My Life Story

My Life Story
Jujur kepada Ibu



aku pulang kerumah diantar oleh Tika.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam" jawab Ibuku


" eh ada tika, masuk nduk." sambung Ibu


" hehe iya bu tapi aku ga bisa lama-lama bu soalnya masih ada urusan, aku nganterin Nadia aja" jawab Tika


"gamau minum dulu? " tanya Ibu


"enggausah bu makasih ya.. Kalo gitu aku pamit pulang aja ya bu, Nad sampai ketemu besok ya" ujar Tika


"iya Tik makasih ya udah dianterin" kataku


"okeyy, salim bu" kata tika sambil menjulurkan tangannya untuk salim dengan Ibu.


Tikapun langsung pergi dan pulang.


"bu aku istirahat dulubya dikamar, masih agak pusing kepalaku" kataku pada Ibu


"kamu beneran gamau berobat? " tanya Ibu


"enggausa bu aku cuma butuh istirahat aja, yaudah bu Nadia masuk kamar dulu ya" ujarku


"yaudah sayang".


Dikamarku..


Aku hanya bisa terbaring lesu dikamar, memikirkan hal yang terjadi kepadaku.


Dalam hatiku bertanya-tanya


"apakah aku harus jujur pada Ibu atau tetap menyembunyikan semuanya , atau aku harus menggugurkan anak ini"


Pikiranku yang sangat kacau membuat keadaanku semakin parah. Menahan mual dikamar memakai bantal agar tidak terdengar orang rumah telah aku lakukan. Tapi apakah akan selalu begini. Pepatah mengatakan sepintar-pintarnya bangkai ditutupi pastinya akan tercium juga.


Akupun mencoba untuk tidur agar aku bisa mengistirahatkan fikiranku.


Beberapa jam berlalu.


Tak terasa siang telah menjadi malam. Aku terbangun dari tidurku dan teringat kembali masalahku. Kali ini aku putuskan untuk bicara jujur pada Ibu dan apapun jawaban Ibu aku sudah siap menerimanya.


Tanpa berfikir panjang aku langsung menghampiri Ibu yang sedang duduk didepan tv dan kebetulan Naomi sedang pergi keluar.


"bu.. " sapaku dengan lembut


"iya nak.. " jawab ibu dengan hangat


Aku tidak bisa membayangkan Ibu akan terkejut seperti apa , aku merasa tidak sanggup untuk berbicara depan Ibuku.


"kenapa nad" tegur Ibu


"ngga jadi bu.. " jawabku


Aku mengurungkan niatku untuk jujur pada Ibu dan langsung masuk kembali kekamar.


Percobaan jujurku kali ini gagal.


Aku masih berfikir untuk menggugurkan kandungan ini sebelum jujur pada Ibu. Berbagai cara akan aku lakukan untuk menggugurkan nya tanpa sepengetahuan siapapun.


Aku mencoba memakan nanas muda sebanyak-banyaknya, meminum jamu pelemah janin, dll tapi tidak ada reaksi apapun. hingga aku terfikir untuk melakukan aborsi.


Tapi sekali lagi aku teringat akan dosaku yang bertubi-tubi.


toktoktok... (suara ketukan pintu kamarku)


"iya" jawabku sambil berteriak


"nad Ibu boleh masuk?" ternyata suara Ibu


Aku segera membereskan sampah-sampah bekasku tadi dan langsung membuka pintu.


"iya bu masuk" jawabku sambil membuka pintu


kamipun duduk diatas kasurku dan ibu bertanya.


"kamu kenapa? lagi ada masalah?" tanya Ibu


pertanyaan Ibu langsung menusuk hatiku hingga aku tidak bisa menahan air mataku.


aku langsung memeluk Ibu dan pecahlah tangisanku.


"buuuuuu (sambil menangis) maafin Nadia" jawabku


Ibu langsung membalas pelukanku dan mengusapku.


Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk aku jujur pada Ibu.


"bu maafin Nadia ya.. Nadia minta maaf banget kalo udah ngecewain Ibu" ujarku sambil memeluk Ibu dengan kencang.


"kamu gak ngecewain Ibu kok, justru Ibu bangga punya anak kaya kamu" jawab Ibuku dengan lembut


jawaban Ibu membuat tangisanku makin kencang dan aku makin merasa menjadi anak yang tidak berguna .


"kamu mau cerita apa , Ibu dengerin" tanya Ibu


"aku mau cerita tapi aku takut sama jawaban Ibu, aku takut semua berubah dan Ibu malah benci aku" jawabku yang tak berhenti menangis.


