jadi kini dengan penyakitku aku mendapat kan kehidupan yang aku inginkan sejak dulu.


karena aku masih kecil saat itu.aku hanya berpikir kalau penyakit ku sembuh keluargaku akan menyibukan dirinya dengan kgiatannya masing masing lagi.oleh karena itu aku jarang untuk meminum obat ku.ada aja caraku agar aku tidak minum obat.dan smpailah pada saat aku merasakan sakit di kepala ku yang sangat sakit dari sebelumnya.sampai sampai badan ku lemas kepala ku pusing penglihatan ku kabur dan akhirnya gelap.


saat itu mama lagi masak di dapur dan tidak mengetahui apa yang terjadi pada ku.sekitar 3 jam aku terbaring tanpa ada yang mengetahuinya, smpai sampai pada saat mama ku memanggil ku untuk makan siang.


mama:


"putri....nak...turun ayo kita makan siang bersama..mama masak makanan kesukaan kamu loh!"


mama berulang ulang memanggil ku tetapi tidak ada respon dariku.mama pun menjadi cemas dan menyusulku ke atas.saat mama membuka pintu mama kaget melihat diri ku yang tergeletak di lantai


mama:


"putri.....bangun nak ini mama...nak ayo kita turun dan makan siang...nak kmau kenapa?nak bangun nak?" (sambil merangkulku)


mama sangat cemas dan khawatir,dia tidak bisa minta tolong siapa siapa karena dia di rumah sendirian.dia bingung dan akhirnya menggendong ku kebawah sambil menangis teriak minta bantuan tetangga.tetapi tidak ada yang mendengarkan teriakan mama.mama terus saja menangis,dan pada akhirnya sampai dimobil.segera mama masukan ku kedalam mobil dan membawaku kerumah sakit.mama sangat takut akan terjadi apa apa padaku.dia membawa mobil sangat ngebut.dan akhirnya sampai di rumah sakit.aku dimasukan di UGD.mama menunggu di luar.


mama:


"dok tolong selamat kan anak saya ya dok,dia adalah anak perempuan kami satu satunya..." (sambil menangis)


dokter:


"iya buk kami akan membatu dengan sebisa kami..ibu tenang aja dan tunggu di sini."


mama:


saat dokter masuk kedalam ruangan mama terus menerus berdoa smbari mnunggu kabar dari dokter.papa yang sudah tau tentang keadaan ku langsung pulang dan menemuiku di rumah sakit.mereka berdua tampak sangat cemas dan takut terjadi apa apa pada ku.tak lama memudian dokter keluar dari ruangan dan menemui kedua orang tua ku.


dokter:


"apa kalian keluarga dari putri amelia sari?" (menanyakan kepada kedua orang tua ku)


papa:


"ya dok kami orang tua nya.bagaimana keadaan anak saya?"


dokter:


"sepertinya anak bapak dan ibu sangat jarang meminum obat nya sehingga penyakitnya bertambah parah yaitu stadium 4.untuk keselamatanya ada baik nya kalau dia menjalan kan kemotrapi untuk dapat mengobati kanker pada otaknya"


papa sangat terkejut dengan perkataan dokter dan tak bisa mengatakan apa apa.dia hanya bisa berdiam diri dan duduk sambil meneteskan air mata.mama pun terus menerus menangis dan berusaha tetap kuat dihadapan ku dan terus saja meyakinkan ku bahwa tidak akan ada apa apa yang terjadi pada ku.


aku:


"ma.. pa.. kenapa kalian nangis?aku ga papakan?aku akan sembuh kan?" (terus saja menanyakan kepada kedua orang tuaku)


dengan berusaha tetap tegar papa ku menjawab"nak kamu gapapa kok,kamupasti sembuh.sebelumnya apa kamu jarang meminum obat yang sudah di kasih dokter?"(kata papa ku kembali bertanya padaku).


dengan polosnya aku pun menjawab"iya pa,soalnya aku pikir dengan aku sakit keluarga kita bakalan terus menyatu dan saling peduli seperti ini,aku ga mau kita kek dulu lagi yang hanya menyibukan diri dengan kegiatan masing masing,jadi ya aku pikir dengan tidak meminum obat kita bakalan terus seperti ini,karena aku kan ga bakalan sembuh kalau ga minum obat.kluarga kita kek dulu itu kan karena aku sehat?ya kan pa..ma?"


papa sangat lah terpukul dengan jawabanku dan dia hanya memeluku dengan erat dan berkata"nak kita bakalan terus seperti ini kok sampai kamu sembuh,papa sama mama janji bakalan selalu menjaga dan memperhatiin kamu dan ga akan sibuk dengan pekerjaan kami masing masing lagi.papa mau kamu janjiya sama papa untuk berusaha kuat dan melawan penyakit kamu untuk sembuh?setelah kamu sembuh papa yakin keluarga kita bakalan terasa dan menjadi lebih baik lagi.


aku dengan senyuman mnjawab"iya pa aku janji bakalan berusaha tetap kuat dan melawan penyakitku,aku janji aku bakalan sembuh dan selalu meminum obat ku tepat waktu"