My Life Story

My Life Story
⁷Kecelakaan



...- Happy Reading -...


...Susah sekali mempercayai orang lain ketika seseorang yang kamu percaya pada akhirnya justru meng-hianati mu....


...Iya.......


...Kamu pasti lelah,...


...Jangan menyerah,...


...Jangan lari,...


...Kamu harus semangat!...


...Dan hadapi,...


...Semoga tuhan memudahkan....


...•¶¶•...


Saat aku akan meniup lilin ulang tahunku, kue ulang tahun yang dipegang oleh Nika dengan sengaja nya Nika mengarahkan kue ulang tahun itu ke depan wajahku. Otomatis wajahku penuh dengan krim kue, aku kira Nika akan berbagi kebahagiaan denganku, bukan berbagi seperti ini. Aku sempat berpikir kalau Nika itu orangnya baik, tapi ternyata dibalik kebaikan Nika ada hal yang buruk akan terjadi. Contohnya seperti ini dia selalu baik kepadaku di awal tetapi dia akan berbuat buruk kepadaku di akhir.


Semua orang yang melihatku tertawa puas. Aku hanya diam, aku tidak bisa melawan mereka. Percuma juga aku melawan mereka.


Tiba-tiba Aiden membawakan 2 gelas jus berwarna merah, dia berjalan ke arahku, dengan sengaja nya Aiden menuangkan jus tersebut ke arah rambutku. Ada Beberapa noda di baju dan wajahku yang terkena dengan krim kue, rambut ku juga basah terkena tumpahan air jus.


"Nih, gue bantuin buat bersihin muka lo yang penuh dengan krim." Kata Aiden, tersenyum sinis.


Aku hanya diam, air mataku yang terus saja menetes membasahi kedua pipiku. Aku langsung berlari turun dari panggung, saat aku berjalan di pinggir kolam renang.


"Ihhhhh...... Penuh dengan krim." Kata Ara dengan ekspresi wajah jijik menatapnya.


"Pulang saja sana bersihkan krim di muka lo itu." sambung Jane.


"Gimana guys pesta ulang tahun gue sangat seru kan." Tanya nika kepada teman-temannya.


Seru? iya itu seru bagi kalian semua tetapi bagi aku tidak sama sekali. Kalian bahagia di atas penderitaan orang lain. Bagaimana jika kalian yang berada di posisi ku sekarang? bagaimana rasanya dipermalukan seperti ini?


Nika berjalan ke arahku, sedangkan aku masih berdiri di pinggir kolam renang, tiba-tiba nika mendorongku dan aku pun tercebur kedalam kolam renang.


"Sekalian Lo cuci muka yang penuh dengan krim itu, biar kalau jalan enggak malu diliatin orang." Kata Aiden dan ditertawakan oleh semua orang.


Kenapa hidup aku jadi kaya gini tuhan. Kehidupan ku tidak seperti yang dulu selalu tertawa bahagia. Aku rindu dengan kehidupan ku yang dulu.


Aku berusaha menuju ke tepian kolam renang, aku langsung berlari keluar dari rumah Nika, baju ku basah dan beberapa krim yang masih menempel di wajahku dan rambutku. Aku menangis, aku berjalan menyeberangi jalanan yang begitu sepi.


"Kenapa hidupku jadi seperti ini Tuhan. Aku rindu dengan kehidupan ku yang dulu, kehidupan yang selalu di penuhi oleh kebahagiaan, bukan kesedihan." lirih ku, air mataku terus saja mengalir membasahi kedua pipiku.


Aku berhenti di tengah jalan. Aku berdiri lemas, saking tidak tahan lagi aku langsung duduk di tengah jalan, itupun tanpa aku sadari akhirnya. Aku tidak kuat lagi dengan kehidupanku, kehidupan yang begitu sangat menyakitkan.


