My Live As Auditor

My Live As Auditor
Episode 10 Sawangan Park Penggelapan Uang



Di suatu hari di pagi hari di hari jumat jam 8:10 WIB...


Pak Manager, Stenli datang ke ruang rapat sementara Saya disana. Hal ini terjadi karena Tim Audit belum mempunyai ruangan.


Seperti biasa Stenli berkata,


“Selamat Pagi Pak Rey.“


^Selamat Pagi Pak Stenli.^


Seperti biasa Stenli duduk berhadapan dengan Saya, melihat sekitar lalu dilihatnya seperti biasa hanya ada Saya di sana sambil berkata,


”Pak Toni belum datang ya Pak Rey?”😒


^Sejauh ini belum Saya lihat Pak Stenli.^😶


“Sepertinya jam 08:30 WIB...”


^Biasanya jam segitu.”


Benar aja jam 08:30 WIB Toni datang, memang jam kerja audit mulai jam 8:30 WIB dan di beri toleransi sampai jam 09:00 WIB.


“Pagi Pak Rey, Pagi Pak Stenli...“


Saya dan Pak Stenli menjawab, “Pagi Pak Toni.”


Lalu Pak Toni duduk disebelah Pak Stenli, sambil di dengar Pak Stenli bertanya kepada Saya,


“Kemana kita hari ini Pak Rey?”


^Menurut Saya Ke the Park Sawangan dan Dtc Sawangan.^


“Udah lama kita gak ke sana.”


Toni bertanya kepada Stenli, “Mobil kepakai sama grup Garuda. Pak Stenli kemana hari ini?”


Sekedar info, grup Garuda dan grup O'Crepes milik boss yang sama, Johan.


Pak Stenli menjawab Pak Toni,”Okelah kalau begitu kita ke The Park Sawangan dan DTC Sawangan, kebetulan jadwal Saya ke sana juga.”


FLASHBACK...


Johan,”Kamu tidak perlu ikut Audit Stenli. Kamu itu kerjanya mengawasi aja.”


Stenli,”Baik Pak...”


Semenjak pak boss tidak memperbolehkan Stenli Audit lagi karena Stenli adalah manager. Dia diatas Audit. Pekerjaan Dia adalah membuat SOP menu. Hanya saja karena membuat menu bisa 1 bulan sekali sementara Stenli adalah karakter yang tidak bisa diam sementara Dia dulu mantan Auditor sebelum kami, Dia selalu membantu kami


Toni berkata, “Terimakasih Pak Stenli.”


“Sama-sama Pak Toni.”


Sementara Pak Toni mengeluarkan alat tulisnya, Saya berkata,


^Saya pinjam sanksi kemarin Pak Toni, ini punya Saya.^


Sambil mengeluarkan kertas sanksinya dan memberikan kertas sanksinya ke saya Pak Toni berkata,


“Seperti biasa Pak Rey udah selesai yah? Ini punya Saya... “


^Terima kasih Pak Toni.^


“Sama-sama Pak Rey.”


Kurang lebih satu setengah jam kemudian kami baru siap berangkat. Hal tersebut terlalu lama karena banyak peralatan trials yang harus dipersiapkan.


Kami berangkat...


Dalam perjalanan kami melewati jalur tol yang berbeda. Jalur yang biasanya akan mengantarkan kami ke DTC Sawangan dahulu, tapi kali ini Saya tidak tahu.


“Pak Rey ke The Park yah...”


Saya yang tahu bahwa Toni kesulitan di The Park, karena Dia biasanya memilih yang mudah, sambil tertawa becanda Saya berkata,


^Biasanya Pak Toni di The Park kan?^


Toni tertawa...


“HHahahahha.. . 🤣”


^Ini orang ada aja akalnya.😑^


“Kabarin ya Pak Rey...”


^Sepertinya Pak Toni yang duluan selesai.😑 Kabarin paling ya kalau sudah selesai...^


“Ok Pak Rey.”


TUK-TAK-TUK...


Berjalan...tirai terbuka... Dan nampaklah sebuah ruangan yang megah berwarna emas dikelilingi stan-stan, eskalator, dan lift yang menghiasinya.


DEMMMM.... suara lift berbunyi...


Memanjat lantai ketiga layaknya superman yang terbang slow motion...


A FEW MINUTES LATER...


Tetlihatlah konter U'CREPES...


Konter tersebut panjang layaknya Resto dengan dapur-dapurnya, dengan  makan di sampingnya.


Ada seorang wanita berambut orange hitam berkaca mata berkulit coklat tidak memakai topi dan bermain Hand phone, namanya Abe. Saya melabrak nya...


