
aku menitikan air mata ku karena saking marahnya air mata ku susah untuk dibendung
aku ingin memberontak tpi apa daya ku hati ku terlalu rapuh.hiks hiks
Exchel pov
aku baru saja pulang dari pekerjaan bisnis dan siapa sangka yang tadinya ku kira akan selesai 2 bulan malah menjadi 3 bulan.dan aku hampir lupa jika Risty berada dirumah ku dan mengunci semua akses jalan keluar dari rumah itu.
.
.
"tidak ku mohon jangan menangis lagi lucia,
aku tidak tahan jika melihat mu menangis"(Exchel)
tampa sadar ku usap air matanya dan ku kecup kening nya
Risty pov
aku membulat kan mata ku saat dia mengatakan lucia, kenapa hati ku sangat sakit saat dia mengatakan nama lucia
"lucia?" tanya ku padanya
tiba tiba saja dia beranjak lalu keluar dan membanting pintu kamar brakkkk
"lucia? heh siapa sebenarnya dirimu? awww kenapa kepala ku sakit lagi"ujar ku pada diri ku sendiri.
keesokan harinya
aku turun dari kamar dan sudah memakai pakaian rapi dan juga harum. aku berjalan menuju dapur untuk minum,bisa ku lihat ada seseorang yang sedang duduk santai memainkan handphone nya di sofa
aku terus berjalan melewatinya dan sesegera mungkin ke dapur.
setelah di dapur ku buka kulkas dan mengambil susu kotak dan sesegera mungkin meminumnya.
"huffff aku harus melewati si antagonis itu ,menyebalkan sekali" kata ku pada diri ku sendiri.
lalu aku berjalan menuju pintu keluar namun saat aku melewati ruang tengah tangan seseorang menarik tangan ku dengan cengkeraman yang kuat.
"aww sakit lepas kan tangan ku" (Risty)
" mau kemana kamu?!" (Exchel)
" aku ingin pergi bekerja apa kamu tidak lihat aku hampir terlambat karena kamu!" (Risty)
" aku sudah memperingati mu untuk tidak keluar dari rumah ini,apa kamu ini bodoh hehh??!!!"(Exchel)
" cukup Exchel aku bukan boneka kamu aku manusia aku bisa gila jika terus terusan berada di rumah mu" (Risty)
plakkkk sebuah tamparan mendarat di pipi ku
hingga aku tersungkur ke lantai.aku berdiri lalu menampar nya kembali yang tak kalah kerasnya juga plakk
" heh cuihh" (Exchel)
" aku akan pergi dan ya terima kasih atas tamparan mu aku akan mengingatnya"( Risty)
.
.
.
Exchel pov
"DASAR JALANG!!!!" teriak ku saat ku lihat di mulai keluar dari rumah ku
ya aku marah saat dia membantah perintah ku dan untuk pertama kalinya ada seseorang wanita yang berani menampar ku dengan keras.
" kou akan membayar semua atas tindakan mu,heh lihat.saja" seringai jahat ku yang sudah berencana akan membalasnya suatu saat nanti.
.
.
di kantor
ceklek suara pintu terbuka dan semua karyawan yang berada diruangan tersebut menoleh padanya
"Risty?" dia menoleh lalu tiba tiba lari mendekati Risty dan memeluknya dengan erat
"uhuk uhuk apa kamu ingin membunuh ku,aku sesak tidak bisa bernafas" ucap Risty kepada laki laki yang memeluknya dengan erat
"ahh maaf kan aku,aku terlalu rindu saat aku tidak melihat mu selama 3 bulan terakhir ini" ujar alex sembari melepaskan pelukanya.
dia menarik Risty dengan kuat dan membawanya keluar ruangan.
" alex kou mau membawa ku kemana?" tanya Risty kepada alex
"ikut saja dengan ku" ( alex)
" tpi aku baru saja masuk jika aku sekarang bolos kerja bisa bisa ka jonathan memecat ku" cemasnya (Risty)
" hal itu tidak akan terjadi jika pun hal itu terjadi ingat lah aku juga akan keluar dari perusahaan itu dan akan mengikuti mu sampai kapan pun"(alex)
Risty membulat kan matanya tak percaya apa yang laki laki itu katakan
"ta ta tapi kamu tau kan bahwa aku..." (Risty)
"istrinya Exchel william,begitu kan maksudnya?( Risty hanya menganggukan kepalanya) ingat lah satu hal walaupun dirimu menjadi milik laki laki lain,aku tidak akan pernah berhenti mencintai mu.dan ya aku tahu jika Exchel tidak menyukai mu begitu pun dengan dirimu.maka dari itu saat dia menceraikan mu aku akan menjadi laki laki pertama yang akan menikahi mu dengan penuh cinta dan kasih sayang" ujarnya pada Risty,yang sontak membuat Risty bengong.
.
.
alex pov
ya kalian pasti bertanya tanya kenapa aku bisa mengetahui jika Exchel tidak mencintai Risty,ya aku adalah alex george graham apa yang aku inginkan akan aku dapat kan termasuk informasi yang sekecil itu.