My Mate Is Human

My Mate Is Human
part 10



makasih banyak buat kalian yang udah baca cerita aku.


______________________________________


#Alvian#


"Makan malam sudah selesai aku mau pulang ke pack werewolf dulu Good by semua."


#jenifer dan justin#


"kami juga mau pulang terima kasih atas makan malamnya hari ini."


#alex#


"ell aku tunggu kau di kamarku."


"baik."


#di kamar alex#


"ada apa?."


"hmm, tidur di sini."


"Dii..si..ni, entahlah aku canggung tidur denganmu."


"saat di rumahmu kau tidak merasa canggung."


"di rumahku tidak ada siapa siapa dan sini kerajaanmu banyak sekali pembantu dan steven."


"kujamin tidak ada."


"benar."


"ia."


ellenapun beranjak ke kasur alex.


#dalam hati ell#


"entah mengapa saat di kerajaan alex aku merasa canggung dan jantungku berdetak tidak karuan."


"ell are you okay?."


"ehh iya."


ellenapun tidur menyamping membelakangi alex


"bisakah kau menhadapku?."


"tapi..."


"tidak apa apa."


alexpun memeluk ellena dan tidur...


tengah malam tanpa di sadari ellena meracau tidak jelas....


"mah...pah..."


alexpun terbangun dan melihat ellena mengeluarkan air mata.


"sudah jangan menangis honey."


ellenapun memeluk dada bidang alex dan tidur kembali.


#pack werewolf alvian#


"hoaamm...."


"pagi alpa."


"siapa...?"


takk....


"aduh sakit emang kepala aku terbuat dari batu."


"ehh Hendra..."


"tidur terus kapan kau mau mencari luna?."


"kenapa setiap orang menanyakan hal yang sama padaku."


"karena kau belum menemukan matemu dan kapan kau mau mempunyai keturunan."


"keturunan yaa..." (sambil tersenyum mesum)


"sudah...pagi pagi sudah mesum sana cari matemu."


"ihh apaan sih ganggu orang ngayala ajah."


alvianpun pergi mencari matenya.


tapi alvian tidak menemukan matenya maupun di pack tetangga dan pack lainya.


"apakah aku harus seperti alex yang mencari matenya di manusia bisa jadi.",


alvianpun menemui alex di Kerajaan DarkFire.


" alex?."


"apa."


"dimana ellena."


"kenapa kau menanyakan mateku!?."


"jangan terlalu prosesive aku hanya menanyakan matemu saja."


"sedang mandi."


"kapan kau mau ke dunia manusia."


"ini pukul berapa?."


"5 pagi."


"ternyata aku bangun terlalu awal."


"ada apa kau ke sini?."


"aku disini ingin ikut denganmu ke dunia manusia."


"apakah kau berencana mencari matemu?."


"ya benar."


"baiklah, akan ku daftar kan kau di sekolah."


"sekolah??."


"tempat kau belajar."


"ouh, yasudah aku mau siap siap dulu."


alvianpun pergi ke packnya untuk mengemas pakaiannya dan pergi ke dunia manusia.


#ellena.#


"sepertinya tadi ada orang."


"alvian, dia ingin ikut kita ke Dunia manusia."


"untuk apa?."


"mencari matenya."


"kira kira siapa matenya?."


"akupun tidak tahu, sudah sana kau siap siap saja untuk pergi ke sekolah."


"baik tuan yang bijaksana." (sambil tersenyum jahil)


"hahaha.....sudah sana."


alex, ellena, dan alvian sudah siap untuk ke Dunia manusia. alexpun membuka portal lalu mereka melangkah dan menuju ke sekolahan.


#Di sekolah#


"Waaa....Tampan Sekalii...."


semua siswi yang ada di sekolahpun menjerit melihat ketampanan alex dan alvian


"alvian kamu pergi ke ruang kepala sekolah letaknya berada di ujung sana" (sambil menunjukan jari)


"baik, sampai ke temu di kantin."


#alvian#


"apakah di sini??."


tok...tok...tok...


alvian mengetuk pintu.


"masuk"


seseorang pun mengizinkan alvian masuk.


"apakah kau yang bernama alvian?."


"benar..." (entah mengapa aku merasa canggung tapi aku sepertinya mengenali suara itu Jangan jangan...)


kepala sekolahpun memutarkan kursinya dan...


"Steve?..."


"ada apa sepertinya kau terkejut?."


"Sedang apa kau di sini?."


"Sedang mengerjakan tugas Yang mulia alex."


"maksudnya alex membeli sekolahan ini?."


"ya seperti kau lihat ia membeli sekolahan ini untuk keamanan ellena karena sebelum mengetahui ellena adalah matenya ellena pernah di bully dan pembullynya ia siksa dan sempat di rawat di rumah sakit 1 Minggu."


"terus bagaimana keadaan sabg pembully itu?."


"sekarang sudah baikan dan kembali berjalan seperti semula."


"ouh..."


"yasudah kau mendapatkan kelas yang di sebelah sana, kau beda kelas dengan ellena dan tuan alex."


"kenapa?."


"karena sudah penuh."


"baiklah."


"kau akan di hantar oleh wali kelasmu."


"Yasudah aku pamit."


Saat berjalan di koridor ingin memasuki kelas alvian mencium aroma harum yang sangat harum.


#dalam hati alvian#


"apakah itu mateku?, aromanya sangat menggoda membuatku ingin menciumnya alvian sadar jangan mesum!?..."


alvian sudah menemukan matenya tapi siapa matenya...ikuti ceritanya di next part yaa...