
...• Happy Reading •...
..."Jika kamu mencari satu orang yang akan mengubah hidupmu, lihatlah di cermin."...
...|...
...|...
...|...
...“Tidak ada seorang pun yang bisa kembali ke masa lalu dan memulai awal yang baru lagi. Tapi semua orang bisa memulai hari ini dan membuat akhir yang baru.”...
...•¶¶•...
"Apa kamu tidak mengingat masa lalu mu atau keluarga kamu." Tanya Sea, gadis tersebut tetap saja diam dan menggelengkan kepalanya.
"Apa ini hadiah dari Tuhan untuk kita tinggal bersama, karena saya yang menabrak kamu. Saya akan merawat kamu seperti anak saya sendiri." Ucapnya sambil mengusap rambut gadis tersebut.
"Kamu boleh panggil saya dengan sebutan Mama." Kata Sea.
"Mama." Gumam gadis tersebut, mengulangi perkataan Sea. Sea yang mendengar langsung tersenyum.
"Dan nama kamu, Kayla Angelin Frederica." Kata Sea tersenyum manis ke arah Kayla.
•••
Malam hari yang begitu dingin, Sea baru saja tiba di rumahnya, dia langsung mengantarkan Kayla ke kamarnya yang berada di lantai satu. Kayla membuka pintu kamar nya yang berwarna biru laut.
"Kayla, sekarang ini jadi kamar kamu." Kata Sea.
Kayla berjalan melihat sekeliling kamar, Kayla mengambil bingkai foto yang berada di atas meja di dalam bingkai foto tersebut ada foto anak kecil yang kira-kira berusia 5 tahun dan seorang laki-laki yang berdiri di sebelah Sea kemungkinan besar foto itu adalah foto keluarga.
"Ma... Apa ini Kayla, papa, sama Mama." Ucapku yang menunjuk satu persatu foto yang berada di bingkai tersebut.
Sea yang mendengar hanya tersenyum ke arahnya, sebenarnya itu bukan foto kamu Kayla. Tapi foto itu adalah foto keluarga kecilku. sekarang mereka berdua sudah meninggal karena kecelakaan, saat Kayla berusia berusia 11 tahun.
Kayla Angelin Frederica adalah anak kandung dari sea dan Devon. Tapi mereka berdua sudah meninggal dunia karena kejadian kecelakaan.
" Mah.. kenapa mama diam.." Tanya Kayla membuyarkan lamunan Sea.
"Iya itu kamu waktu usia 5 tahun." Jawab Sea tersenyum.
" Mah..Apa ini Papa." kata Kayla yang menunjuk bingkai foto tersebut.
"Sekarang papa di mana? Kenapa Kayla tidak melihat papa di rumah ini." tanyaku.
"Dia sudah meninggal waktu kamu berumur 11 tahun." Jawab sea.
"Mah.. apa Kayla boleh pergi ke makam papa." Tanyaku.
" Boleh sayang, besok kita berdua pergi ke makam papa kamu." Kata sea.
"Sekarang sudah malam kamu tidur, istirahatlah." Kata Sea.
Sea keluar dari kamar Kayla. Kayla melihat-lihat isi kamar yang berwarna biru laut. Dia menemukan buku di meja belajar, dia megambil buku yang ber-cover warna biru laut. Buku terebut seperti buku diary, buku diary itu bertulisan Kayla Angelin Frederica, menandakan bahwa diary itu adalah milik nya.
Kayla membuka buku diary tersebut, banyak foto-foto yang terselip di buku diary tersebut. Foto itu menampilkan seorang anak perempuan berusia sekitar 10 tahun. Kayla yang mulai penasaran dengan buku diary tersebut, dia membalikan halaman diary tersebut satu persatu.
Saat Kayla mengangkat buku diary nya, tiba-tiba ada selembar kertas terjatuh dari halaman paling belakang di buku diary tersebut. Kayla mengambil foto tersebut, terlihat 2 seorang anak kecil yang kira-kira berusia 6 tahun, satu seorang anak perempuan dan satu lagi seorang anak laki-laki. Kayla tidak tahu siapa anak laki-laki tersebut.
...•¶¶•...
Tempat pemakaman umum yang terlihat sangat sepi.
"Papa Kayla datang untuk mengunjungi makan papa nya. Kayla tidak sendiri datang kesini Kayla di temani sama Mama. Semoga papa di sana bisa bahagia, Kayla akan selalu doakan papa." Kata Kayla, ia berjongkok sambil menaburkan bunga di atas tumpukan tanah.
Sea yang mendengar ucapan Kayla dia menatap Kayla dengan mata berkaca-kaca.
Dia bukan anak kandung ku, tapi kenapa rasanya kamu seperti anak kandung ku, saat aku berada di dekat kamu. Aku hanya bisa terdiam haru, melihatnya.
"Kayla sudah mau sore pulang yuk nak." Kata sea.
Sedangkan di sisi lain.
Mirna dan kedua orang tua Nayla yang berada di TPU. mereka bertiga mengunjungi makam Nayla kedua kalinya. Tiba-tiba Inah melihat seorang perempuan yang akan memasuki mobil dengan wajah yang tidak asing baginya.
"Nayla." Teriak Inah.
"Mah ... Tenang Nayla sudah tenang di surga." Kata Gino menenangkan istrinya.
"Tapi tadi mama melihat Nayla pah." Kata inah dengan air mata yang berjatuhan membasahi pipinya.
"kamu harus ikhlasin Nayla, biar dia tenang di alam sana." Kata Mirna menenangkan Inah.
...•¶¶•...
