
sesuai permintaan kalian dan author akan lanjutkan ceritanya ya maaf ya udah lama author Enggak up soalnya author saat itu masih ragu buat lanjutin ceritanya tapi sekarang author akan lanjutin ceritanya dan terima kasih atas dukungan kalian.🙏🥳😘😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cahaya matahari memasuki jendela rumah dan
sang gadis cantik itupun menggeliat kecil karena cahaya matahari memasuki matanya yang sedang tertutup.
"Selamat pa-."
"Huwaa kamu siapa!!." teriak ellena sambil melempar bantal kearah suara tersebut.
"cih!, kau seenaknya melempar bantal ke wajah tampanku ini." Kesal Justin sambil melempar kembali bantal milik ellena ke sembarang tempat.
"apa yang kau lakukan di sini Justin dan dimana Alex?." tanya ellena sembari matanya menyapu seluruh ruangan.
"sebentar lagi dia datang sana cepat mandi sebelum alex datang kau seperti kumbang tanah." jawab Justin dengan matanya yang menuju ke televisi.
"Enak saja kau seperti Upil Sapi!." Jawab ellena membalas ejekan Justin.
"Eh Jigong Lampir Udah pinter ngomong sana mandi kalo enggak aku Gigit leher kamu terus aku Sedot sampe abis tuh darah." Ancam Justin.
ellenapun memilih mengalah dari pada harus berusaha dengan vampir keras kepala yang satu ini.
"Justin dimana ellena." tanya Alex yang datang melewati portal.
Justin mengacuhkan Alex Yang sedang bertanya kepadanya karena ia terlalu fokus menonton kartun dora.
alexpun tersenyum miring lalu mengeluarkan sedikit listrik di tangannya dan "Huwaa Sakitt!!." teriak Justin.
lengannya tersengat listrik dan sepertinya meninggalkan luka."apa yang kau lakukan Alex itu sakit!." Sentak Justin.
alexpun mengeluarkan aura mautnya "kau berani menyentakku sekarang..." Ancam Alex dengan nada lembut tetapi mengerikan.
seketika itu justinpun langsung kisut ketakutan. "Hehehe Ampun." Lirihnya lalu ia langsung lari secepat kilat.
sepertinya ellena sedang mandi akan aku tunggu di kamarnya. "aku merasakan saat semalam ada aura yang berbeda pada Angin malam kemarin." gumam Alex.
ellena yang sedang mandi pun melamun karena memikirkan bisikan di telinganya saat kemarin malam.
'apa yang kemarin aku dengar tidak salah? aku harus cari tahu mengapa orang tuaku bisa meninggal dan mengakibatkan kecelakaan.'
'flashback on'
angin malam pun berhembus dan mengayunkan dedaunan yang ada di pepohonan tersebut membuat ellena merasakan damainya hidup walau sesaat angin kencangpun datang dan seketika itu ada yang berbisik.
'Apa kau ingin tahu kenapa orang tuamu meninggal karena kecelakaan dan apa penyebabnya jika kau ingin tahu datanglah ke hutan utara sendirian dan jangan bawa Siapapun dan jangan beritahu siapapun'
seketika itupun aku tercengang mendengarkan nya tapi entah siapa yang berbisik di telingaku tanpa aku sadar aku meninggalkan Alex di balkon rumahku.
'flashback off'
ellena keluar dari kamar mandi dan saat di kamarnya sudah ada Alex yang menunggunya sepertinya ia akan menanyakan kejadian kemarin.
"kenapa kau mengacuhkan ku?!." sentak Alex dengan nada tinggi seketika itu ellena kaget karena Alex menyentak dirinya.
"Tid...ak..aku tidak mengacuhkan mu kau saja yang datang terlambat saat itu aku ngantuk." Jawab ellena berbohong.
"i don't believe honey i know you have secret!." jawaban Alex membuat ellena bingung untuk mencari alasan.
"no! i don't have secret Alex." ellena berdoa siapa Alex yakin dia tidak punya rahasia walaupun memang ia memiliki rahasia.
