My husband is my ex

My husband is my ex
chapter 3



Exchel pov



"emmhhh hennntikann ahhhkk"desahnya disela sela ciuman


ku hentikan ciuman panas ini karena ku lihat dia mulai kehabisan nafasnya


"hosh hosh hosh APA KAMU GILA HAHHH hosh hosh?" bentaknya dengan tatapan mata yang merah mungkin saking marahnya atau menahan air matanya agar tak jatuh.


"apa salahku sebenarnya hiks hingga kamu berbuat semena mena padaku,apa mau mu ?hiks belum puas kah kamu menyiksa ku? setelah kamu menikahi ku dan menceraikan ku dan pergi dengan wanita lain dan setelah 2 tahun kamu kembali dan mengambil mahkota yang selama ini aku jaga susah payah!!"ujarnya padaku dengan air mata yang terus bercucuran yang semakin lama semakin deras membasahi pipinya.


"ya benar aku belum puas menyiksa dirimu aku benci padamu dan semua yang ada pada dirimu termasuk tunanganmu jonathan cuihhh menyebalkan" seringaiku padanya


aku sangat muak dan sangat benci dengan wanita yang sedang ada dihadapan ku setelah apa yang dia lakukan beberapa tahun ke belakang.



Risty pov



"dasar brengsek,PERGIII HIKS PERGI AKU MUAK PADAMU" teriak ku padanya sambil ku pukul pukul dada datarnya


"Baiklah kucing nakal untuk saat ini aku akan membiarkan mu bernafas tpi hanya untuk sementara waktu saja dan ahhh ya (menyodorkan kertas) bacalah berita ini dan ingat jika dirimu tidak mengambil keputusan saat besok pagi jangan salahkan aku atas apa yang akan terjadi" ancamnya padaku dengan seringain jahatnya dan dia beranjak dari ranjang lalu pergi berjalan menuju pintu keluar.


"EXCHEL WILIAM!!!! I HATE YOU VERY MUCH!!!! ARRRGGGGG" teriak ku didalam kamar pasien itu.


.


.


Ya karena aku sudah diperbolehkan untuk pulang sesegera mungkin ku bergegas pulang ke apartement.setelah sampainya di apartemen aku berbaring di sopa panjang dan sedikit lebar yang berada diruang tengah .huffff ku hembuskan nafas beratku dan mulai menutup mata mencoba menghapus memori kehidupan ku yang pahit ini.dan ya aku merasa penasaran dengan kertas yang disodorkan tuan william tadi dan atas ancamannya,ku raih tas kecilku dan ku bawa kertas tersebut dan betapa terkejutnya diriku saat membaca isi dari kertas itu.darahku langsung mendidih dan panas mencapai ubun ubun ku, rasanya ingin ku luapkan semuanya saat ini juga bertapa kesalnya diriku saat ini.tanpa berfikir panjang ku raih tas dan ponsel ku dan bergegas pergi ke kediaman william.


setibanya ku disana para penjaga langsung membukukan tubuhnya seakan akan memberikan hormat padaku


"apa nona adalah nona Risty?"tanya salah seorang penjaga disana


"ya benar apakah saya bisa bertemu dengan tuan Exchel?" tanyaku padanya


"tuan menunggu nona diruang kerjanya,mari saya antar"jawabnya dan mengantar ku menuju ruangan kerja Exchel.


"silahkan nona masuk"


"ahh ya sekali lagi terima kasih" ucapku padanya seraya tersenyum manis


brakkk ku buka pintu tersebut.



Exchel pov


brak suara pintu mengagetkan ku,dan betapa marahnya diriku pada orang yang berani


melakukan hal itu,akan ku cabik cabik orang tersebut.


dan tak ku sangka ternyata dia datang begitu cepat dari perkiraan ku.


" well aku tak menyangka dirimu datang secepat ini apa kmu sangat merindukan ku?jadi bagaimana?indah bukan hadiah yang ku sediakan untuk mu?" tanyaku padanya sambil tangan yang disimpan dibawah dagu,dan berseringai licik


"cepat katakan apa kamu mau?kenapa kamu melakukan hal ini?kurang puaskah setelah apa yang kamu lakukan?"tanyanya


"hanya ada satu jalan keluar dari masalah "ini,yaitu m menikah lah lagi denganku,bagimana?jika kamu bersedia menikah denganku akan ku batalkan rencana itu" tawar ku padanya dan yang pasti aku akan memaksanya agar dia menerima tawaran ini.