Be... Dia terkejut dan sekejap mematikan handphone dan memakai topi.


^Terus aja be... Biar saya kalikan sanksinya... ^


“Apaan sih pak?”


^Soalnya kalau begini kamu bukan cari uang tapi sedekah...😒^


Segala potongan gaji diberikan ke kantor...


“Tidak bisa main sanksi aja pak?”😡


^Kamu sudah tahu aturan tetapi tidak melakukan, kamu membangkang kepada perusahaan, kamu salah...^


Dia terdiam...


^Bagaimana penjualan?^


“Lagi sepi pak...”


Saya cek bagian depan U'Crepes, kotor...


^Be... lap dulu ini...^


Ketika Abe sedang mengelap, wajah seperti menyembunyikan sesuatu, dia cemas...


Abe berfikir dalam hati, “Audit!”


^Oh... Be... Jujur aja...^😕


Dia masih mencoba tenang,”Apaan sih pak?”😟


“Iya pak.”


^Be...keluarkan semua omset dan uang belanja konter.^


Abe keluarkan semua uangnya.


Menghitung uang omset...


A FEW MINUTES LATER...


Hitungan buku belanja tidak ada salah....tidak ada bukti transfer ke perusahaan, Abe menggelapkan uang...


^Be...^


“Iya Pak?”


^Kamu tahu kan maksud saya?^


Dia cemas...


^Sudah enam hari kamu tidak kirim omset ke kantor...^😒


“Iya pak.”


^Lalu...^


Be... Kamu tahu maksud Saya kan? 😒


Dia makin cemas...


“Maksud Bapak apa? 😣


^Be... Sekali lagi... Kamu tau maksud Saya kan?^😠


“Kenapa pak?”😟


^Kemana DUA JUTA EMPAT RATUS RIBU RUPIAH?^😠


Jantung Abe seperti serasa mau meledak...


“Saya tidak tau pak...”🥺


^Jangan berbohong😠^


Abe jujur...


“Iya Pak, posisi uang saya bawa untuk disetorkan besoknya, saya naik angkutan umum dan uang bersama handphone saya di tas saya disamping saya, tetapi saat saya keluar tas tersebut tertinggal...”


Aku berfikir dalam hati,^Dia berbohong...^😒


^Ehm... ^😶


Aku mengecek fisik barang...


A FEW MINUTES LATER...


Mengecek  berapa ladel adonan...


^Be tolong keluarkan adonan...^


Dia membawa adonan...


Adonan tampak berbusa...


Lalu Aku mencobanya, asam pahit...🤮


^Adonan ini sudah basi be!^😡


Kenapa kamu masih kasih ke customer? Customer mereka merugikan perusahaan mereka terlebih jika melalui sosial media!😡


Abe masih membantah...


“Masih enak kok Pak kalau di masak...🥺


Adonan dihitung... Ada 41 ladel yang rusak...


Saya cek filter air...


Filter air sudah kotor...


^Kenapa tidak diganti filter nya?😡^


Jika filter kotor, air tidak steril dan membuat setiap yang meminumnya sakit...


“Lupa Pak...”


A FEW HOURS LATER...


Selesai audit...


Keluarlah kertas keramat berwana putih, kertas sanksi...


Saya menulis :


Adonan hot : ENAM RATUS LIMA BELAS RIBU RUPIAH...


Omset kurang SATU JUTA EMPAT RATUS RIBU RUPIAH juta DIKALI 2 KALI LIPAT MENJADI EMPAT JUTA DELAPAN RATUS RIBU RUPIAH...


Sanksi uang kurang adalah jumlah uang yang kurang dikali dua...


Telat kirim omset : LIMA PULUH RIBU RUPIAH...


Disipliner kebersihan : SERATUS RIBU RUPIAH...


Filter kotor : SERATUS RIBU RUPIAH...


Bermain handphone saat jam kerja : SERATUS RIBU RUPIAH...


Tidak memakai sepatu : SERATUS RIBU RUPIAH...


Tidak memakai celemek : SERATUS RIBU RUPIAH...


Total semua : LIMA JUTA SEMBILAN RATUS ENAM PULUH LIMA RIBU! Semua ditujukan ke Abe!


Abe berkata,”Banyak banget pak? Apa tidak ada toleransi?”


Saya tahu di maling omset, dia sudah kriminal. Saya tidak mau memberi kelonggaran. Saya harus pastikan Abe dipecat bulan depan.


Aku menjawab,^Ini sudah aturannya.^


A MONTH LATER WHILE IT IS PAYDAY...


Abe dipecat secara tidak hormat tanpa gaji...