My Life Story

My Life Story
kedatangan sandra



 


seminggu telah berlalu setelah kepergian dirga, kluarga hendrik mulai bisa menerima kepergian dirga. berbeda dg naura yg blm bisa menerima kepergian tunanganya tersebut.


 


hingga saat ini naura msh saja terdiam tak mau bicara


semenjak kepergian dirga dinda selalu menemani naura, hanya dindalah yg bisa membujuk naura untuk makan meski hanya sedikit naura makan


naura dan dinda tengah duduk d taman halaman belakang rumah naura.dinda sengaja mengajak naura k taman agar dinda bisa merasakan udara sejuk d luar dg harapan bisa merefreskan pikirinya saat ini


"ra, sampai kapan lo mw begini ra? apa lo gk kasihan sama ayah ibu? mereka sedih liat lo tiap hari trus begini ra! lo harus bangkit ra, lo gk bisa trus2an larut dalam keadan sepert ini?" dinda sudah tak tau lg gimana cara nya membuat naura kmbali sepert sedia kala naura slalu aja diam dalam tatapan kosongnya


 


"katakan sma gw din, gw harus nglakuin apa supaya dirga kembali, gw gk bisa hidup tanpa dirga din?. naura terus menatap dinda, air matanya terus menetes membasahi pipinya


 


"knp dirga tega ninggalin gw sendiri din? gw gk mampu hidup begini din gw gk sanggup"sambungnya lirih


" ra,,, gw mohon lo jangan bicara seperti itu , lo masih punya gw, ibu, ayah, kak dimas ra !, kita semua sayang sama lo ra, ini bukanlah akhir dari segalanya "dinda tak kuasa menahan tangisnya, slama dinda mengenal naura baru sekarang lah dinda melihat naura bgtu rapuh


mobil hendrik memasuki halaman rumah naura , hari ini hendrik dan sandra ingin melihat kondisi naura


" tok tok tok"


asisten rumah naura pun berlari untuk membukakan pintu


" pagi bi? nyonya mala dan tuan hendra ada!? sapa sandra pada bi inah


"ada nyonya sandra, mereka ada d kamarnya! silakan masuk biar saya panggilkan!" ucapnya lalu bergegas menuju kamar tuanya


tak lama hendra dan mala pun kluar menemui hendrik dan sandra


sandra dan mala kini berpelukan bgtu erat


"gmna keadaan km sandra? q tau semua ini gk mudah, tp percayalah dirga sudah bahagia dsana" hibur mala


" q udah ikhlas la, km benar dirga sudah bahagia d sana, q pun harus bahagia" ucapnya dg tenang


" dmana naura? gmn keadanya skarang? q kesini ingin melihat naura! "


 


"naura msh blm bisa menerima kenyataan, masih diam gk mw bicara, hanya dg dinda lah naura mw bicara walau tak banyak, sekarang naura ada d blakang bersama dinda" mala berucap sedih, pasalnya udah seminggu setelah kepergian dirga, namun naura msh tak mw bicara


 


"apa gk sebaiknya qt k pesikiater ajah? q takut naura terlalu stres, atau naura harus liburan beberpa hari supaya hatinya lebih tenang?" sandra sangat khawatir dg kejiwaan naura jika naura terus berlarut larut dalam kesedihanya


"sepertiny ide bagus, biar nanty saya minta tolong dinda untuk menemani naura, karna hanya dindalah yg bisa ngendaliin emosi naura"jelas mala


" baiklah, q akan menemui naura dulu bolehkan? " malapun mengangguk tersenyum


" tentu boleh dong, km bisa mengaggapnya sebagai putrimu jga!. "


"trima kasih mala, kau bgtu peduli dg aku"ucap sandra seraya memeluk mala


sandra pun jalan kearah blakang menuju halaman rumah belakang


tampak 2 gadis sedang tengah memeluk naura


naura, terimakasih km telah mencintai dirga dg sepenuh hati km.tp tante sedih liat km terpuruk sepert ini sayang.


