
pagi hari dinda sudah nyampe d rumah naura bgtulah kegiatan dinda akhir2 ini semenjak naura kehilangan tunanganya.kluarga naura tengah sarapan bersama
"pagi tan, om, ka bima! apa naura blm bangun tan?"
"sudah sayang, km duduklah sarapan bareng kami, biar tante yg panggil naura untuk makan!" mala mencoba mnawarkan diri
"tp tan" ucapan dinda terpotong
"sudahlah sayang , tante akan coba bicara sama naura, tante jga rindu bicara denganya"
" baiklah tan "
"tok tok tok,,,, sayang boleh ibu masuk ?"
namun naura tak menjawab. mala pun membuka pintu kamar naura.
tampak naura tengah memeluk kedua lututnya matanya terus menatap luar jendela
mala menghampiri naura lalu duduk d kasur samping naura
d belainya rambut naura penuh dg kasih sayang.
"sayang, dinda sudah d bawah, kita sarapan bersama yuck? dinda menunggu km !" naura menoleh k arah ibunya. naura memeluk ibunya begitu erat air mata naura menetes membasahi bahu ibunya
"maafkan naura bu , naura sudah membuat ibu cemas, naura tidak memikirkan perasan ibu" naura berucap dan terus menangis
" tidak apa sayang, ibu sangat mengerti, ibu seneng akhirnya km mulai mau bicara "mata mala berkaca kaca bgtu bahagia liat prubahan naura meski tidak banyak
"sekarang qt makan dulu sayang, ayah dan dimas pasti seneng liat km seperti sekarang"naura hanya senyum pahit
dimeja makan hendra dimas dan dinda tersenyum melihat naura turun bersama ibunya, sebenerya bukan hal aneh ibu dan anak jln bersama namun karna keadan naura akhir2 ini yg terpuruk dan hanya bisa d bujuk dinda. tp kali ini ibunya lah yg nembujuk, itu yg membuat suasana berbeda.
hendra segera bangkit dan memeluk putrinya itu karna bgtu bahagia putrinya mw makan d meja makan. biasanya dindalah yg membawa makanan k kamar dan menyuapinya
"ayah senang sayang, akhirnya km mw makan bersama kami lg"ucapnya dan menitikan air mata kmudian hendra langsung menyeka air matanya. d susul dimas yg jga memeluk adik kesayanganya dg erat.
dinda menitikan air matanya bgtu haru, akhirnya sahabatnya perlahan mulai keluar dari keterpurukanya
naura menghampiri dinda dan memeluknya begitu erat
kduanya menagis dinda bgtu bahagia
" maaf kan gw din, gw banyak ngrepotin lo blakangan ini! km setia menemani gw dalam dalam keterpurukan gw lo ttp sabar menemani dan menjaga gw" naura bicara dan terus menangis
"tidak ra, gw ini sahabat lo ra, gw gak mungkin biarin lo sendri dalam keadan gk stabil, gw seneng liat lo bangkit kmbali"dinda melepas pelukanya dan mengajaknya makan
berita bahagia ini telah sampai d telinga sandra.
sandra sangat bahagia mendengar kabar naura
kediaman hendrik
" hallo la, apa kabar? apa ada perkembangan tentang naura?
"apah? km seriuskan gk becanda?"