Kenapa aku di sini tidak bisa berteman dekat dengan seseorang? Sekalian aku sudah dekat dengan mereka, mereka membuang ku seperti sampah, sampah yang sudah membusuk. Padahal aku sangat baik kepada mereka, tapi mereka membalas ku dengan cara yang sangat menyakitkan. Tapi kenapa, saat aku di perlakukan seperti ini aku tidak bisa membenci mereka,aku hanya bisa diam dan menangis.


Apakah kalian ingin merasakan kehidupan sepertiku, Kehidupan yang sangat kejam dan menyakitkan?


Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar dari belakang. Tetapi Nayla tidak peduli dengan suara klakson mobil tersebut. Dia tetap berteriak dan menangis di tengah jalan.


"Tolong minggir rem ini blong." Teriak seorang perempuan yang kira-kira berusia 35 tahun dari dalam mobil. suara klakson itu terus saja berbunyi.


Nayla tidak menghiraukan suara klakson mobil tersebut, ia menganggap nya seperti angin lalu. Hingga akhirnya mobil tersebut menabrak dirinya. Nayla terpental lumayan jauh, kepala Nayla yang terbentur dengan trotoar yang berada di pinggir jalan.


"Bunda....ayah....." Gumam Nayla,


kesadaran Nayla mulai hilang.


Sedangkan orang yang menabrak Nayla, dia pingsan di dalam mobil. Karena mobil tersebut menabrak pohon, seluruh warga berhamburan membantunya untuk membawanya ke rumah sakit terdekat.


...•¶¶•...


Udara pagi yang begitu segar, burung burung berkicau, terdengar sangat merdu. Cuaca hari ini terlihat lumayan bagus.


Seorang guru sedang mengabsen muridnya.


"Nayla Angelina Franca." Kata Bu Tuti guru IPS.


"Nayla tidak berangkat Bu." Kata Ara.


"Kenapa dia tidak berangkat. Apa ada kabar dari Nayla?." Tanya Bu Tuti.


"Bolos sekolah kali dia Bu atau mungkin dia sudah meninggal." Kata Aiden.


"Jaga ucap mu Aiden!." Kata Bu Tuti.


Aiden yang mendengar perkataan Bu Tuti hanya menganggap nya seperti angin lalu, ia malah tersenyum sinis saat mendengar nya.


Sedangkan di sisi lain.


Seorang perempuan yang baru saja sadar dari pingsannya.


"Bu..ibu mau pergi kemana. Ibu baru saja sadar." Ucap seorang perawat rumah sakit.


Perempuan tersebut berjalan ke arah pintu keluar ruangan, dengan dibantu oleh seorang suster. Tapi tiba-tiba langka kakinya terhenti.


"Sus." Panggilnya.


"Apa ada pasien seorang gadis, dibawa ke rumah sakit ini bersama saya." Tanya seorang wanita paruh baya.


"Pasien tersebut ada di ruang sebelah." Kata suster tersebut.


"Apa boleh saya menemuinya sus." Katanya.


"Boleh, mari saya bantu." Kata suster tersebut.


Seorang wanita paruh baya membuka knop pintu, seorang wanita tersebut mendekati seorang gadis yang masih terbaring di bed pasien. Gadis tersebut tidak sendirian ada seorang dokter yang sedang memeriksa nya. Tiba-tiba gadis yang terbaring di bed pasien, jari tangannya mulai bergerak. Seorang dokter yang berada di sebelahnya langsung memeriksa gadis tersebut.


"Dokter bagaimana keadaan pasien." Tanya seorang wanita paruh baya.


Gadis tersebut tersadar, dia hanya diam melihat sekeliling sekitar, dia tidak tahu sekarang ada di mana. Gadis tersebut hanya diam dengan tangan yang memegang kepalanya yang merasa sakit.


"Hai.. nama kamu siapa?." Tanya wanita paruh baya tersebut dengan lembut.


