
pagi itu mita tengah mengendarai mobilnya, ia hendak berangkat kantor, namun d tengah jalan mobil mita bocor, mita bingung, menghubungi bengkel blm pda buka jarna msh pukul 7
"sial,,,, knp mogok segala sih, mana ada meeting pagi lg"grutunya
mita terlihat mondar mandir gk lama terlihat mobil menghampiri mobil mita, mita terus memperhatikan mobil yg berhenti d depanya itu, dan ktika org dalam mobil kluar mita sedikit lega
ah ternyata dimas q pilkir siapa
"mita? knp mobilnya? "
"ah ini mobilnya mogok tiba2, q gak tau tentang mesin mobil sama sekali" jelas mita
"coba q cek dulu sebentar ya" dimas pun mengotak ngatik untuk mengecek penyebabnya mogok.
"coba nyalakan mobilnya mit?"pinta dimas
terdengar suara stater mobil, terlihat mita begitu senang lalu menghampiri dimas.
"dimas terimakasih ya, untung ada km! tp sebelumnya q minta maaf q harus jalan sekrang, q ada meeting pagi ini !" suara mita sedikit melemah ia tak enak hati.
"iya tidak apa2 mita, saya juga harus k kantor ko" dimas menjelaska.sejenak mita berfikir
"gimana klo nanti malam q traktir km makan, apa km mw dimas? anggap saja traktiran rasa trima kasih q"mita berucap ragu. namun dimas mengangguk mita pun tersenyum senang
"baiklah, nanty malem jam 8 kita ketemu d resto seefood 99, sampai jumpa, maaf q buru2"mitapun berlalu begitupun dengan dimas
******
pagi ini naura mulai masuk kuliah kembali, naura dan dinda baru saja sampai d kampus.naura tersenyum melihat sekeliling kampus
"ra, beneran lo udah baik2 ajh? gw khawatir keadan lo ra?!" suara dinda terlihat cemas
"tidak apa2 din, percayalah gw baik2 saja din!" naura meyakinkan dinda. dinda hanya diam mengikuti langkah naura
"naura"
naura dan dinda bersamaan menoleh ke sumber suara itu.seorang laki laki menghampiri naura dan dinda. naura dan dinda tersenyum.
"akhirnya lo masuk lg ra, gw seneng lo udah mulai masuk kuliah lg ra" ucapnya tersenyum
"iya tan, gw lama gk masuk rasanya udah kangen sama kampus" naura terlihat tersenyum namun baik dinda ataupun nathan menyadari jika senyum itu masih menyimpan luka
"ah tan, apa sepulang kuliah lo punya waktu?" dinda seperti menemukan ide
"hhmm tidak ada, ada apa emgnya din?"
"gmna setelah pulang kuliah kita jalan2?" kita lama gak jalan bareng kan? "dinda melirik naura" gmna ra? mau ya, kita lama gak jalan kan bareng kan?! "dinda berkata penuh harap
"baiklah kita mau kemana memanganya?"
"kita nonton ra, ada film baru ra, lo mau kan than?" nanthan mengguk
"ya sudah q k toilet sebentar ya? kalian tunggu sebentar ya?" pamitnya kemudian berlalu
"than lo bantuin gw ya, biar naura lupa sama kepergian dirga, gw yakin naura msih trus memikirkanya"
"lo tenang ajah din, gw pasti bantuin ko! jga gk mau liat temen kita terus2an sedih" jelas nathan
gw pasti bakal hapus ingatan dirga dari hidup lo ra, gw sayang sama lo, gw gk akan ngebiarin lo larut dalam kesedihan lo , klo lo bahagia gw juga bahagia
"din, than k kelas yu? sbentar lg jelas d mulai!." mreka bertigapun menuju kelas mereka kbetulan mereka 1 akademik
sore pun tiba kini ketiganya tengah menuju moll untuk nonton bersama.sesampainya d bioskop dinda menbeli pop cron dan cola drink sedangkan nathan ngantri untuk membeli tiketnya. mereka memilih nonton sinema komedi.
