
Di suatu ruangan yang dingin dan mencekam walaupun ac, ada seorang laki-laki berambut klimis, kulit kuning langsat, bermata sipit, berpakaian kemeja dan bercelana jeans biru tua duduk di sebuah kursi plastik, itulah aku. Hal tersebut terjadi setiap aku melakukan interview, namun tempat tersebut dikelilingi pohon natal, kalender Kristen, bingkai gantung ucapan merry christmas membuat suasana disana lebih tenang. Datangkah seorang pria tua berambut klimis putih berkulit putih, berkacamata datang kepadaku, Namanya adalah John. Lalu aku menyalaminya, lalu Dia duduk dan berkata,”Aku adalah owner perusahaan ini.” Lalu Dia mulai melakukan Interviewku. Singkat cerita, sampailah dititik dimana John berkata,
”Saat ini hanya dibutuhkan lowongan sebagai Audit Lapangan, apakah kamu bersedia?” Hal tersebut terjadi karena saya melamar sebagai administrasi.
Aku menjawab,”Aku bersedia.” Aku menyetujuinya karena aku tidak mau menganggur.”
Lagi Dia berkata,”Berapa gaji yang kamu inginkan?”
Lalu aku menjawab,”Tempat aku bekerja dahulu menggaji aku sebesar 4 juta, harapanku bisa 4,5 juta.”
Lagi John berkata,”Maaf aku belum bisa gaji kamu 4,5 juta, aku hanya bisa gaji kamu 2,5 juta karena kamu belum punya pengalaman, apakah kamu bersedia?”
Aku menyadari penggajian diberikan sesuai dengan pengalaman kerja.
Tiba-tiba aku teringat,”Saat aku baru-baru tinggal di rumah pamanku di gereja, sebab gereja mempunyai kamar bahkan dapur dan lainnya.
Aku Whatappes dengan seorang wanita, lalu aku melihat fotonya, dengan sekejap aku kagum kepadanya. Sampai saat ini aku hanya tertarik pada 4 wanita dan yang terakhir saat ini dia. Dia Cantik, putih, berambut pirang, pintar, lulusan UI, dan bekerja sebagai SPV di batu bara, namanya Maria. Pokoknya bagi aku dia yang terbaik. Lalu sampailah pada suatu pertanyaan,
”Pekerjaan mu apa?”
Aku menjawab,”Saat ini Aku pengangguran, tapi besok aku tidak tau...”
Hari itu pagi menjelang siang, lalu dia menjawab Aku kerja dulu....”
Aku menjawab,”Iya... Semangat!”
Tapi sejak saat dia tidak membalas WA ku...
Hari minggu....
Waktunya gereja..., aku bertemu dia Dia sesuai foto, bahkan Maria pintar bernyanyi, aku semakin terkagum-kagun padanya. Tetapi karena Dia tidak membalas Whatsappes ku, aku jadi malu bertemu dengannya, lagipula aku seorang pengangguran...., aku hanya bisa melihat dia dari kejauhan....
Sampai suatu ketika sambil melihatnya dari kejauhan aku berkata dalam hati dengan tersenyum...
“Memang aku tidak seperti yang kamu harapkan, mungkin juga kamu akan memiliki pasangan yang lain. Aku paham dan aku menyadari, aku hanyalah lelaki yang jelek dan pengangguran. Mungkin sulit bagiku untuk berpindah ke lain hati, tapi inilah janji-Ku kepadamu meskipun mungkin pada akhirnya kamu tidak menjadi tulang rusuk ku nanti,”Aku pastikan, Suatu hari nanti Aku akan melebihi ekspektasi mu dalam segala hal yang kamu kagumi.... Aku akan menjadikanmu wanita yang paling beruntung didunia, karena sudah disukai olehku, akan kupastikan..., kamu akan melihatnya....”
Kembali ke masa sekarang....
Sambil mengingat wajahnya, Aku berguman sendiri,”Mungkin ini adalah awal dari janjiku kepadamu...”Dengan keyakinan yang teguh aku menjawab John,
“Aku bersedia!”
John berkata,”Kapan kamu bisa bekerja?”
Aku menjawab,”Besok.”
John menjawab,”Mulai besok kamu sudah mulai bekerja. Sekarang kamu fingerprint dahulu untuk absen.”
