My Live As Auditor

My Live As Auditor
Episode 8 Hypermall up Karawaci



Pagi telah tiba...


Matahari menbangunkanku sebagai awal dari segala aktivitasiku hari ini.  


^Ternyata sudah pagi. Rumah ini sudah kotor, harus dibersihkan.^


Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, lalu aku berangkat. Seperti biasa... Jam 08:00 masuk sedangkan jam 07:15 aku sudah sampai. Sambil menunggu jam masuk aku merekap sanksi dan kunjungan nya.


A FEW MINUTES LATER...


Jam 08:00, masuk.... Namun tidak semua datang tepat waktu.


Lalu datanglah seorang pria teonghoa rambut tipis bertopi cap dengan kacamata yang menghiasinya dan seorang pria botak putih, mereka adalah Toni dan Stenli. Seperti biasa dengan sapaan yang tulus mereka menyapa,


“Pagi Pak Rey...”


^Selamat pagi Pak Stenli dan Pak Toni. Lalu sejenak menenangkan diri dahulu sebelum memulai percakapan...


Saya masih belum tahu lokasi cabang-cabang U’Crepes...


^Hari ini Saya dan Pak Toni kemana Pak Stenli?^


“Kita ke Karawaci hari ini.”


^Jadi keinget sepupu, kakak Joy, gmna kabarnya ya sekarang... Sebab Sepupuku tinggal disekitar sana.^


^Siap Pak Stenli... ^


Kami prepare dahulu... Pak Stenli ikut bersama kami.


Perjalanan singkat dan Kami sampai...


Stenli berkata,”Pak Rey ke Hypermall up dan Toni Hypermall down...


^Siap pak. ^


Eskalator mengantarkan Saya ke lantai 3 menuju Hypermall up Karawaci.


Keramaian Hypermall Karawaci dan desain tempatnya memanjakan mata.


Tempatnya luas sampai-sampai memudahkan orang yang bahkan sudah biasa berkunjung tetap terkadang nyasar. Saya baru kali pertama ke Hypermall Karawaci.


A FEW MINUTES LATER... Saya nyasar..., aku bertanya kepada security...


SOMETIMES I AM BORED BUT I STAY TO WALK AROUND THE LOCATION...


Akhirnya sampailah saya di Conter. Conter tersebut berada di tengah-tengah food court. Saya menyelinap ke bagian belakang luar konter. Saya mengecek kebersihan pinggir-pinggir konter. Pinggir Conter tidak di selimuti debu.


^Bagus!^


 Lalu ada seorang wanita berambut panjang tinggi sedang, putih sedikit berjerawat sedang fokus cek fisik. Jam menunjukkan jam 10:30wib. Namanya Mutiara.


Tanganku membuka pintu konter layaknya membuka ronde eksekusi dan berkata...


^Pagi... ^


Dia berkata,”iya?”


Dia bingung tidak mengenal Aku namun segan bertanya.


Aku berkata dalam hati, ^Aku mau melihat penggorengan hendak melihat kebersihan minyak goreng...^


Mutiara bingung dalam hati, “Bapak ini siapa yah? Cara kerjanya seperti tidak asing”


^bersih, bagus.^


Aku berkata dalam hati, ^Sekarang Aku mau cek freezer...^


Mutiara masih kebingungan dan melanjutkan inventori nya.


Lanjut Aku berkata dalam hati,^Freezer tidak tebal es, bersih, bagus.^


^Keluarkan semua uang belanja konter dan omset juga buku belanja dan kertas laporan omset.^


Dia sadar tapi takut bertanya dan aku tahu Dia sudah sadar.


Nominal omset 5 hari terakhir dan uang belanja yang tercatat sesuai dengan fisiknya.


Aku berkata dalam hati,^Bagus^, berarti konter ini termasuk konter yang jujur.^


^Ternyata sesuai uangnya.^


Mutiara berkata, “Syukurlah uangnya sesuai.”


^Iya, uangnya sesuai. Seharusnya begini yang baik.^


Sayangnya uang belanja tidak sesuai akhirnya uang belanja kurang...