"keras kepala." Alex menatap tajam mata ellena seketika itu ellena terdiam kaku Seperti ada yang mengikat tubuhnya.
"Alex what are you doing!." sentak ellena.
"jawab pertanyaan ku atau kau akan aku siksa." nada alexpun berubah menjadi berat dan penuh dengan penekanan.
"kau tidak tahu apa yang aku alami selama ini jadi jangan ikut campur!." sentak ellena karena menurutnya Alex tidak tahu apa apa tentangnya dan Alex hanyalah seperti teman yang baru datang ke kehidupannya.
Alexpun geram karena Gadisnya yang satu ini keras kepala. "Honey jangan membuat jiwa iblisku ini bangun." ancam Alex.
"Tidak akan pernah!." teriak ellena.
"kau membuatku marah ellena." Sentak Alex.
Alex mengeluarkan cambuknya lalu mengayunkannya dan mendarat ke tubuh ellena.
'ctarr'
"Akh!!.." teriak ellena.
"Apa yang Ia bisikan Kepadamu ellena!." tanya Alex dengan amarah yang menggebu-gebu.
ellena bergumam dalam hati 'ternyata dia tahu bahwa semalam ada yang membisikiku.'
"A..ku..Tidak aku tidak di bisiki oleh siapapun!." jawaban ellena membuat Alex mengayunkan Cambuknya lalu mendarat dipunggung ellena.
'Ctarr'
"Akhh...Stopp!! Alex!...saki..it!." teriak ellena frustasi ia harus mengetahui kenapa orangtuanya bisa meninggal dan ia tahu bahwa kecelakaan itu sangat janggal sekali.
maka dari itu ia harus tahu sebab dari tu ia tidak ingin memberi tahu siapa siapa demi menjawab pertanyaan yang sudah dari dulu ada di benaknya.
Alex sepertinya sudah dalam mode tidak ada ampun sampai lawan bicaranya menjawab pertanyaannya.
"Al...cukup..."darah ada di mana mana tangannya memar karena cambukan seketika itu juga ellena tubuh tumbang dan tidak sadarkan diri.
alexpun tersadar ia telah menyakiti gadisnya tersebut ia langsung membopong tubuh mungil ellena ke kasur dan menyelimuti tubuh ellena.
"i'am sorry honey." bisik Alex di telinga ellena lalu mengecup kening ellena.
alexpun meninggalkan ellena dan menuju ke kerajaannya untuk menenangkan diri.
#Kerajaan Darkfire#
"apa yang kau lakukan Alex!! kau sungguh Bodoh!!." Teriak Alex saat berada di ruangan pribadi miliknya.
Steven yang berada di depan pintu ruangan tuannya
pun hanya bisa diam dia tau kalau tuannya tidak bisa diganggu jika sedang marah sampai keluar dari kamarnya.
lalu seven berjalan menuju ke ruang tengah ia tahu bahwa di ruang tengah ada Alvian, Jenifer, dan Justin.
"dimana Alex?." tanya Alvian sambil memegang paha ayam.
"tuan Alex sedang ada di dalam kamarnya sepertinya dia tidak mau di ganggu, saya mohon pamit." jawab Steven lalu meninggalkan Mereka bertiga
"apa yang terjadi?." tanya Alvian kepada Justin dan Jenifer.
"mungkin ada masalah dengan Ellena?." Justin menanggapi pertanyaan Alvian.
"aku tidak peduli."jawab Jenifer tidak acuh dan tidak tertarik dengan pertanyaan Alvian.
"dasar kau ini!." geram Alvian karena jawaban Jenifer.
melewati telepati Alex berbicara dan mengirimkan tugas untuk Steven.
'*steve cari tau siapa yang berbisik kepada ellena.'
'baik tuan*.' lalu Stevepun menghilang.
********
**KIRA-KIRA SIAPA YANG BERBISIK KE TELINGA ELLENA?.
See you next part ya.
⚠️ATTENTION PLEASE!⚠️
Author akan update setiap hari Senin ya jam 20:00
thank you 😘**
********