My Life Story

My Life Story
dia wanita yang sangat dewasa



matahari sudah meninggi naura mulai mengerjap kedua matanya pelahan, naura bangkit untuk bergegas k kamar mandi namun perut naura terasa d aduk2


"oeekkk,,oeekk,,,, kpala aku pusing sekali pasti q masuk angin" setelah selesai mandi naura mnuruni tangga menuju dapur, d dapur nampak bibi tengah membuat roti panggang untuk sarapan pagi


"wangi sekali bi. ? pasti enak !" naura senyum menghampiri bibi lalau mengambil 1 potong roti bakar coklatnya


"naura laper bi, minta tolong bikinin teh hangat ya bi ?"


"iya non, silakan tunggu d meja makan nanty biar bibi antar !" naura pun menuju meja makan dengan membawa sepotong. roti panggang. naura bgitu lahap memakan rotinya


kenapa terasa lezat sekali rotinya, padahal ini sudah sering bibi suguhkan untuk sarapan, knp sekarang rasanya beda gk seperti biasanya


"ini non naura teh nya"


"makasih bi, bi apa bibi mengikuti kelas baking bi?" naura menanyakan namun mulutnya terus mengunyah rotinya dg lahap


"tidak non, memangnya knp? sahutnya


"rotinya enak sekali bi, tidak seperti biasanya rasanya" pelayan menyerngit bingung


roti panggang biasa yg biasa saya suguhkan, lalu apa bedanya sma biasanya? knp nona bilang rasanya lebih enak dari biasanya


naura asyik mengunyah rotinya hingga menghabiskan 3 potong roti, namun naura tersadar klo ibu ayah dan kakkaknya tidak ada d rumah karna rumah nampak sepi, naurapun meraih ponselnya


"pantes saja sepi, ternyata udah jam 9, tp kmana ibu pergi ya numben gk ada? gw jga kebo bener bangun mpe siang bgni" naura menekan tombol panggilan


"halo ra, ada apa? apa lo gk tau klo skarang hari libur? gw krumah lo siang ajh nanty, gw pasti temenin lo gw tau lo kesepian kan?"


"gw juga tau sekarang libur dindot.! gw cuma mw nitip sesuatu klo lo kesini! nanty tolong beliin gw asinan ya? gw pengen makan seger2 nih" sahutnya


" kaya org ngidam lo minta asinan, kya d rumah lo gk ada makanan ajah! ya udah nanty gw beliin ! by ra? "panggilan terputus


setelah makan naura hendak berenjak untuk kembali k kamar namun naura mengurungkan langkkahnya ketika mendengar bel rumah bunyi. naura membuka pintunya nampak sandra tersenyum manis


"tante, numben pagi2 sekali datang?" sapanya seraya mempersilahkan masuk lalu duduk d sofa ruang tamu


"sayang dimana ibu km.? ko sepi.?"tanya sandra clingukan


"naura jga tidak tau tan, dari bangun tidur naura tidak melihat ibu, mungkin lg ke pasar tan!" sahutnya


"nauara, ibu udah persiapkan semuanya untuk liburan, lusa kita berangkat sayang!" terang sandra


"baiklah tan, berapa hari kita dsana tan?"


"kalo tante sama om cuma bisa 3 hari, tp klo km mw lebih lama gk pp sayang, toh vila gak perlu sewa punya kluarga tante, jadi km bebas mw berapa lama dsana sayang" jelas sandra


"benarah tan ?" naura begitu gembira, ia emg butuh refresing untuk menenangan fikiranya


tak lama naura dan sandra berbincang tampak mala pulang dg tentengan kantong blanjaan


"eh, ada km san ? kapan dateng ?"


"blm lama la, km dari mana la!?"


"q abis dari pasar stok banjaan habis" sahut mala"oia san, ada apa? gk biasanya dateng pagi2 gini?" tanyanya


"ah tidak, hanya mw mengabari saja la, klo lusa kita berangkat k bali ! naura hanya mendengaran obrolan kedua wanita paruh baya itu hingga naura akkhirnya bankit untuk pamit kembali k kamar karna naura merasa bosan


"tan, mah, naura k kamar dulu ya ? ada beberapa tugas dari dosen pembimbing yg harus naura jerjain sebelum naura liburan !" pamitnya


"iya sayang, kembalilah km jangan terlalu cape km msh perlu istirahat cukup sayang" sahut sandra, naura pun bergegas k kamarnya


naura membaringkan tubuhnya d kasur kesayanganya, menatap langit2 kamarnya, lalu memejamkan matanya naura pun tertidur kembali, hingga siang tiba ketika dinda dateng naura masih tertidur pulas


dinda memasuki kamar naura ketika ibu naura bilang naura tengah ada d kamarnya


"rupanya bayi kecil gw tertidur lg"d elusnya rambut naura, dinda tidak tega untuk membangunanya dindapun akhirnya berbaring d samping naura


setelah setengah jam dinda berbaring, naura membuka matanya dan melihat dinda tengah memainkan ponselnya d sebelahnya


