
dikediaman William menunjukkan pukul 04.00 Risty terbangun dan merintih kesakitan.
wajahnya pucat,lemas dan lesu tak bertenaga.
"ahhh.....sakit sekali perut ku huhhhhh huhhh huhhh" rintihannya
Dertt derttt suara deringan hp disebelahnya
"ris?" ucap laki laki diseberang sana
"huhh huhh ya? kenapa?" jawab singkat Risty yang nafasnya mulai tersengal-sengal
" kamu baik baik aja kan? kenapa suara nafasnya berat sekali? kamu sakit rist?" khawatirnya
" ti tidak a aku ba baik baik saja" ucap Risty yang berusaha menahan rasa sakit di area perutnya.
"tidak kamu tidak baik baik saja...tunggu aku di sana! aku akan membawa mu ke rumah sakit" ucap laki laki tersebut
"jangan aku benar benar baik baik saja tak perlu khawatir" ucap Risty yang mencoba menolak
"dengar kan aku ris!!! aku akan kesana titik tidak ada bantahan" ucap laki laki itu yang memutuskan panggilan dengan sepihak.
"bagaimana ini jika Alex kemari aku sangat takut Excel akan marah padanya dan takut dia melakukan hal yang tidak tidak ...ahhhh tapi ini sungguh sakit sekali" ucapnya pada diri sendiri. keringatnya bercucuran deras di wajahnya. dia semakin pucat.
Risty mencoba turun dari ranjang dan hendak ke kamar mandi namun saat dia mencoba berdiri dengan susah payah
brugggg ambruk semua tubuhnya, pandangannya gelap dan badannya terasa berat dan akhirnya tergeletak dibawah.
sementara itu Alex mengemudikan mobil mewahnya dengan kecepatan maksimal agar cepat sampai dikediaman William, setelah beberapa menit sampai lah ia didepan gerbang kediaman William.
tinnn tinnn
" pa satpam tolong buka gerbangnya ini sangat darurat!!" ucap Alex yang berteriak kepada satpam yang berjaga di sana.
satpam itu menghampirinya
"maaf tuan ada keperluan apa? pagi pagi sekali datang ke kediaman William?" tanya satpam itu
"kou!!! tak usah banyak tanya cepat buka sekarang!!"ucap Alex yang mulai emosi kepada satpam itu.
" tapi tuan Excel sedang tidak ada dikediaman ini jadi anda tidak bisa masuk sembarangan" ucap tegas satpam itu yang menjalankan tugasnya.
"buka sekarang juga atau aku tabrakan mobil ini ke pagarnya agar rusak sekalian?!" ancam Alex
"ta tapi nanti saya dimarahi oleh tuan saya" ucap satpam itu yang mulai takut akan sorotan mata Alex
"buka sekarang!!!!!" paksa Alex
dan satpam itu pun membukakannya karena dia takut dengan Alex.
Alex memasukan mobilnya ke gerasi setelah itu turun dari mobilnya dan berlari menghampiri pintu masuk.
dia terus mengetuk dengan keras dan memencet bel ber ulang ulang.
ceklek suara pintu yang dibukakan oleh pembantu disana.
setelah ada celah dia buru buru masuk dan mendorong pembantu yang menghalangi jalannya.
"hey tuan jangan seenaknya masuk kedalam rumah orang lain!" ucap pembantu itu yang marah karena Alex main nyelonong seenaknya masuk ke kediaman William.
" cepat katakan dimana kamar Risty?!!!" ucap Alex dengan nada tinggi.
" kenapa tuan menanyakan nyonya?! maaf saya tidak tahu" ucap pembantu itu yang tidak mau memberitahukan karena dia takut jika Alex adalah orang jahat yang akan membahayakan majikannya.
"cepat katakan atau ku bunuh kamu sekarang!"uxapa Alex yang menodongkan spistol ke kepala pembantu itu.
