MY STORY

MY STORY
Episode 12



“Kamu tuh gimana sih, akukan bukan pacar kamu!” jengkel Erfa.


“Ya mau gimana lagi, kalo aku nggak bilang kamu itu pacar aku… aku pasti dikejar-kejar sama kakak OSIS tadi”


“Ya itu derita kamu!”


Erfa berjalan cepat meninggalkan Richard.


Erfa masuk aula diikuti dengan Richard di belakangnya.


“Hey, kamu!” kakak OSIS laki-laki bernama Joy memanggil Erfa.


Erfa menunjuk diriya sendiri.


“Iya kamu! Dan kamu, si ahli musik. Ke sini!”


Yang dimaksud si ahli musik itu Richard. Richard adalah salah satu remaja yang mendapat penghargaan dalam pagelaran musik simphoni. Dan dinobatkan sebagai ketua organisasi musik sedaerah.


“Kenapa ya kak?”


“Masih tanya kenapa?! Dari mana kalian?”


“Nggak dari mana-mana kak, cuma dari kelas!” jawab Erfa.


“Dari kelas? Kalian berdua ada di kelas, bareng?”


“Kelas kita beda kak!” ucap Richard.


“Oke! Cepetan duduk!”


“Makasih kak!” ucap mereka bersama.


Setelah itu, para kakak OSIS mulai mengerjai satu persatu siswa. Tiba-tiba… kakak Joy memanggil Erfa.


“Kamu!”


Erfa menoleh menanggapi.


“Sekarang kamu maju dan mainkan gitar ini!”


“Hah, aku kak?”


Kakak Joy mengangguk.


“Nggak salah nih kak, tapi kok aku?”


“Kalo nggak kamu, siapa lagi!”


“Kan bisa yang lain kak!”


“Ngeselin kamu!”


“Aku cewek kak bukan ngeselin!”


Seisi aula tertawa.


“Hih… cepetan maju, sekarang!”


“Kalo nggak mau gimana kak?”


“Apa kamu bilang?”


“Eng… enggak kok kak”


“Hey, kamu tu ngapain sih. Maju sana!”


Terpaksa Erfa menuruti perintah kak Joy.


Dengan sedikit gugup Erfa menata gitar di pangkuannya. Mulai memetik senar dengan patah-patah.


“Kalo main gitar yang bener!” kata kak Joy.


Erfa mulai berkonsentrasi dengan musiknya.


Suasana terlihat hening. Suara dan petikan gitar Erfa mulai terdengar. Suaranya sangat merdu, saat menyanyikan lagu. Semua tertegun mendengarnya. Setelah Erfa selesai bernyanyi suasana seketika sepi. Setelah itu, Richard tiba-tiba berdiri dan memberi tepukan. Diikuti dengan Kaila. Dan seluruh yang ada di aula.


“Kenapa harus tepuk tangan?”


“Gimana sih kamu Er, kamu nyanyinyakan bagus ya harus diapresiasikanlah!” jawab Kaila.


“Ya… dikasih hadiah kek, dikasih sesuatu kek, atau apa gitu. Biar beda!”


Semua kembali tertawa.


“Ya udah, biar beda kamu sekarang duet sama si ahli musik. Richard Ardeva.” saran kak Joy.


Seketika Erfa dan Richard kaget.


“Maksudnya bukan itu yang aku…”


“Maksudnya itu yang kamu mau!” potong kak Joy.


Semua bersorak tak karuan.


“Ayo Richard, ayo Richard, ayo Richard!!!”


Akhirnya setelah dipaksa, Richard pun maju.


Duduk di kursi samping Erfa.


“Jujur… ini baru pertama kali aku duet sama cewek. Rasanya agak beda. Dari pada duet sama cowok, aku lebih deg-degan duet sama cewek!” ucap Richard.


Semua kembali bersorak.


Mereka menyanyikan lagu yang sangat indah dan romantis. Yang membuat semua terbawa suasana dan perasaan.


Setelah lagu selesai Richard memandangi Erfa dengan sejuta senyum di wajahnya.


“Kamu kenapa mandangin aku kayak gitu?” tanya Erfa.


“Nggak papa, cuma pengen aja. ”


“Pengen?”


“Iya, ada masalah?”


“Aneh aja dengernya”


“Kalo nggak pengen aneh, jangan dibuat aneh!”


Erfa hanya tertawa kecil.


Inilah awal pertama pertemuan Erfa dan Richard. Lagu yang mereka nyanyikan akan mereka kenang. Meskipun pertemuan mereka tidak disengaja, tapi itu moment yang indah bukan?. Entah bagaimana kelanjutan hubungan mereka. Tapi bertemu dengan Erfa merupakan hal yang mengagumkan bagi Richard. Erfa… Cewek aneh, beda, humoris lagi. Cewek yang belum pernah ditemui oleh Richard selama ia dicap cowok ganteng.


BERSAMBUNG