sandra menghampiri naura yg tengah duduk bersandar k pundak dinda


" sayang,,,, boleh tante duduk d sebelah km? " dinda hanya diam tanpa bicara


dindapun memberinya waktu pada sandra untuk bicara dg naura


"tan, saya permisi dulu kedalam tan, saya titip naura!" dindapun masuk k dalam membiarkan sandra menemani naura


"kehilangan org yg kita cintai memang sangat menyakitkan, hidup terasa kosong, tak bersemangat menjalani hidup, tp apa km tau sayang!? membiarkan qt terus terlukapun akan menyakiti banyak org yg menyayangi qt" sandra mencoba memberinya kekuatan meski naura tak merespon sedikitpun


naura msh terus larut dalam kesedihany


"naura sayang, tante tau smua ini sangat berat buat km, dirga sudah bahagia sayang disana, dirga pasti sedih loliat km terus2an seperti ini naura? naura trus terdiam dan kembali meneskan air matanya


" tan, knapa tuhan gk adil dg naura?, bahagianya naura itu ada pada dirga tan, tan coba katakan pda naura tan? klo dirga masih ada tan, naura hanya butuh dirga tan, naura gk butuh apapun, naura mw dirga tan " naura nangis resedu, sandra tak kuasa menahan air matanya, sandra memeluk hangat tubuh naura


 


"knp dirga tega ninggalin naura sndri tan?" naura berucap sangat lirih


 


"sayang,, coba km liat tante !? tante jga sangat terpukul atas kepergian dirga, tante ibu yg melahirkanya, tante jga sma kya naura, gk bisa terima kenyataan ini, tp tante harus bangkit, karna itu yg dirga mw dari tante, bgtupun dg km sayang dirga pasti ingin km bangkit, dirga ingin melihat km bahagia sayang!, berjanjilah sayang, km akan mengikhlaskan dirga, ini smua demi dirga sayang, demi ketenangan dirga!" naura mempererat pelukanya pada sandra


"naura gk tau tan, dari mana naura harus memulai semuanya , naura rasanya tak mampu sekedar untuk bernafas, naura hanya ingin dirga tan"


"sayang apa km mw pergi k suatu tempat untuk menenangkan diri? tante yakin, km bisa memulai hidupnya kembali dg kehidupan yg baru! " namun naura hanya trus terdiam


" kita masuk sayang km harus makan "


" naura tidak laper tan "


" km harus makan sayang, dirga gk akan suka klo liat km trus seperti ini" sandrapun mnuntun naura masuk k dalam untuk makan


tante gak mampu nelihat kamu rapuh seperti ini sayang, km udah seperti putri tante sendiri


kini naura dan sandra tengah d meja makan dg telaten sandra mnyuapi naura


mala dan dinda yg melihat itu smua mnitikAn air matanya


terimakasih san, km telah mencintai putriku seperti km mencintai anakmu sendiri


sayang segeralah pulih, mamah gk sanggup liat km seperti ini (mala)


ra, gw gak mampu liat lo seperti ini ra, gw rindu lo yg dulu.


gw rindu canda tawa lo ra (dinda)


naurapun sekarang telah tidur d kamarny d temani dinda


smentara ayah hendra dan hedrik tengah berbincang d teras rumah kini d ruang tengah hanya ada sandra


"gmana san, apa naura mw bicara?"


"iya nura udah mulai bicara, tp terlihat blm bisa melepas dirga! minggu depan ajaklah naura liburan k suatu tmpat, tp jangan ajak naura k puncak, karna itu akan mengingatkanya pda dirga la ! sepertinya q harus pulang dulu mala, kapan2 q kesini lg, kabari q klo udah ada perkembangan lg"


"iya, terimakasih ya san"? hati2 d jalan"


.


..


....