"tidak aku tidak akan pernah melakukan hal sebodoh itu"



Risty pov


aku menolak tawarannya dan berbalik dan berjalan menuju pintu keluar dari ruangan tersebut tpi langkahku terhenti saat dia mengatakan hal tak ku duga.


"jika dirimu menolaknya bukan hanya yang ada di dalam kertas itu saja yang akan ku lakukan tpi jonathan pun akan terkena imbasnya"


deg jantung ku serasa berhenti berdetak saat dia mulai berniat membawa jonathan dalam masalah kami,aku tidak mau hal itu terjadi dia sudah banyak membantu ku tidak mungkin aku membiarkan Exchel membawa bawanya.


" baik aku bersedia menikah dengan mu apa kamu sekarang puas??"


"Tidak sepenuhnya baby "seringai liciknya sungguh membuatku muak


"pernikahan akan dilangsungkan minggu depan,ucapkan lah perpisahan pada tunangan mu ahhh bukan lebih tepatnya mantan tunanganmu"


aku tak memperdulikan perkataannya dan langsung pergi dari ruangan tersebut,saat ku ada didepan gerbang semua pelayan dan penjaga membungkuk lagi padaku.ahhh aku tidak terlalu memperdulikan nya karena sekarang yang ada dalam pikiranku adalah bagaimana cara ku mengatakannya pada ka jonathan jika aku bersedia menerima tawarannya untuk menikah lagi dengannya dan tidak mungkin aku mengatakan alasannya karena ancaman Exchel padaku.


.


.


sesampainya aku didepan apartemen ku tiba tiba ada seseorang yang memeluk perut


ku dan bersandar di pundak ku


"dari mana kamu bukanya aku menyuruh mu untuk tidak pergi kemana mana?"tanyanya


"a ak aku habis...."aku berbicara terbata bata saking bingung nya harus berkata apa


"bisakah lebih cepat dirimu buka pintu?" titahnya padaku


"ahhh iya aku akan segera membukanya" dan dia pun melepaskan pelukanya


saat pintu terbuka dia langsung berjalan menuju sopa dan duduk disana dengan kerennya.aku menghampiri nya,menarik nafas dalam dalam dan mengumpulkan keberanian ku untuk berbicara padanya lalu memulai pembicaraan


"emm ka aku..."


"ya?"


"aku akan menikah lagi" kataku dengan kepala menunduk karena aku takut dia tidak akan setuju tpi ini harus dilakukan agar Exchel tidak melakukan ancamannya.


,"menikah?maksud mu?" jawabnya dengan terheran heran



jonathan pov



deg ada apa denganku seharusnya sebagai temanya sekaligus kakanya aku bahagia mendengar nya saat dia mengatakan ingin menikah lagi walaupun aku belum tau siapa laki lakinya tpi mengapa rasanya sesak dan sakit didalam hatiku perasaan apa kah ini?


.


.


" aku akan menikah lagi dengan Exchel"


mendengar kata katanya sontak membuatku membulat kan mata tak percaya bagaimana bisa dia ingin menikah lagi dengan laki laki bajingan itu.


"apa kamu gila rist dia Exchel orang yang dulu menyakiti mu dan meninggalkan mu selama 2 th,aku tidak setuju kamu menikah lagi denganya"


aku tidak mau Risty sakit hati lagi karena laki laki brengsek itu.sudah cukup penderitaan nya 2 tahun yang lalu tpi tidak untuk saat ini.


"aku mohon ka aku bersungguh sungguh ingin bersama nya lagi hiks hiks"


sungguh hatiku sangat sakit saat melihatnya menangis aku tidak tega melihatnya.ku angkat dagunya dan ku hapus air matanya


"Baiklah kamu boleh menikah dengannya tpi dengan satu syarat kamu harus bahagia,janji?"


"aku janji ka" dia langsung memeluk ku dengan erat,ku balas pelukanya dengan erat dan ku elus elus kepalanya.


.


.


.


Risty pov



tak terasa hari pernikahan telah tiba ya pernikahan sekarang jauh berbeda dengan pernikahan 3 th yang lalu jika dulu hanya ada aku,Exchel ,saksi dan pendeta saja


sekarang memang tidak banyak tamu hanya ada anak panti, tamu undangan Exchel,dan juga ka jonathan.


dan kami pun melangsungkan pernikahan selama seharian.


