MY STORY

MY STORY
Episode 16



Saat di taman belakang sekolah. Tepatnya setelah semua siswa sudah pulang. Naha duduk sendiri di bangku taman. Menyendiri dalam keheningan.


“Naha! Ini untuk kamu!”


“Apaan sih lo Kina? Buat apa coba, ngasih kotak… hadiah… nggak berguna kayak gini!”


“Aku ngasihnya tulus sama kamu Naha! Karna pagi tadi aku merasa bersalah sama kamu!”


“Tulus? Lo udah hancurin hidup gue, bisa-bisanya lo ngasih gue hadiah. Gila ya lo!”


“Naha! Lo jangan ngomong sembarangan. Ini saudara lo!” tiba-tiba Dino datang bersama Andra. Sejak pertama masuk SMA Dino dan Andra sudah bersahabat.


“Ngapain lo ikut campur!”


“Di sini gue mau nyadarin lo kalo bukan Kina yang buat hidup lo hancur. Tapi justru lo sendiri penyebabnya!” ucap Dino.


“Lo tuh tau apa sih? Lo nggak tau apa-apa”


“Naha, maafin aku!”


“Maaf-maaf, bisanya cuma ngomong doank. Udah nggak nyadar diri, nggak punya malu, suka hancurin hidup orang. Seandainya gue nggak pernah ketemu lo. Gue bakal seneng banget, Kina! Dan gue jadi orang paling beruntung sedunia.”


“Naha!” Kina mulai meneteskan air mata.


“Udahlah, No… Naha biar gue yang urusin!” bisik Andra ke Dino.


“Ayo, Kina kita pergi!”


“Tapi Dino, Naha gimana?”


“Udahlah!”


“Baguslah kalo lo pergi” kata Naha.


Kina dan Dino telah pergi.


“Naha, (Andra duduk di samping Naha). Menurut lo, apa arti bahagia?”


“Nggak ada artinya”


“Coba deh pikirin lagi. Tapi antara pikiran dan hati lo jadi satu!”


Beberapa saat kemudian…


“Bahagia itu sederhana, dengan melihat orang yang kita sayang bahagia. Itulah kebahagiaan. Ketika kita melihat orang lain tersenyum bahkan tertawa, itulah bahagia. Disaat kita berani berkorban untuk orang lain, itulah bahagia”


“Jadi…?”


“Jadi, apa?”


“Lo bilangkan, kalo bahagia itu ketika melihat orang lain tersenyum, tertawa, senang. Tadi lo lihat Kina tersenyum nggak setelah lo bentak-bentak?”


Naha menggeleng.


“Coba lo pikir lagi, berapa kali lo bentak Kina?”


Naha terdiam.


“Banyak kan? Setelah lo bentak dia, apakah lo bahagia? Apakah lo puas?Lo nggak melihat dia sengsara! Ataukah lo malah melihat dia tersenyum?”


“Iya! Bahkan sangat bahagia!”


“Papa lo adalah orang yang paling lo sayang. Dan papa lo bahagia saat menikah dengan mamanya Kina. Apa lo nggak bahagia melihat papa lo, orang yang paling lo sayang bahagia?”


“Gue… cuma… nggak ikhlas aja, papa mmenemukan pengganti mama kandung gue!”


“Apakah dengan menikah sama mamanya Kina… papa lo melupakan mama kandung lo? Enggak Naha, papa lo sayang banget sama mama lo. Saking sayangnya, papa lo mencari pengganti mama lo, cuma buat bahagiain lo. Kalo lo bahagia, almarhum mama lo pasti bahagia. Papa lo pengen, lo merasakan kasih sayang seorang ibu lewat mamanya Kina”


“Tapi kenapa gue tetep benci sama Kina dan mamanya?”


“Karena lo… belum buka isi hati lo!”


Beberapa saat, keheningan di antara mereka.


Naha menatap Andra.


“Makasih Andra!”


Naha bangkit dan pergi meninggalkan Andra.


“Sama-sama…. Naha!” sambil tersenyum.


Saat di rumah, Naha berjalan melewati pintu menuju ruang tengah. Di sana ada papa dan mama Naha sedang minum kopi.


“Naha, kamu udah pulang?” senang Kina.


“Papa. Ma… mama… dan Kina. Aku sadar, semua yang aku lakuin selama ini salah. Aku egois. Aku cuma mikirin diri aku sendiri. Aku nggak pernah mikirin kebahagiaan orang lain. Dan aku nggak pernah mau nerima kalian di rumah ini. Aku nggak pernah bersikap baik sama kalian. Kalian mau maafin aku!”


“Naha, kamu serius bilang gitu!” tanya papa Naha, yang kaget.


“Naha!” ucap mama Kina sambil menangis memeluk Naha. Sedangkan Kina tersenyum bahagia di samping papanya.


Hari-hari Naha lewati bersama Kina. Berangkat bareng. Pulang bareng. Main bareng. Ketawa bareng-bareng.


“Naha, kamu janji nggak akan ninggalin aku sendiri?”


“Iya, aku janji… Kina. Aku akan buat kamu selalu bahagia! Itulah tandanya saudara.”


Tiba-tiba…


“Nah, gitu donk! Kalo baikan jadi enak ngeliatnya!” ucap Dino yang datang bersama Andra.


“Makasih Andra, kamu udah nyadarin aku tentang kebahagiaan!” ucap Naha.


“Iya Naha, sama-sama!” tersenyum pada Naha.


Lalu Kina dan Dino berdehem bebarengan.


“Apaan sih kalian?” jengkel Andra.


“Tau, tuh!” tambah Naha.


Kina dan Dino langsung tertawa. Naha dan Andra pun ikut tertawa.


BERSAMBUNG