"dindot,, lo udah dateng? knp gak bangunin gw.? seraya bangun


"lo tidur kaya org mati, mana tega gw bangunin!" sahutnya tanpa berpaling dari ponselnya


"mana asinanya"


naura pun bergegas mengambil asinanya lalu kembali lg kk kamarnya, dan melahap asinanya dg rakus. dinda yg melihat itu hanya geleng2


"lo doyan apa laper ra? kaya sebulan gak nemu makanan ajah"


"entah lah, gw lg pengen banget makan nih asinan!" sahutnya tanpa berhenti lengunyah dg lahap.setelah habis semangkok besar asinan naura beesandar d kasurnya


"lusa kita berangat ke bali din! ibu sma tante sandra dan om hemdrik sih cuma 3 hari, tp klo mw kita bisa pulang kpan ajh! gw pengen seminggu buat refresing d sana din, gw pengen menikmati ombak dan sunset dsana lebih lama"terangnaya


"gw sih ngikut lo ajah ra, asal kau bahagia"seraya tersenyu


naura hanya menyenggol.lengan tangan dinda. dinda adalah sahabat terbaiknya selalu ada dalam kkeadan suka dukanya


****


dimas tengah meeting dg client d sebuah resto d jakarta, ia terlihat menjelaskan beberapa proposal untuk kerja smanya, namun ketika ia sedang menjelaskan proyek yg dy ajukan mata dimas menangkap sosok wanita yg tengah menjadi pusat pikiranya


mita, ngapain dy? sepertinya ia tengah menemani bosnya meeting jga


setelah selesai meeting dimas sengaja mnunda balik k kantor, ia sengaja menunggu mita selesai meeting.


dimas terus terzenyum memandangi mita yg terlihat sibuk dg file2 d tanganya


"dy wanita yg sangat dewasa, gak manja pinter cantik lg" gumamanya. tak lama mita terlihat berjabat sudah selesai meeting, dimas menghampiri mita ketika hendak keluar resto


"hai mit,, sedanga apa.? mita melihat sekeliling resto. entah apa yg di carinya


"dim, km sedang apa disini.?


"q abis meeting , pas mw pulang q liat km sepertinya lg meeting jga!"


"ah iya, q emg baru selesai meeting, tp maaf ya dim, q harus segera balik k kantor, q harus serahin hasil meeting q secepatnya!. jelasnya dg penyesalan


"ya udah, klo gtu q anter pulang ya?"


"tp kan q bawa mobil dim, nanty gimana mobil q ?" tanyanya


"nanty biar sopir q yang nganter mobil km ya" mita hanya tersenyum mengangguk.tak bisa d pungkirir mita emg seneng bisa pulang bareng dimas, bagi mita dimas laki2 yg beda, dimas bgtu dewasa dan lembut


keduanya tengah berada d dalam mobil dimas , keduanya terdiam dg pikiranya masing2 , alunan musik menemani keheningan keduanya.


" hmm mit"


"hmm dim" ucapnya barengan


"km duluan ajh dim"


"km ajah duluan mit mw ngomong apah"


"baiklah, gimana kabar naura? apa sudah baikan dim ?" tanya mita


"udah baikan sih, mudah2an ajh naura bener2 udah ikhlas lepasin dirga ! q sayang sama naura, dy adik kecilku yg menggemaskan, namun semua sirna begitu ajh , mungki tuhan tengah menyiapkan sesuatu yg indah untuknya !." dimas terus melajukan dg kecepatan sedang


mita tersenyum., ia bisa melihat dimas org yg begitu menyanyangi adiknya,


beruntung sekali km ra, punya kakak yg bgtu menyayangi km


sedangkan q hanya punya 1 adik q harus kehilanganya


"km knapa mit, liatin q begitu.?"


"ah tidak dim hanya ajah q merasa naura begitu beruntung, punya kakak sebaik km dim"


"ah bisa ajh km, itu biasa namanya seorang kakak pasti menyayangi adikkny"sahutnya dg senyumnya


mobil dimas kini sudah sampai d kantor mita, mita membuka pintu mobilnya hendak kluar dri mobil namun tiba2 tangan dimas menahan lenganya, mita memperhatikan dimas


"makasih ya, udah mw q anterin" mita tersenyum


"harusnya q yg berterimakasih karna q sudah d anter sampai kantor!"


dimas trus merhatiin mita hingga mita mengilang dari pandamganya. dimaspun melajukan kembali mobilnya menuju kkantornya