^Lebih teliti lagi Mutiara...^


“Memang kenapa pak?”


^Coba kamu cek lagi mungkin Saya yang salah.^


A FEW MINUTES LATER...


“Iya Pak perhitungan uang belanjanya salah.”


^Uang belanja kamu minus 20 ribu, kamu ganti sekarang.^


Mutiara menggerogoh kantongnya dan ada uangnya.


“Ini pak.”


^Taruh pada tempatnya.^


“Sudah Pak. “


 


^Mutiara... bisa kamu jelaskan ini?^


(Cendol 64 centong basi).


“Iya Pak cendol itu rusak...”


^Sudah berapa umur cendol ini?^


“2 minggu Pak.”


Saya berfikir dalam hati,^Penjualan tidak laris terapi beli banyak-banyak.^


Penjualan kita untuk cendol sedikit... Kenapa kamu beli sebanyak ini?^


“Kami sudah bilang ke SPV kami pak Suroto tetapi Dia tidak mau mendengarkan kami.”


Suroto memang terkenal suka order barang banyak-banyak, lalu lama nginap di konter. Sayangnya kami tidak bisa meng sanksi SPV kecuali untuk hal-hal yang berhubungan uang jutaan.


^Hufff.... Yasudahlah diretur aja.^


“Siap pak Rey.”


A FEW HOURS LATER...


Datanglah seorang wanita berkulit kuning langsat berambut ikal hitam pink tinggi badan 157cm, namanya Jarisia Devi.


Sama seperti Mutiara Dia bingung menyapa, akhirnya Dia hanya fokus prepare.


Pakaian Jarisia Devi lecek, tidak rapih. Tidak baik melayani customer dengan pakaian lecek.


^Jari... pakaian kamu lecek!^


“Nama Saya Devi pak.”


^Nama kamu Jarisia Devi, Saya panggil aja Jari.^


“Aduh Pak jangan panggil Saya Jari (jari itu bisa jari kaki, tangan termasuk jempol kaki hahahah) Devi aja Pak... 😩


^Jari... ^


“Iiihhhh ihhhhhh....”


Jari kelelahan berdebat dan kalah...


^Tahun berapa baru di setrika nih baju Jari? Pas jaman Belanda menyerang yah?^


“Iiiihhhh....Bapak.... Saya tidak pernah bawa pulang nih baju.^


^Bagusss....👍Dapat hadiah kamu dari Saya.^


“Hadiah? Maksudnya kado?”


^Jari Saya sanksi.^


Yang lain tertawa sementara Jari tertekan,”Aduh... janganlah pak...”


^Costumer yang melihat pakaianmu akan merasa jijik. Dia sedang order makanan atau minuman, sedangkan bajumu kusut.^


“Yaudah Saya setrika sekarang.”


^Saya beri waktu sampai Saya selesai audit, Jika tidak disetrika lewat waktu yang ditentukan, Jari Saya sanksi.


“Gak mau lah pak... “


^Yaudah... Saya sanksi sekarang.^


“Jangan-jangan Pak... Iya-iya nanti saya setrika.”


^Okey.^


UNTIL I FINISH ALLAH THE WORK...


Jarisia Devi belum menyetrika pakaiannya. Saya menulis sanksi, adonan -2 centong, koreo kurang 4, silverking kurang 4 total TIGA PULUH RIBU RUPIAH per orang, dan disipliner kerapihan atribut tTIGA PULUH RIBU rupiah khusus Jarisia Devi.


Jarisia Devi,”Pak apa tidak ada keringanan?”


^Mau keringanan?^


“Mau pak?”


^Pakaian rapih!^


“Ih....iya Pak Saya janji rapih.”


^Bagus.^


“Keringanan nya Pak?”


^Gak ada! Nanti kamu gak kapok, klu begini kan kamu lebih rapih dipertemukan selanjutnya...^


“Ihhh... Bapak.”


Yang lain tertawa...


^Saya pulang...^


Semua berkata,“Hati-hati pak.”


^Terima kasih.^