Senja yang sudah tergantikan dengan awan hitam di langit mungkin akan turun hujan. Kayla yang menuruni anak tangga satu persatu dia berjalan ke arah Sea yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Mama Kayla bosan di kamar." Kata Kayla.
"Ya udah temenin Mama saja di sini nonton drama." Kata Sea.
"Ouh iya, Kay besok kamu mulai sekolah ya, kamu mau kan sekolah." Kata Sea.
Sedangkan Kayla yang mendengar hanya mengangguk kepalanya saja.
"Kay sudah malam kamu tidak tidur." Tanya Sea.
Sea tersenyum kearah Kayla.
"Boleh sayang." Kata Sea.
Mereka berdua menaiki anak tangga satu persatu satu menuju kamar Kayla.
...•¶¶•...
Mobil berwarna merah terhenti di depan parkiran sekolah, Kayla langsung turun dari mobil tersebut.
"Mah.. nama sekolah ini apa?." Tanya ku, Kayla berjalan di lorong sekolah bersama Sea menuju ruang kepala sekolah.
"SMA Intercultural School atau biasa di singkat (JIS)." Jawab Sea.
Kenapa Kayla saat mendengar jawaban dari Sea, menurut Kayla nama SMA ini tidak asing baginya. Entahlah, Kayla jadi merasa sedikit pusing sekarang.
Pak Toni yang baru saja memasuki ruang kepala sekolah.
"Pak Toni tolong antar kan Kayla menuju kelas 10 IPA 2." Kata sang kepala sekolah.
"Nayla?." Kata pak Toni.
Apakah dia Nayla, tetapi bukannya siswi yang bernama nayla di sekolah ini telah meninggal dunia. Karena kecelakaan tabrak lari, tapi kenapa dia berada di sekolah ini sekarang.
"Nama saya Kayla pak bukan Nayla." Kataku tersenyum ramah ke arah pak Toni.
"Tapi kenapa wajah kamu mirip sekali dengan siswi yang bernama Nayla, siswi kelas 10 IPA 2, tapi sayangnya dia sudah meninggal karena kecelakaan." Kata pak Toni.
"Apa Nama kamu benar-benar Kayla bukan Nayla?." Lanjutnya memastikan bahwa dia benar-benar bukan Nayla.
"Iya nama dia Kayla, Kayla Angelin Frederica. Dia anak saya, asalkan bapak tahu dia sedang mengalami amnesia atau hilang ingatan." Kata Sea.
"Baiklah Kayla mari ikut bapak." Kata pak Toni.
•••
Aku berjalan mengikuti pak Toni dari belakang. Masuk ke dalam kelas yang terlihat sangat rusuh, namun saat guru masuk seketika langsung hening.
"Anak-anak kita kedatangan siswi baru." Kata pak Toni.
"Silakan masuk." lanjutannya
Saat Kayla memasuki kelas 10 IPA 2 seluruh kelas menatap Kayla dengan raut wajah bingung dan terkejut.
Apa di Nayla siswi yang sudah meninggal waktu lalu karena kecelakaan tabrak lari?.
Pertanyaan itulah yang berada di pikiran para murid.
"Nayla." Gumam Nika.
"Nayla bukannya sudah meninggal ya?." Gumam Jane.
"Kenapa dia masih hidup?." Gumam Ara yang duduk di sebelah Jane.
"Kamu bisa memperkenalkan diri kamu kepada teman-teman kamu, silakan perkenalkan diri kamu." Kata pak Toni.
"Hai.... Semuanya perkenalkan nama aku Kayla Angelin Frederica, kalian bisa memanggil ku Kayla." Ucap Kayla memperkenalkan diri kepada semua murid.
"Nama lo Kayla, bukan Nayla?." Tanya Aiden yang penasaran.
"Iya nama aku Kayla, bukan Nayla." Kataku.
"Anak-anak Kayla ini mengalami amnesia. jadi kalian bisa membantu Kayla untuk mengingat kembali masa lalunya."
"Kayla Kamu bisa duduk di bangku sini" Kata pak Toni, menunjukkan bangku paling depan. Setelah mengucapkan kalimat tersebut pak Toni keluar dari kelas.
Nika menghampiri Kayla yang duduk di barisan paling depan.
"Nama lo beneran Kayla bukan Nayla?." Tanya nika dan di dibalas anggukan cepat oleh Kayla.
"Apa lo enggak ingat sama gue." tanya Nika yang masih penasaran, Lagi-lagi Kayla hanya menggelengkan kepalanya.
"Udahlah Nik, biarkan saja kalau dia itu Kayla, bukan Nayla. Dari penampilannya aja beda jauh sama Nayla" Kata Jane.
"Hai..nama gue Kannika, lo bisa panggil gue Nika." Kata Nika tersenyum ke arah Kayla.
"Kayla." Ucap Kayla tersenyum.
Tiba-tiba terdengar bel istirahat berbunyi.
Seluruh siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin sekolah.
Aiden berjalan keluar kelas, tiba-tiba Kayla mencegah Aiden. Aiden yang merasa tangannya dipegang oleh seseorang, dia langsung menghentikan langkah kakinya.
"Ngapain lu pegang-pegang gue, lepasin." Kata Aiden.
"maaf ..aku cuma mau nanya, kamu mau pergi ke kantin kan." Tanyaku.
"Iya kenapa?." tanya Aiden.
"Aku boleh ikut kamu enggak, soalnya aku laper banget, pengen makan. tapi aku enggak tahu denah lokasi kantin di sekolah ini." Kataku yang memegang perutku yang sudah ada panggilan dari dalam perut.
...•¶¶•...
^^^Min, 10 SEP 2023 ^^^