film pun dimulai ketiganya terus tertawa slama menonton. drama yg d suguhkan sungguh mengocok perut, dinda dan nathan sengaja memilih komedi agar naura lupa akan kesedihanya
"sunguh konyol tingkah mereka tadi ya, perut q sampai sakit karna terus tertawa" naura bicara antusias
"iya klo ajh itu ada d dunia nyata, pasti pemeranya udah abis q cubitin pipinya karna gemas" dinda menimpali
" lo mau makan apa ra? "
"gw pengen makan seefood din!" nathan hanya tersenyum
"ya udah ayo kita mampir restoran seefood faforit q ajh, kalian pasti suka"
mereka bertiga pun kluar moll menuju restoran yg d tunjuk oleh nathan
****
mita tengah memilih pakain yg cocok untuk ia kenakan
terlihat mita beberapa kali mengganti baju, ia begitu kebingungan
"knp gw gk pede gini ya? pdahal kan q hanya ingin mentraktir saja karna dimas udah menolong q tdi pagi, knp gw grogi kaya mw lkencan ajh sih!..aarrrggghhhh....."mita mengacak ngacak rambut gemas
"ok lah, gw pake dres yg ini saja, tidak terlalu formal, terlihat lebih santai" gumamnya
setelah mengenakan dres selutut warna hijau d rambut d biarklan terurai mita pun berjalan menuju resto tempat ia dan dimas janjian.terlihat dimas tengah menunggu d meja
" maaf ya dimas, q terlambat "dimas menoleh dimas terus memamdangi wajah mita yg terlihat cantik dg balutan dres yg ia kenakan tanpa berjedip seakan ada sihir yg memaksanya untuk terus menatap mita
"dimas,, km gak pa2 kan? mita melambaikan tanganya d hadapan dimas
"ah i_iya silakan duduk mit" ucapnya gugup
mita duduk berhadapan dg dimas, jantung mita berpacu dg cepat, seperti habis lari maraton begitupun dg dimas, dimas tak bisa menutupi rasa groginya berbeda dg mita yg pandai menutupi perasanya, sesekali dimas melirik mita kemudian melirik sembarang tempat dimas bener2 grogi
*kenapa gw nerves begini sih, malu gw d hadapan mita gw terlihat jelas salting begini (dimas)
jangung gw serasa mw copot gini, ah dimas lo knp terlihat keren bgini, opa lee min hoo maaf q bedusta padamu (mita*)
lama keduanya terdiam sibuk dg pikiranya masing2, mungkin lupa dg tujuannya dateng resto
"dimas km pesen apa?" mita memecahkkan keheningan
"ah iya lupa kita belum memesan makanan ya? q ikut km ajh mit"
" baiklah "mita pun memanggil pelayan untuk memesan malkananya
"mba, kepiting saus padang 2, cap cay, asam manis udang , ah minumnya jeruk anget ya 2" ucapnya pada pelayan
"baik nona d tunggu pesananya"
saat mita dan dimas tengah menunggu pesanan mata dimas menangkap sosok naura dan dinda bersma 1 org laki2 tengah d restoran yg sama, naura terlhat sesekali tertawa
"mit, bukanya itu naura ya" sedang apa dy dsini? "dimas pun hendak bangkit untuk menghampiri naura namun mita menahan lengan dimas
"dimas km mau kmna?"
"mengajak mereka gabung dg kita, km gk masalah kan mit?"
"q sih gak masalah dim, tp coba km liat deh, naura terlihat bahagia dy terlihat banyak tertawa, apa gk sebaiknya kita biarkan mereka saja,? maksud q bukan apa, klo naura gabung bareng kita takut naura jadi canggung, bukankah km mengharapkkan naura tersenyum kembali!" dimas terdiam lalu tersenyum
"km benar mit, naura terlihat bahagia, dy terus tertawa! ya sudah ayo kita makan
.
..
..
..
..