
Alex masuk keruangan dimana Risty dirawat dia hanya menarik nafas dengan kasar lalu menatap iba padanya.
"ris jika saja dulu kamu dengan ku mungkin semua penderitaan ini tidak akan pernah kamu alami... huffffff....memangnya apa yang Excel miliki hingga kamu tidak bisa lepas darinya bahkan saat ingatan mu hilang pun kamu masih tetap kembali padanya heh sungguh benar benar kisah cinta yang romantis" ucap Alex yang berbicara kepada Risty yang masih berbaring lemah di ranjang.
Alex memegang erat tangan risty dan mengusap usapnya agar tetap hangat karena dia merasakan tangannya yang mulai dingin.
sedangkan Excel dia sudah tiba di rumah sakit dimana Risty dirawat dan bergegas menuju resepsionis untuk menanyakan dimana keberadaan Risty.
"selamat pagi ada yang bisa kami bantu tuan?" ucap pegawai resepsionis tersebut saat melihat Excel mendekatinya.
" dimana ruangan istri saya?" tanya Excel
" maaf tuan siapa nama istrinya biar saya mudah untuk mencarinya" tanyanya
" Risty maylavfaiza Alexander" ucap Excel
" ahh tidak maksud ku Risty maylavfaiza William" sambungannya
pegawai tersebut mencari pasien atas nama Risty maylavfaiza William namun hasilnya nihil tidak ada pasien atas nama tersebut.
" maaf tuan mungkin anda salah nama atau mungkin bukan dirumah sakit ini karena tidak ada pasien atas nama yang tuan katakan" ucap pegawai tersebut.
" hah bagaimana mungkin tidak ada?!!!" ucap Excel yang mulai emosi
dertt dertt
suara handphone yang tentunya milik Excel berdering yang menandakan seseorang telah meneleponnya. dia mengambil handphonenya dan mulai angkat suara
"apa?!!!" ucap Excel yang sedikit marah karena menelepon di waktu yang tidak tepat.
" maaf tuan nona Lucia pingsan" ucap pembantu tersebut.
" bagaimana bisa dia pingsan bukankah semalam dia baik baik saja?" tanyanya
" nona Lucia dia mencoba untuk bunuh diri dia memotong pergelangan tangannya dan setelah itu pingsan" jawabnya
"cepat panggilkan dokter aku akan ke apartemennya" ucap Excel yang berlalu begitu saja saat tahu Lucia ohhh tidak maksudnya alesya yang mencoba untuk bunuh diri. dia melakukan mobilnya menuju apartemen milik alesya.
diruang rawat inap Risty dan menunjukkan pukul 12 siang
"emmhhhh...." Risty mencoba untuk mengerakan tubuhnya dan mencoba untuk membuka matanya
"Alex?" ucap Risty yang melihat Alex tidur duduk disampingnya sambil memegang tangannya.
"hoammm.... bagaimana keadaan mu? merasa baikan?" tanya Alex
" hmmm iya aku hanya merasa lemas dan perut ku rasanya masih terasa sakit" ucap Risty
" tidak perlu sungkan aku sudah pernah bilang kan jika aku tidak akan meninggalkan kamu walau dalam keadaan apapun" ucap Alex sambil tersenyum manis menatap
"Alex katakan pada ku sebenarnya aku kenapa?" tanya Risty
"emmm itu anu itu aku mmm maksudku jadi" ucap Alex yang bingung harus berkata apa.
"Alex kenapa? cepat katakan" ucap Risty yang semakin penasaran akan kondisinya.
" ok ok aku akan beritahukan tapi janji lah satu hal pada ku oke? bahwa kamu akan melakukan apa yang aku katakan intinya ini semua demi kebaikan mu!"ucap tegas Alex
"maksud mu apa Alex?" heran Risty
" ris aku sudah tahu semuanya,kamu ingin menutupi kehamilan mu kan dari Excel? aku yakin kamu belum memberitahu kan kehamilan kamu padanya, dan ya satu hal lagi aku harap kamu gugurkan kehamilan kamu, ini semua demi kebaikan kamu ris"ucap Alex yang mencoba membujuk Risty agar dia bisa mengugurkan kandungannya karena itu lah satu satunya cara agar nyawanya tidak terancam.
" tidak Lex kenapa aku harus mengugurkan anak yang tidak berdosa? memangnya salah apa anak ku sampai aku harus mengugurkannya....aku ini seorang wanita dan wanita mana yang tega membunuh anaknya bahkan yang belum lahir" ucap tegas Risty
" ris kamu harus lakukan hal ini! aku mohon ini agar kamu selamat" ucap Alex yang tatap berusaha membujuknya
"katakan dengan jujur Lex sebenarnya apa yang terjadi? hah?" tanya Risty
" maafkan aku ris, se sebenarnya kondisi tubuh mu tidak memungkinkan untuk mengandung,, dokter tadi memberitahu ku jika kamu mengalami kanker rahim dan jika kamu tetap kukuh untuk terus mengandung akibatnya nyawa kamu ris yang akan melayang" penjelasan Alex
"apa? kanker rahim?" air mata mengalir deras di pipi risty,dia tidak sanggup jika harus mengugurkan kandungannya.
"Lex aku mohon kabulkan permintaan ku ini...hanya kamu orang yang aku percaya saat ini, aku a aku tidak ada lagi orang yang bisa ku percaya bahkan ka Jonathan sendiri telah membohongi ku hiks" ucap lirih Risty yang sangat terpukul setelah mendengar kondisinya yang hampir akan sekarat bagaimana tidak terpukul setelah bertahun tahun menderita kini muncul lagi musibah menimpa dirinya.
" tolong rahasiakan kandungan ku dan juga penyakit ku, aku mohon pada mu Lex hikss dan satu hal lagi tolong ijin kan aku melahirkan anak ku hanya dia harapan satu satunya agar aku bisa bertahan hidup....jika pun aku nantinya mati tolong jaga dan rawat anak ku kelak" ucap Risty yang masih menangis dan badannya mulai gemetar tak karuan.
"ris:(" ucap Alex yang tersentuh dan sangat sedih mendengar ucapan Risty spontan dia memeluk Risty dalam pelukannya.dan Risty membalas pelukannya tangisannya semakin pecah dan semakin menjadi jadi.
"huwaaaaaaaaa....." suara tangisnya
"menangis lah dalam pelukan ku" ucap Alex masih memeluk Risty dengan erat dia mengelus-elus punggung Risty dan berharap bisa mengurangi kesedihannya.
.
.
.
.
jadi gini ya para reader tercinta hehe insyaallah aku bakalan setiap hari update 1 kali😁 ohhh iya kalau kalian mau boleh gabung di grup aku ya
boleh ko tanya tanya tentang apapun sekalian agar kita mempererat silaturahmi hehe atau mau curhat pun tak apa siapa tau curhatan kalian nantinya bakalan aku angkat jadi referensi novel aku yang selanjutnya