"dasar sialan,tidak adakah sedikit rasa kasian kepada seseorang wanita?tidak lihat kah aku bersusah payah membawa koper ini?" celoteh ku pelan padanya


aku masuk kedalam rumah dan memulai pembicaraan


"boleh ku tanya? dimana kamar ku?"


tanyaku padanya


"apa dirimu lupa heh? kamu sudah menikah denganku berarti kamu sekamar denganku"


aku hanya mematung saat dia mengatakan jika aku sekamar denganya


"Apa dirimu ini patung hahh cepat masuk,aku tidak akan mengulangi kata kata ku" sontak aku terkejut saat dia mulai membentakku


"ahhh iya"


aku bergegas masuk kedalam kamar dan ya memori kejadian waktu itu datang lagi


,"tidak kamu harus kuat bukankah kamu ingin hidup tenang? maka lupakanlah hal itu"kataku dalam hati.


ku bereskan pakaianku kedalam lemari dan menatanya dengan rapi.


"huffff akhirnya selesai rasanya punggung ku akan patah sakit sekali" kataku pada diriku sambil meregang kan otot.aku pun mulai naik ke atas ranjang dan hendak tidur namun seseorang memberhentikan ku.


"mau apa kou?"tanyanya


"aku ingin tidur bukankah kamu bilang kita sekamar? berarti aku boleh tidur diranjang ini bukan?"tanyaku padanya


dia mulai berseringai jahat "ya aku memang mengatakan bahwa kita sekamar tapi bukan berarti dirimu bisa tidur diranjang ini"


"lalu aku tidur dimana?"tanyaku padanya


"cepat turun dari ranjang ku dan dirimu tidur dilantai!!"


"tapi itu dingin chell"


"APA KOU TULI HEH AKU BILANG TIDUR DILANTAI YA DILANTAI DAN INGAT JANGAN COBA UNTUK KELUAR DARI KAMAR INI MENGERTI?" bentaknya padaku


dan apa yang bisa aku lakukan aku sendiri saja takut padanya.


aku pun menuruti perintah nya tidur di lantai tampa alasan karpet maupun selimut benar benar hanya lantai dingin saja.


.


.


saat menjelang pagi tiba tiba saja ada yang menyiram air kepada tubuhku


"bangun!!! apa kou ini tuli ku bilang bangun!!" sambil menendang belakang ku


"ahhh sakit chell" ringisku padanya badanku benar benar basah kuyup ditambah badanku terasa sakit sakit karena tidur di lantai ditambah bagian belakang ku yang ditendang olehnya


aku pun mencoba berdiri dengan badan setengah mengigil tiba tiba saja dia menarik rambu



tku ke belakang "Dengar mulai saat ini sampai seterusnya kou akan tidur dibawah lantai dan bangun sebelum aku bangun lalu bersihkan rumah dan buat sarapan untuk ku!! mengerti??" sembari menjambak rambutku dengan begitu kuat


"ahhkk baik chell tpi ku mohon lepaskan tangan mu sakit chell jika"


dia mendorong tubuhku dengan keras hingga kepala ku terbentur meja pinggir ranjang,dukk


"awww ahhk" ringis ku kesakitan ku pegang kening ku ternyata mengeluarkan bercak merah segar.lalu ku berbalik dan menatap Exchel dia hanya tersenyum sinis lalu pergi begitu saja meninggal kan ku sendiri yang kesakitan didalam kamar.


"hiks kenapa tuhan kenapa hiks apa salahku padanya hiks hiks" aku berjalan dengan bertatih menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. setelah 20 menit membersihkan tubuhku aku bergegas ke bawah dan menuju dapur lalu mencari bahan makanan untuk dimasak.


akhirnya aku memutuskan untuk membuat nasi goreng dan jus mangga.setelah matang ku sajikan di meja makan,lalu setelah itu tidak lama ku lihat Exchel menghampiri meja makan dan mulai mengambil sendok dan mulai menyendokan nasi ke dalam mulutnya.dan aku hanya berdiri di sampingnya namun tiba tiba


prang piring itu terjatuh dan pemecahannya mengenai kakiku " awww.."