Gadis tersebut hanya diam, menatapnya. Beberapa menit kemudian gadis tersebut hanya menggeleng kan kepalanya pelan, dengan raut wajah bingung.


"Apakah anda keluarga dari pasien." Tanya seorang dokter.


"Iya saya keluarga dari pasien." Jawab wanita tersebut berbohong.


"Mari ikut saya sebentar." Kata dokter tersebut.


Wanita paruh baya tersebut bernama Sea Angelin, atau biasa dipanggil Sea.


Sea berjalan keluar dari ruang tersebut. Langkah kaki dokter tersebut berhenti di depan pintu.


"Pasien tersebut mengalami Amnesia Disosiatif. Karena pasien mengalami kecelakaan yang mengakibatkan trauma pada kepalanya, atau bisa juga karena mengalami kondisi stres." Kata dokter tersebut menjelaskan.


Amnesia Disosiatif?


Amnesia jenis ini merupakan kondisi ketika pengidap tidak mampu untuk mengingat berbagai informasi pribadi yang bahkan dinilai sangat penting. Pengidap amnesia jenis ini bisa saja lupa siapa nama dan segala hal yang erat kaitannya dengan pribadinya.


Biasanya, pengidap amnesia jenis ini pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan trauma pada kepalanya, atau bisa juga karena mengalami kondisi stres.


"Apakah pasien akan bisa mengingat kembali masa lalunya?" Tanya sea.


"Kemampuan besar pasien masih bisa mengingat. Pasien umumnya akan kembali secara perlahan ataupun tiba-tiba dalam beberapa hari."


Setelah mendengar informasi pasien dari dokter tersebut. Sea langsung berjalan keluar.


Jika kalian bertanya bagaimana kondisi sea sekarang?


Dia baik baik saja, dia hanya mengalami pingsan saat menabrak pohon semalam.


...•¶¶•...


Suara ketukan pintu terdengar sangat jelas, Mirna berjalan ke arah pintu utama, dia membuka knop pintu. Saat pintu terbuka ternyata ada 2 seorang polisi.


"Apa anda keluarga dari seorang perempuan yang bernama Nayla Angelina Franca?" Tanya salah satu seorang polisi.


"Iya saya tantenya. Ada apa ya pak?." Tanya Mirna, penasaran.


"Korban kecelakaan yang bernama Nayla telah meninggal dunia di tempat kejadian. Korban tertabrak lari, apakah ini barang barang milik korban" Kata polisi tersebut.


Apa.meninggal, Mirna yang mendengar masih tidak percaya. Tidak terasa air mata Mirna menetes membasahi kedua pipinya. Nayla yang dulu selalu dia marahi, bahkan Mirna menganggap Nayla bukan seperti keponakanya sendiri, melainkan seperti pembantu di rumahnya.


"Iya ini barang-barang milik Nayla. Sekarang dia dimana pak?." Tanya Mirna. Ia mengambil barang-barang Nayla dari tangan polisi tersebut.


Mirna menyesal, karena selalu memarahi Nayla yang tidak pernah melakukan kesalahan sedikit pun, tetapi dia selalu memarahinya.


"Jenasah korban berada di rumah sakit." Kata seorang polisi memberikan selembar kertas, yang bertulisan alamat rumah sakit tersebut.


Mirna langsung menelfon Inah. Dia menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Nayla hari ini.


Inah dan gino yang mendengar kejadian anaknya, langsung pergi ke terminal bus menuju Jakarta. Di sepanjang perjalanan Inah terus saja menangis dan memeluk bingkai foto Nayla. Bukan hanya Inah saja yang merasa sedih Gino pun ikut sedih. Bagaimana tidak sedih, Nayla adalah anaknya sendiri. Memang Nayla bukan anak kandungnya, tetapi Nayla sudah di rawat sejak dia berusia 11 tahun. Mereka berdua sudah menganggap Nayla seperti anak kandungnya.


...•¶¶•...


^^^Rab, 30 Agu 2023^^^