
setelah alex dan lainya berhasil membawa ellena mereka langsung pergi ke kerajaan untuk mengobati ellena.
"Bertahanlah ellena kita akan segera sampai ke kerajaan." dengan nada khawatir alex.
"Aku takut dengan keadaan ellena." Dengan wajah sendu yang terukir di wajah alvian.
#Saat sampai di kerajaan.#
"Steven!."
"Tuan." Steven merasa lega akhirnya alex membawa pulang ellena tapi ia merasa iba karena ellena terluka.
Wajah ellena yang pucat membuat alex khawatir.
"Cepat kau bawakan Tabib ke Sini."
"Baik tuan." steven pergi dan tak lama kemudian tabib pun datang.
15 menit kemudian.
"Bagaimana dengan keadaan ellena?."
"Dia Kekurangan banyak darah dan sepertinya ia akan siuman besok." tabibpun pergi.
Alexpun masuk menemani ellena yang terbaring lemah di kamarnya.
"Ellena Cepatlah Sadar aku merindukan senyummu yang manis." sambil memeluk ellena alexpun tertidur.
#Di ruang Tamu#
"apakah ellena akan baik baik saja?." Dengan matanya yang pupy eyes.
"Sudahlah ellena adalah Gadis yang Kuat." Jawab Justin dengan nada penuh semangat.
"Dimana alex sekarang." Jeniferpun bertanya dengan wajah datar yang menawan.
"Kau tidak tahu Alex Di kamar bersama ellena." Dengan nada menggoda Alvian
"Sudah aku mau pulang dulu aku ingin istirahat." Justin pun pergi.
"Aku ikut dengan kakakku." Jeniferpun ikut pergi.
"Appah...Aku Sendirian lagi hah yasudah akupun ingin pulang bertemu dengan Lyara Sudah lama Aku tidak bertemu denganya." Alvianpun pergi dengan wujud serigalanya.
#Rumah Lyara.#
"Lyaraa Aku pulang!!...."
"Berisik!. Bisakah kau tidak berteriak." sambil menutup telinganya.
"Hehehe Habisnya Aku bersemangat Karena aku Bertemu Denganmu."
Sambil berjalan alvian mencium kening lyara.wajah lyarapun memerah seperti tomat.
"Alvian Jangan Membuat pipiku memerah." Dengan menyembunyikan wajahnya di telapak tangan.
"hahaha kau lucu saat wajahmu memerah." Sambil duduk di samping lyara.
"Al?."
"Hmm.."
"Aku khawatir dengan keadaan ellena. Ponselnya tidak aktif."
Alvianpun bingung ingin mengatakan apa dalam hatinya bergumam.
"Aduh...apa yang harus aku katakan aku tidak mau membuat lyara gelisah kalau ellena di culik dan terluka."
"Alvian??."
"Ehh...mmm...Ellena sedang...Ahh ellena sedang bersama alex di kerajaan."
"Ouh Pantas saja Tidak dapat di hubungi."
Mereka pun kembali menonton Tv.
#Kerajaan Justin dan Jenifer.#
justin dan Jeniferpun sampai di kerajaan lalu mereka pergi ke kamar masing masing.
mereka bersaudara tapi mereka beda ibu. Justin yang banyak bicara dan care terhadap orang lain tetapi beda dengan Jenifer, jenifer adalah sosok yang dingin dan menawan dia tidak peduli terhadap lingkungan sekitar tetapi ia tidak mau kehilangan orang yang mereka sayangi.
jeniferpun tidur di sofa.
"Ibu jangan tinggalkan aku aku mau bersama ibu huhuhhu." denagn pakaian putih dan celana coklat yang panjang anak kecil tersebut menangis melihat ibunya tergeletak di sebuah pohon besar dengan keadaan terikat tali dan berlumuran darah.
"Akhh....hanya mimpi buruk." dengan cepat Jeniferpun menghentikan tidurnya lalu ia pergi ke sebuah hutan untuk mencari darah hewan segar, lalu ia bersandar di pohon yang cukup besar.
"Ttolongg......"
tetapi jenifer tidak peduli dengan teriakan itu.
"Tolong....jangan Gigit Aku...."
"Apakah mereka bangsa vampire?."
Gadis itupun mulai berlari melewati hutan dan dia melihat seorang laki laki sedang bersandar di pohon sambil berteriak minta Tolong ia mendekati laki laki tersebut.
"Tolong aku..." karena takut gadis tersebut tersandung batu dan terjatuh di dada bidang jenifer merekapun bertatap tatapan.
#Dalam hati Jenifer.#
"Siapa gadis ini bau darahnya yang harum membuatku ingin....akh sadar jebifer kau tidak boleh menghisap darah manusia."
"Hey kembalikan Gadis Itu Kepada Kami!!."
Jenifer kembali tersadar dan gadis tersebut mengumpat di sebalik jubahnya.
"Siapa kalian." dengan nada yang dingin dan terlalu santai
"Kau ini aku sedang di incar oleh mereka lakukanlah sesuatu." Gadis itu sedikit berteriak kepada jenifer.
"Kau gadis yang cerewet." denagn cekatan jeniferpun menyerang mereka Dengan secepat kilat dan merekapun tumbang.
"Jenifer di mana kau!!." justinpun mencari jenifer untuk makan siangnya.
"apakah Jenifer ada di hutan itu?." justin pun pergi dia kaget melihat kejadian tersebut karena setaunya Jenifer adalah tipe orang yang tidak peduli dengan orang lain.
"Mereka sudah Mati." dengan wajah datarnya.
"Syukurlah." denagn wajah yang lega.
"Oh perkenalkan nama aku Karen." dengan mengangkat tangan sebelah nya.
#dalam hati Jenifer.#
"Dia meminta berjabat tangan?."
"Hey kenapa kau diam saja mana tanganmu." sambil mengambil tangan Jenifer karen berbicara.
"Dan siapa namamu."
"Namaku Jenifer." masih dengan wajah yang dingin tetapi di dalam hatinya ada perasaan yang aneh.
"nama yang bagus Ehh aku harus pulang, dah sampai bertemu lain waktu di tempat ini."
***Jenifer merasa terheran dengan suasana hatinya dan bertanya tanya.
tunggu di next part.
Jangan lupa like dan vote ya ubtuk mendukung author.
terimakasih***.