"Ibu ini Ibu kamu , kamu harus percaya sama Ibu , Ibu gaakan pernah benci kamu, sekarang kamu cerita sebenarnya ada apa? " tanya Ibu dengan jelas.


Tanpa basi basi aku langsung menjawab pertanyaan Ibu


"aku hamil bu" jawabku sambil terisak-isak


mendengar jawabanku Ibu terkejut dan melepaskan pandangannya dari ku.


"Bu Nadia minta maaf... Nadia diperkosa bu, nadia mintaa maaf bu.. " sambungku sambil memegang tangan Ibu


Ibu langsung menangis, pergi kekamarnya. Dan ternyata ada Naomi didepan pintu kamarku yang sedang menguping.


"buu" kataku sambil mengikuti Ibu kekamar.


Namun Ibu mengunci pintu dan aku mencoba mengetuk pintu kamarnya.


"Bu.. Nadia butuh Ibu, nadia cuma punya Ibu dan Naomi, Nadia gamau kehilangan kalian , Nadia minta tolong maafin Nadia bu, bukain pintunya bu"


Terdengar suara tangisan Ibu didalam kamar yang kecewa terhadapku.


Naomi menghampiriku


" kak aku udah denger semuanya" kata Naomi


"kenapa bisa terjadi kak? " sambung Naomi


"aku diperkosa sama pacarku dek, dan aku gatau apa-apa" jawabku yang masih menangis


Naomi langsung memberi pelukannya untukku .


"kak aku tau gimana sedihnya kamu, tapi mungkin sekarang Ibu butuh waktu buat menerima kenyataan ini " ujar Naomi


"sekarang biar Ibu tenangin diri dulu, dan kamu juga harus istirahat , aku anter kamu kekamar ya, nanti aku coba ngomong sama Ibu" sambung Naomi.


Naomi membantuku pergi kekamar.


keesokan harinya . .


Ibu menghampiriku yang sedang melamun didekat jendela.


"Nad maafin Ibu kalau ibu belum bisa jadi Ibu yang baik buat kamu" kata Ibu


"Ibu kenapa Ibu ngomong gitu, Ibu adalah Ibu terbaik sedunia buat Nadia justru Nadia yang merasa ga berguna karna udah ngecewain Ibu" jawabku


"Ibu gaakan pernah benci kamu, Ibu akan tetap sayang kamu mau bagaimanapun keadaan kamu Ibu terima , Ibu hanya kaget dan memikirkan bagaimana masa depanmu nanti, bagaimana cita citamu yang ingin menjadi dokter" kata Ibu


"aku beruntung punya Ibu sebaik Ibu, aku bahkan berfikir untuk bunuh diri bu tapi aku selalu ingat Ibu dan butuh waktu untuk aku cerita ini semua ke Ibu" jawabku


"kamu jangan pernah lagi berfikir untuk mengakhiri hidupmu apalagi sampai menggugurkan kandunganmu, Ibu akan terima kalian walaupun harus banyak omongan dari orang, sekarang siapa laki-laki itu? " kata Ibu


"Namanya Reyhan bu , aku kenal dia karna kita satu universitas , aku fikir dia laki-laki yang baik bu tapi malah dia yang merusak aku sekarang dia menghilang bu" jawabku


"pelajaran buat kamu jangan mudah percaya dengan laki-laki , bahkan Ibupun gatau dia siapa bagaimana wujudnya" Ibu.


"iya bu aku minta maaf bu buat semua yang udah terjadi" kataku


"semua sudah berlalu, sekarang waktunya kamu memperbaiki diri kamu, sholat taubat dan minta ampun sama Allah . Dan berjanji kamu harus menjauhi laki-laki sampai datang yang halal buat kamu" kata Ibu


"iya bu , makasih banyak bu Ibu ada disampingku, aku merasa nyawaku kembali lagi berkat Ibu" kataku memeluk Ibu


"kita sama-sama menjadi pelindung satu sama lain" kata Ibu.


Akupun pergi untuk sholat taubat dan berdoa


Ya Allah aku memohon ampun atas semua yang telah terjadi padaku, atas semua dosa dosaku..


Aku memohon ampun karna aku tidak percaya akan kuasamu.. Bahkan aku tidak melihatmu sebagai Tuhanku ampunilah aku yaAllah..


Ya Allah jadikanlah aku wanita yang lebih baik lagi, dan bantulah aku untuk membesarkan anak ini dengan besar hati tanpa harus melihat masalalunya.


Semoga engkau selalu memberikan ridhomu padaku..


Aamiin...