
jam sudah menunjukan pukul 2 pagi,brakkk suara pintu terbuka dengan paksa yang sontak membuat ku kaget,terlihat sosok laki laki berdiri didepan pintu lalu perlahan masuk dengan jalan yang sempoyongan.
Risty pov
ku nyalakan lampu kamar dan sontak membuat ku terkejut adalah saat ku lihat Exchel dia menghampiri ku dengan jalan yang sempoyongan.saat kakinya membentur ujung meja di kamar kami,dia hampir terjatuh namun dengan sigap ku tolong dia agar tidak terjatuh
"hemmm Exchel apa yang terjadi pada mu? dan kenapa bau alkohol sekali" tanya ku padanya sambil menopangnya dan membantu nya duduk di sopa
"Baiklah tunggulah disini aku akan ke dapur mengambil kan mu air putih " aku berdiri dan melangkahkan kaki untuk ke dapur namun tangan yang besar dan kuat menarik ku hingga aku jatuh dalam pelukanya
"luciaa hiks jangan hiks hiks jangan ku mohon aku tidak sanggup saat kamu meninggalkan ku hiks hiks lucia aku mohon" ujarnya yang sontak membuat ku terkejut seorang Exchel william yang biasanya angkuh dan sombong sekarang terlihat begitu menyedihkan dia menangis tersedu sedu walaupun aku tahu tahu dia dalam keadaan tidak sadar,aku bisa merasakan luka yang amat sangat sakit dihatinya bisa ku pastikan dia begitu menyayangi lucia, tapi kenapa hati ku sakit dada ku sesak saat dia terus menerus menyebut nama lucia lalu untuk apa dia memaksa ku menikah dengannya,ahhhh kepala ku sakit sangat sakit kenapa saat mendengar kata lucia kepala ku sangat sakit.
namun siapa sangka Exchel melumat bibir ku dengan lembut namun menuntut,dan kenapa otak ku berkata tidak tapi badan ku malah menghianati ku
"hmmmmm host host "aku mengambil nafas saat dia melepas ciuman nya
"lucia aku mencintai mu" kata kata itu terlontar dan tepat menusuk hati ku lagi .
ku tepuk tepuk pipinya mencoba untk menyadarkan nya
"Exchel ayolah sadar aku Risty bukan lucia"
saat ku mencoba berdiri dari pengakuannya dia tiba tiba menggendong ku lalu dia tersenyum lebar bisa ku lihat senyumannya sangat tulus tpi kenapa dalam keadan dia sedang mabuk,ini membuat perasaanku terasa sangat sakit.
dia menidurkan ku di atas ranjang lalu tiba tiba menindih tubuh kecil ku dan mengunci semua pergerakan ku
"Exchel tidak jangan lakukan hal ini lagi " dia tidak menghiraukan kan perkataan ku
bibirnya mencium bibir ju lagi dengan rakus dan sedikit.kasar.,iris matanya memancar kan kabut gairah namun ada rasa kecewa dan kesal.
ciuman nya turun ke leher dan digigitnya "ahhh sakit Exchel lepaskan!!" aku meronta ronta agar dia melepaskan ku namun dia tetap tidak menghiraukan ku
"kenapa ? kenapa lucia kenapa? KENAPA KAMU PERGI MENINGGALKAN KU HAHHH!!!" tiba tiba saja dia membentak ku sontak aku terkejut dan mendorong tubuhnya tpi tetap saja kekuatan ku kalah kuat darinya
dia merobek gaun tidur ku dan membuang nya kesembarang tempat
"Exchel apa yg kamu laku." tiba tiba saja di membungkam mulut ku dengan bibirnya
tangan ya tidak hanya dia ,dia mulai membuka pengait bra ku dan melempar nya saat sudah terbuka,dengan sigap ku tutupi p*****ku dengan kedua tangan ku namun Exchel mengangkat kedua tangan ku diatas kepala dan memegang nya dengan kuat dan tangan satunya lagi mulai meremas nya dengan kuat
"ahhhhhh..sakittttt chelll" sangat sakit namun ada rasa nikmat juga yang ku rasa kan saat ini
dimuatnya mulai turun ke leher lalu turun lagi ke gundukan p*****ku dan mulai ******** nya seolah bayi yang sedang menyusu kepada ibunya
( dan untuk selanjutnya bisa kalian bayangkan sendiri ya karena mereka melakukan hubungan suami istri pada malam itu namun dalam keadaan Exchel yang mabuk)
'
.
.
saat jam menunjukan pukul 5 Exchel terbangun dan dia membulat kan mata saat melihat sosok wanita yang tertidur di samping nya dengan keadaan tubuhnya yang tampa busana
.
"ahhh sakit sekali kelapa ku"kata ku pada diri ku sendiri
mungkin efek terlalu banyak meminum alkohol terlalu banyak dan membuat ku mabuk
kulihat tubuh ku sama polos nya dengan wanita yang tertidur pulas di samping ku
"tidak apa yang aku lakukan semalam? apa kah aku melakukan ya semalam?"
aku tidak mengambil pusing dan berjalan kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuh ku.
setelah sekitar 30 menit ku buka pintu kamar mandi dan ku lihat wanita itu sudah tidak ada di atas ranjang. setelah berpakaian aku turun dan melihat bibi sedang memasak
" bi apa kou lihat Risty dimana?"tanya ku pada bibi
" saya tidak melihatnya tuan "
Risty pov
saat Exchel beranjak dari tepat tidur aku terbangun dan melihatnya masuk kedalam kamar mandi.
dan aku pun beranjak dan memutus kan untuk memberikan diri di kamar mandi yang berada di kamar bawah.
saat didalam kamar mandi ku lihat di cermin begitu banyak tanda pemilikan didada dan juga leher
" ya tuhan apa yang harus ku lakukan kenapa hal ini terjadi lagi padaku? dia tidak mencintai ku tapi kenapa kou hadirkan dia dalam hidup ku?"
setelah berbicara dengan diri sendiri sekitar 15 menit aku keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian lalu datang ke ruang makan
" dari mana kamu?" tanya sosok pria yang sedang memainkan ponselnya di meja makan
"habis mandi di kamar tamu" jawab ku padanya tampa melihat wajahnya
"duduk lah ada hal yang ingin aku bicarakan" hah? tumben sekali dia berkata baik pada ku? da hal apa yang ingin dia bicarakan pada ku?
"hal apa?"
" aku akan pergi untuk perjalan dinas selama 2 bulan ke rusia,jadi selama aku pergi aku tidak mengijinkan mu untuk bekerja " katanya dengan penuh penekanan
" tpi bagaimana bisa aku selama 2 bulan tidak bekerja aku bisa di pecat!"(risty)
" ya bagus jika kamu di pecat jadi kamu tidak perlu bertemu dengan jonathan atau pun laki laki lainya,dan ya ambil ini (menyodorkan atm) selama aku pergi gunakan lah kartu ini untuk keperluan mu" dia lalu beranjak dari kursi dan naik ke atas.
ada dengannya kadang kasar ,dan kadang baik, apa kah dia mempunyai dua karakter?
.
.
.
.
bersambung