
Setelah jujur pada Ibu, kini semangatku kembali atas dukungannya. Aku berharap agar Ibu selalu menemaniku disaat keadaan apapun.
Dikampus...
Kehamilanku masih muda, tidak seperti terlihat sedang hamil sehingga aku masih bisa untuk kuliah.
Aku masih berharap bertemu langsung dengan Reyhan untuk bicara padanya kalau aku hamil. walaupun chat dan telfonku selalu diabaikan olehnya.
"Nad.. " sapa Tika
"Tik.. " jawabku tersenyum
"gini dong senyum aku seneng liat kamu senyum gini" rayu Tika
"hehehe alhamdullillah Tik aku udah jujur sama Ibuku" kataku
"hah! Serius?? " tanya Tika dengan muka terkejut
"iya serius, walaupun sempet marah tapi Ibu masih dukung aku Tik, makanya aku bisa semangat gini berkat Ibu , Naomi dan kamu juga tentunya" ujarku
"wahh aku seneng banget dengernya syukur dehh, trus rencana kamu apa sekarang? " tanya Tika
"aku masih mau ketemu Reyhan tik, aku mau kasih tau dia kalau aku hamil anaknya aku mau minta pertanggung jawaban dia tapi susah banget ngubunginnya apalagi mau ketemu . Kayanya dia bener2 ninggalin aku deh" jawabku
"kamu masih cinta sama dia ya? " tanya Tika dengan menatapku
"enggak kok , gada rasa apapun lagi buat dia aku cuma butuh dia sebagai ayah dari anak aku ini kelak Tik. Sebenarnya aku benci banget sama dia tapi mau gimana juga aku lagi hamil anaknya" kataku
"yaudah gini aja aku coba nanti ajak ketemuan Reyhan , nanti kalo udah siap aku bakal hubungin kamu terus kamu langsung samperin, gimana? " ujar Tika
"hmm oke, makasih banyak yaa Tik kamu baik banget sama aku" ujarku
"ahh kamu kaya apa aja, akukan udah janji sama kamu buat nemenin kamu. Yaudah yuk kita kekelas" kata Tika sambil merangkul ku
Beberapa jam berlalu..
Kelas telah selesai. Tika mencari Reyhan untuk mengajaknya ke sebuah cafe terdekat. Sementara aku menunggu diKampus untuk mendapat jawaban dari Tika.
Dringggggkk.. (dering telfonku)
ternyata pesan dari Tika.
"nad, aku sama Reyhan udah di Cafe flower deket kampus ya, kamu buruan kesini" isi pesan Tika .
setelah mendapat kabar aku langsung bergegas mengunjungi mereka.
Beberapa menit berlalu
Di cafe...
"ehh kok ada diaa sih!" ujar Reyhan dengan wajah jijik melihatku
"kenapa? Kamu jijik sama aku? Harusnya aku yg jijik sama laki-laki bajingan kaya kamu! " jawabku dengan nada tinggi
"gua gada urusan lagi disini, gua cabut! " kata Reyhan
"ehh tunggu duluu gua disini ngajak lo emang mau ngomongin hal penting sama lo" kata Tika
"aku hamil" celetukku
"apa? Gua ga salah denger! " jawab Reyhan dengan mukanya yang biasa saja tanpa kaget sedikitpun
"aku hamil Reyhan!! Aku mau kamu tanggung jawab! " kataku dengan tegas
"tanggung jawab? emang yakin lo hamil sama gua?? Siapa tau lo hamil sama cowo-cowo diluar sana minta tanggung jawab sama gua, enak aja lo! "ujar Reyhan
"kamu pikir aku wanita apa! Kamu yang udah ngerusak aku Reyhan, kamu sadar gak sihh kamu itu jahat! aku gamau tau kamu harus tanggung jawab Reyhan . kamu yang udah buat aku jadi kaya gini!! " jawabku
"dah ah gausa kebanyakan ngigo lo, dasar cewe murahan! " kata Reyhan
Prakkkk!! (aku menampar Reyhan dengan sangat keras)
"kamu memang laki-laki bajingan Reyhan, sampai kapanpun aku gaakan pernah maafin kamu ! Semoga Allah bales semua perbuatan kamu sama aku!! " jawabku
Setelah itu aku langsung pergi meninggalkan mereka. Dan kembali kerumah dengan air mata yang masih mengalir
Sampainya dirumah..
"assalamualaikum.. " sapaku
"waalaikumsalam , kamu kenapa nangis? " tanya Ibu
Aku langsung memeluk Ibu dengan erat.
"bu laki-laki itu gamau tanggung jawab sama apa yg udah dia perbuat sama Nadia" ceritaku pada Ibu sambil menangis
Ibu membalas pelukanku , mengusap rambutku.
"laki-laki itu gak pantes untuk jadi suamimu , udah kamu gausah fikirin dia lagi. Fokus dengan kehamilan kamu, jangan banyak fikiran karna itu akan ngaruh sama bayi kamu , emang kamu gak kasian? Kan masih ada Ibu, ibu akan selalu sayang sama kamu dan calon cucu Ibu" ujar ibuku
"makasih ya bu.. maafin Nadia.. Nadia mau berubah jadi wanita lebih baik lagi, Nadia mau menutup aurat Nadia secara sempurna bu.. Nadia mau menebus semua dosa-dosa Nadia disisa umur nadia." kataku
"alhamdulillah sayang semoga Allah selalu memudahkan jalanmu ya, Ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anak Ibu" kata Ibu
Aku memutuskan untuk menutup auratku secara sempurna, berhijab dan memakai cadar. Semoga dengan perubahanku bisa mengampuni kesalahanku dimasa lalu dan menjadikan aku wanita yang lebih baik dimasa depan walaupun statusku bukan lagi seorang gadis yang perawan.