Lalu John memanggil seseorang seseorang, Dia berpakaian batik, kepala botak ditengah, putih, namanya Stenli. John berkata,”Mulai sekarang Renaldo adalah Audit lapangan baru, bantu dia membuat fingerprint nya.”
Lalu Pak John memperkenalkan Stenli kepadaku,”Perkenalkan ini Stenli dia adalah manager perusahaan ini dan Dia yang akan menjadi penanggung jawab kamu mulai hari ini sampai seterusnya.
Kemudian Stenli membawa seorang pegawai lain, seorang berkulit putih, berkacamata, rambut jigrak dengan mata sipit, Lalu memperkenalkannya,”Namanya Toni, Dia akan menjadi senior audit kamu.”
Selesai perkenalan dia berkata,”Ayo kita buat fingerprint kamu.”
Aku menjawab,”Terimakasih.”
Setelah itu dia berkata,”Mari kita kelapangan...”
Tetapi aku menjawab,”Kata Pak John besok aku baru mulai bekerja.”
Lalu Pak Stenli menggaruk kepalanya sendiri sambil berkata,”Besok yah..., bukan hari ini ya?”
Lalu Aku bergumam sendiri,”Pasti mereka sudah sangat kesulitan, tetapi aku maunya besok. Lalu sambil menekankan kembali aku berkata,”besok.”
Lalu Pak Stenli yang sudah menyerah berkata,”Okelah besok.” Lalu dia pergi.”
Dengan Suara mesin ketik “Keesokannya harinya...“
Matahari tidak menyapaku, udara segar tidak memegang pundakku, karena rumah tanpa jendela. Sebelum aku berangkat aku harus membersihkan butiran dosa lantai ke neraka bernama kotak sampah. Kemudian Aku berangkat. Udara segar dan burung-burung diudara menyapaku. Jalanan aspal menemaniku selama perjalanan. Orang-orang ramai membuka tokonya berjalan di pagi hari dengan nuansa Jakarta. Melewati sepinya parkir mall sebab masih dalam nuansa pemulihan korona. Kemudian sampailah aku di ruko dengan pintu merah. Suatu ruko 3 lantai yang berdempetan dengan ruko lain. Nuansa tenang tanpa suara menyelimuti tempat tersebut, hanya ada cleaning service. Hal tersebut karena masuk kerja jam 8:30 pagi sedangkan jam 7:30 aku sudah datang.
“Enaknya ngapain ya? “ Maka aku sengaja tidur untuk menyegarkan pikiran aku.
1 jam berlalu...
Sudah banyak karyawan kantor datang, karyawan disini hampir semua wanita dan cantik, jadi gak perlu khawatir cari pacar. Lalu seorang pria bertopi cap dengan pakaian batik merah dan celana hitam dan seorang pria bertopi cap berkacamata dengan baju kemeja putih bergaris dan celana jeans cream, mereka adalah Pak Stenli dan Pak Toni.
Aku menegur mereka,”Pagi Pak...”
Pak Stenli dan Pak Toni menjawab,”Pagi Rey...”Kita langsung jalan saja.”
Aku menurut dan Aku pikir,”Menurutku lebih cocok ditanya saat dijalan.”
Diluar sudah terdapat dua mobil, yang satu inovav dan yang satu lagi sigras. Kami perusahaan U'Crepes memakai mobil inovav sementara mobil sigras dipakai perusahaan Elang. Hal tersebut karena Pak John sebagai Owner memiliki dua perusahaan U'Crepes yang berfokus pada kuliner Crepes sementara Elang berfokus pada penjualan pompa sumur bor.
Kulit mobil cream tua dan sedikit cream muda di depan kaca depan menyelimuti mobil tersebut.
Aku menunggu Pak Stenli dan Pak Toni masuk ke mana karena aku tidak tau mobil mana yang dipakai, kalau aku salah masuk tau-tau mobil pak bos, Bila-bila langsung dipecat! Baru juga masuk udah dipecat kan konyol. Kami mulai perjalanan, ketika sedang dijalan...
“Planning kita kemana pak?”
Pak Stenli,”Kita ke Cilegon.”
“Siap pak... Padahal aku tidak tahu dimana letak nya karena aku baru 2 bulan dijakarta, mana aku pelupa lagi.