"shitt.." ucap Alex yang langsung berlari menaiki tangga dan brug dia mendobrak pintu kamar utama karena pintunya dikunci
matanya terbelalak dan tertuju pada wanita yang sudah berbaring lemah dilantai
"ya ampun Risty...." ucap Alex yang langsung menggendong Risty dan berlari keluar menuruni tangga menuju bagasi.
lalu dia mencoba membuka mobil tetapi sulit karena dia sedang membawa Risty dalam pangkuannya
"heyy kamu cepat bantu aku buka mobil ini!! tidak kah kamu lihat dia sedang sakit heh!!" ucap Alex yang emosi kepada pembantu kediaman William yang hanya menatap nya saja.
"ba ba baik tu tuan" ucapnya sambil membukakan pintu mobil.
Alex menidurkan Risty di bangku belakang lalu dia kembali ke kursi depan untuk menyetir. dia membawa mobil dengan kecepatan yang amat sangat cepat menuju rumah sakit.
sementara itu di apartemen milik Excel
dert dert dertt....
suara handphone membangunkannya yang sedang berada didalam mimpi.
" hallo? cepat katakan ada apa?!"ucapnya dingin
"maaf tuan saya menganggu saya hanya menyampaikan bahwa nyonya Risty dia dibawa oleh laki laki dalam keadaan pingsan" ucap pembantu tersebut yang memberi tahu jika Risty pingsan dan dibawa oleh laki laki keluar untuk ke rumah sakit.
"apa?!!! kenapa kamu baru menelpon ku sekarang hah?!"ucap kesal Excel
"maaf kan saya tuan"ucap pembantu itu yang mulai ketakutan.
Excel memutuskan panggilannya lalu bergegas pergi untuk ke rumah sakit karena dia tahu pasti akan kerumah sakit yang paling dekat dengan dikediaman William.
siapa laki laki itu? kenapa dimambawa Risty? tidak tidak Risty hanya milik ku!! tidak boleh ada laki laki lain yang boleh menyentuhnya selain aku ( dalam hati Excel)
sementara itu dirumah sakit Alex mundar mandir sesaaa kemari di depan IGD menunggu pemeriksaan dokter keluar.
" suaminya nyonya Risty?" panggil suster yang sudah keluar dari tempat Risty
"saya kenapa sus?"ucap Alex yang menghampiri suster tersebut.
" silahkan tuan anda ditunggu oleh dokter diruanganya" ucap suster
"ohh iya sus tolong pindahkan ruangan istri saya ke ruangan VVIP" pinta Alex
"baik tuan tolong segera urus administrasinya" ucap suster tersebut dan berlalu untuk mengurus ruang perawatan Risty.
sedangkan Alex pergi keruangan dokter.
" jadi bisa kah kamu jelaskan dok ada apa dengannya?" ucap Alex khawatir
"begini tuan istri anda sedang mengandung dan memuju usia kandungan yang ke 3 bulan" ucap dokter tersebut
" a apa dok dia hamil?" ucap Alex yang tidak menyangka.
jadi selama ini dia sedang mengandung? (Alex)
" dan hal ini lah yang membuat saya khawatir karena kondisi istri tuan tidak memungkinkan untuk mengandung jika hal itu tetap dibiarkan saya takut istri tuan tidak akan bertahan" lanjut penjelasan dokter tersebut.
"maksudnya?" ucap Alex yang tidak mengerti
"istri anda mengalami kanker rahim dan itu sangatlah membahayakan nyawanya jika dia tetap mengandung, saya harap tuan memberikan ijin untuk saya mengangkat janinnya karena dengan hal itu istri tuan mungkin akan selamat" ucap dokter tersebut yang meminta persetujuan Alex karena dokter itu pikir Alex adalah suaminya.
Alex tidak menjawab pertanyaan dokter tersebut dan memilih pergi meninggalkan ruangan dokter tersebut dan pergi menuju ruangan Risty, disepanjang koridor rumah sakit Alex hanya bengong dan bingung harus berkata apa pada Risty nantinya saat Risty sudah sadar. apakah dia harus berkata jujur? atau dia harus berbohong?
hey hey reader besok aku lanjut lagi ya hehe