"kenapa kamu membuang makananya?"tanya ku heran padanya


lalu dimenjambak rambut ku lagi lagi berkata


"kenapa hahh kamu bilang kenpa tidak bisakah kamu rasakan nasi ini begitu asin!!!" byurrrr dia menyiramkan jus mangga yang ada di hadapannya ke muka ku


hiks hiks hiks aku hanya bisa menangis atas perlakuannya pada ku lalu dia berlalu pergi meninggalkan tempat makan.


"hiks hiks apa yang salah dengan nasi ini tdi aku mencicipinya terlebih dahulu rasanya tidak asin hiks hiks" kataku pada diriku sendiri



Exchel pov



hehh itu hanya baru permulaan atau awal dari pembalasan ku,akan ku pastikan hidupmu seperti dalam neraka. untuk hidup pun kamu akan kesulitan bahkan kamu meminta lebih baik mati tpi mati pun kamu tidak akan pernah bisa tanpa adanya ijin dariku.



Risty pov



jam menunjukan pukul 06.00 ku lihat juga Exchel dia sudah berpakaian rapi berjas hitam memakai kemeja biru dan dasi hitam berjalan keluar ke gerasi dan menaiki mobil.dia melajukan mobil nya hingga penghilang dalam pandangan ku.


"hufff..ahhh awww sakit sekali" kataku pada diri ku sendiri saat melihat kaki dan pelipis ku meneteskan cairan merah kental.aku berjalan mencari p3k dan akhir menemukanya di dalam lemari yang berada diruang tamu dan mulai mengobati luka ku.


tiba tiba saja ada yang yang membantu ku mengobati luka ku seorang wanita paruh baya yang bekerja sebagi assisten rumah tangga di rumah ini.


"biar saya bantu non" seraya mengambil alih obat merah ditangan ku.


"ahhh tidak usah bi, biar aku sendiri yang melakukannya" senyum ku pada wanita paruh baya itu


"tak apa non sudah mejadi tugas saya sebagi assisten rumah ini membantu non, maafkan saya non sewaktu non.dimaki maki tuan saya tidak bisa membantu"


"tidak apa apa ko bi,kalau bibi malah bela aku tadi nanti bibi kena marahnya lagi nanti aku yang ga enak sama bibi" jawabku pada bibi sambil menampilkan senyum manis ku


"sudah non sudah saya obati dan diperban sedikit"


""terima kasih banyak bi,maaf merepotkan dan ya bi hari ini aku akan berangkat kerja jadi jika tuan pulang tpi saya belum sampai ke rumah tolong sampaikan padanya aku berangkat kerja" pinta ku padanya


"baik non"


aku pun bergegas ke kamar menganti pakaian lalu membawa tas dan pergi ke kantor menggunakan taksi online.



alex pov



tumben sekali anak itu belum datang apakah dia sakit? itulah pertanyaan yang terus terngiang dalam benak ku


" selamat pagi semuanya" dia memamerkan senyumnya pada semua orang yang berada dalam ruangan ini


"hey kou terlambat 30 detik dari mana saja?"tanya ku padanya dengan sedikit mengintimidasi


"ayolah aku hanya terlambat 30 detik saja_-"


"Baiklah kali ini aku memaafkan mu (melihat pelipisnya) hey apa yang telah terjadi pada mu? kenapa pelipis mu diperban?apa kou terjatuh?atau kou kecalakaan dijln makanya kou telat 30 detik?" tanya ku padanya tak henti



Risty pov



ku putar bola mata ku malas


" come on alex aku hanya terjatuh atau lebih tepatnya tersandung dijln saat aku ingin menyeberang akhirnya aku terluka;(" ya benar aku berbohong kepadanya karena tidak mungkin aku mengatakan luka ini karena ulah Exchel padaku.dan ya dia belum mengetahui jika aku sudah menikah dengan Exchel.


"coba kulihat luka mu? apakah parah? apakah masih sakit? apa kou merasa pusing? apa luka mu berdarah? apa kah ada infeksi?"


ya ampun pertanyaannya melebihi wanita yang cerewet


"alexxx pertanyaan mu terlalu banyak dan ya cukup menjawabnya bahwa aku baik baik saja ok jangan banyak bicara lagi,sekarang ayoo kita kerjakan tugas yang sedang menunggu kita"