
ellena dan alexpun sedang menonton tv sedangkan Alvian dan lyara berada di dapur untuk menyiapkan makan malam.
"Al! bisakah kau diam aku tidak bisa bergerak pergi sana!." lyara yang sedari tadi di peluk oleh Alvian pun merasa risih.
"dasar nenek lampir!." teriak Alvian yang di hadiah kan jurus kamekameha oleh lyara.
lyara memukul Aset terpenting alvian lalu Alvian berteriak. "Akh!! masa depanku!!."
teriakan itu membuat ellena dan Alex heran lalu mereka berdua pergi menuju ke dapur untuk melihat kenapa Alvian berteriak sangat kencang.
"sebenarnya ada apa ini?."tanya ellena sambil memutar bola matanya malas.
lyara menjawab dengan santai dan acu tak acuh. "biasa lalat pengganggu." lalu melanjutkan aktivitasnya.
"Alex aku berfikir selama ini apa salahku kenapa mateku seperti nenek lam-"
"sekali lagi kau berkata aku nenek lampir masa depanmu akan aku potong." Marah lyara.
melihat reaksi lyara alvianpun memilih tidak melanjutkan perkataannya dan pergi ke arah tv.
"kalian berdua ini seperti anak kecil yang sedang bermusuhan lyara, berfikirlah lebih dewasa." ellenapun menasehati lyara.
"baiklah akan aku coba." jawab lyara dengan santai dan menganggap angin lalu.
akhirnya masakan lyara telah siap dan ellena memanggil Alex dan Alvian untuk segera menuju ke meja makan, makan malam di rumah lyarapun terasa hangat karena candaan Alvian dan lyara yang sangat mudah terpancing emosi Alex hanya tersenyum kecil dan memilih diam.
dalam hati alex berkata. 'Aku tidak pernah merasakan begitu hangatnya keluarga tetapi aku bisa merasakan kebahagiaan di sisi mereka.'
ellena yang menyadari Alex tengah terlamun disampingnyapun bertanya. "ada apa Alex kau terlihat seperti bersedih?."
alexpun tersadar akan lamunannya. "tidak apa apa honey jangan khawatirkan aku." alexpun tersenyum.
saat ellena melihat bekas luka di tangannya tidak ada ia terkejut. 'lukaku hilang?.' tanya ellena dalam hati.
**************
ini sudah larut malam tapi ellena belum tertidur sama sekali Alex dan Alvian pulang ke kerajaan Darkfire karena ada masalah sedikit di kerajaan Alex dan Alvian harus membantunya.
ellena yang mungkin sekarang sedang bosan lalu akhirnya pergi ke balkon rumahnya untuk menikmati angin malam kenangan yang sungguh di rindukan ellena adalah ketika bersama orang tuanya.
saat ellena masih kecil ia sering di ajak ke balkon rumah untuk membuat ellena bisa tertidur ketika tidak bisa tidur.
"sepertinya ellena sedang sendirian di rumahnya." seseorang pun melakukan telepati terhadap seseorang.
"awasi dia jangan sampai lengah." lalu iapun menangguk.
sebenarnya ellena tahu bahwa ada yang memperhatikannya dan ia melihat sekeliling rumahnya dan terlihat ada seseorang yang sedang berdiri di pepohonan.
"sepertinya aku ketahuan." lalu dengan secepat kilat ia sudah berada di depan ellena dan membuat ellena terkejut.
"Je..ni..fer?." Tanya ellena kepada Jenifer.
"ya kenapa?." jawab Jenifer dingin.
ellena bingung karena jawaban Jenifer yang singkat dan membuat ellena grogi. "sedang apa kau di sini?."
Jeniferpun menjelaskan tujuannya. "aku di suruh Alex untuk mengawasimu karena Alex khawatir terhadapmu."
"begitu yaa." jawab ellena lalu ia melanjutkan duduknya dan melihat langit.
'tunngu sepertinya aku mencium bau darah segar di sini' lalu Jeniferpun berfikir. 'apakah ini bau darah ellena.'
tanpa basa basi Jeniferpun memegang tangan ellena lalu mengecek apakah benar ini darah ellena Jenifer pun kaget tapi ia tidak berekspresi kaget.
"apa yang kau lakukan lepaskan tanganku." kesal ellena.
"apa maksudnya ini?." tanya Jenifer yang melihat tangan ellena penuh luka sayatan yang panjang dan meninggalkan bercak darah yang tertinggal.
ellenapun diam sebentar lalu menjawab. "bukan urusanmu." jawab ellena.
"baiklah jika itu maumu." Jenifer tidak memaksa untuk ellena menjawab pertanyaanya lalu ia mendapatkan telepati dari Alex.
'aku sudah selesai jadi kau boleh pergi aku akan menyusul ellena.'
"aku pergi." tanpa ellena menjawab Jeniferpun pergi dengan secepat kilat.
angin malam pun berhembus dan mengayunkan dedaunan yang ada di pepohonan tersebut membuat ellena merasakan damainya hidup walau sesaat angin kencangpun datang dan seketika itu ada yang berbisik.
lalu ellena terdiam sekejap laumananya pudar ketika Alex datang. "honey i'am coming for you."
tapi Alex menyadari ada yang salah dengan gadisnya ia melihat ellena tidak berekspresi sama sekali dan hanya menjawab Alex "aku lelah aku mau tidur."
*********
**kira kira apa yang terjadi dengan ellena dan apa yang di bisikan oleh angin sehingga ellena terdiam dan membuat ellena mengacuhkan Alex.
next part😋**
************