"baiklah setelah mas hendrik pulang kantor kami akan datang berkunjung"
sandra begitu bahagia mendengar kabar dari mala kalau ada perkembangan pesat pda naura
" akhirnya km kmbali sayang,"
sandara mematap foto dirga yg terpajang d ruang tamu dg tersenyum
km pasti bahagia kan sayang, naura sekarang udah mengikhlaskan km, naura mulai bangkit sayang
ini kan yg km mau naura bahagia disini
tanpa sadar sandra menitikan air matanya
sejujurnya sandra begitu rindu dg dirga, tp sandra sadar klo dy gk boleh terus larut dalam kesedihanya
sore hari hendrik pulang dari kantor dan sandra tengah menunggunya d ruang tengah dengan pakaian yg sudah rapi
"mah, mw kemana rapi bener? dan km terlihat bahagia, ada apa? tanya hendri sembari tersenyum
" ada kabar baik pah, naura udah mulai membaik, qt harus kesana pah sekarang, mamah gk sabar ingin ketemu naura" sandra bicara penuh dengan kebahagiaan
"baiklah, papah mandi sebentar! apa mita gak ikut mah?" tanyanya
"ikut pah, mita juga mau liat keadaan naura, sekarang mita tengah bersiap"
" baiklah tunggu papah sebentar "
hendra tersenyum melihat sahabatnya dateng lalu bangun untuk menyambut sahabatnya itu
"\ kalian datang? hendra tersenyum seraya memeluk hendrik. "masuk lah naura dan mala pasti seneng"
"kami ingin melihat keadan naura, mala bilang keadan naura mulai membaik"tanya sandra
"iya sandra , smua berkat dukungan kalian juga"
hendra mempersilakan kluarga hendrik masuk dan memanggilkan istri dan anaknya
mala trun menemui sandra d susul naura dan dinda
sandra langsung menghambur memeluk naura ketika naura menghampiri mereka
"tante seneng sayang, km emg harus kembali melanjutkan hidup km sayang"ucapnya bgtu bahagia
"iya tante, makasih tante udah bantu sadarkan naura, naura emg masih sedih dirga pergi, naura blm sepenuhnya ikhlas tan. tp naura akan berusaha ikhlas tan! semoga dirga jga bahagia dsana?" naura tersenyum getir sandra kmbali memeluk naura
" makasih sayang, dirga pasti bahagia melihat km sekarang"
"naura,,,,, km harus melanjutkan hidup km, berbahagialah jika kau sayang dengan dirga, dirga pasti bahagia jika kau juga bahagia" mita memeluk naura, kluarga hendrik memang menyanyangi naura
"iya kak, terimakasih kak"
dinda tersenyum terharu, dy begitu senang sahabatnya banyak yg menyayanginya.
"dinda, sini sayang duduk sama tante!."mala meraih tangan dinda untuk mengajaknya duduk d sebelahnya
dinda menuruti dan duduk d samping mala
mereka berbincang bincang2, naura hanya tersenyum tak banyak bicara namun lebih baik dari kmren2 yg diam dalam tatapan ksongnya
"gmna kalo minggu depan kita liburan k bali? nanti qt sewa vila besar dsana kita bisa tinggal 1 vila dsana" sandra memberi ide liburanya. smua setuju kecuali mita dan dimas
" mita gk bisa ikut mah"
"kenapa sayang, apa km gk dapet izin dri perusahaan? tanya sandra
"bukan bgitu mah, tp.saat ini perusahan tempat mita bekerja tengah menangani proyek baru mah, dan itu proyek besar, mita gk bisa ninggalin begitu ajh mah, mita harus fokus sama proyek ini mah"mita menjelaskan
" baiklah mama mengerti"sandra kemudian bertanya dg dinda khawatir dinda jga gk ikut
"dinda sayang, km bisa ikut kan? naura pasti butuh km disana!"
"ah i-iya tan dinda ikut" jawab dinda gugup
sejujurnya dinda tak enak hati karna liburan ini bisa d bilang liburan kluaraga, sedangkan dinda org lain dsini
tp dinda jga gk bisa membiarkan naura sndri, karna dinda yakin naura blm sepenuhny kluar dri keterpurukanya
"baiklah klo bgtu qt akan berangat minggu depan, papah bisa kan atur jadwal kantornya"
"akan papah atur mah"
"apa gk terlalu cepat san?" mala bingung sebab yg mala tau suaminya minggu depan ada jadwal keluar kota
"lebih cepat lebih bagus kan? apa ada masalah mala?" sandra bertanya bingung
"begini san., minggu depan mas hendra ada perjalanan bisnis keluar kota" mala menjelaskan
"tidak apa2 bu, ayah bisa nyusul kesana nanty lagi pula yg sandra bilang emg bener lebih cepet lebih baik, semu juga demi naura"
" iya mah, jangan khwatir, kan papah ada dimas mah, dimas jga pasti temani papah"dimas menimpali
"baiklah klo bgtu, minggu depan qt berangkat"mala akhirnya setuju dan bertanya pada putriny
"sayang, km setujukan?"
" iya mah, naura mungkin emg butuh refresing "naura tersenyum pada ibunya
kluarga hendrikpun pulang bgtu juga dg dinda
kini naura tengah d kamar sndri tengah menatap ftoo dirga
sayang bahagialah disana, q akan mencoba mengihlaskan km, aku akan melanjutkan kembali hidupku yg masih panjang
.
.
.