
Setelah beberapa jam akhirnya oprasinya selesai dan saat dokter keluar Etta langsung menghampirinya
"Dokter gimana kondisi leon, dia baik baik aja kan dok?"tanya Etta dengan air mata yang masih mengalur dipipinya
"Dia baik baik aja, oprasinya berjalan dengan lancar bentar lagi mungkin dia sadar"kata dokter tersebut dengan lembut
"Dokter bolehkah aku masuk kedalam untuk menemaninya?"tanya Ella pada dokter tersebut
"Boleh, tapi harap tidak berisik Karen pasien masih beristirahat dan sebelum anda masuk bisakah anda mengganti pakaian anda, karena pakaian anda masih ada darah jika tidak dibersihkan takutnya"kata dokter tersebut
"Ouh baiklah aku akan ganti baju secepatnya" kata Ella dan bergegas mengganti bajunya dan meninggalkan chilson, louise, dan dokter tersebut
"Dokter apa benar Leon masih tidur setau saya dia...."kata chilson tapi tiba tiba pembicaraannya terpotong oleh dokter tersebut
"Pasien sudah sadar tapi ia ingin berpura pura tidur agar, yah mungkin anda mengerti apa yang saya maksud, kalo begitu saya permisi dulu"kata dokter tersebut lalu meninggalkan mereka berdua
"Hemm sepertinya Leon ingin mendekati adikku, kita harus bantu dia louise" kata chilson sambil menoleh ke arah Louise
"Benar tuan muda saya rasa lebih baik mereka bersama sama secepatnya, aku yakin tuan muda Leon pasti cocok dengan nona Loretta"kata Louise dan dijawab dengan senyuman dari chilson
(Haih aku harap mereka berdua cepat bersama, tapi jika Leon menyakiti adikku sekali saja aku tak peduli meskipun Loretta melarangku untuk menghukumnya aku pasti tetap akan menghukumnya karena Etta adalah adik perempuan satu satunya dan adil kesayanganku selamanya)batin chilson.
"Setelah Leon cepatlah sadar, aku janji nggak akan batalin pertunangan kita asalkan kamu bangun Leon, Leon aku mohon bangunlah jika kamu masih tidak bangun aku bakal batalin pertunangan kita dan aku bakal cari pria lain dan berunangan dengan mereka"
"Leon bangunlah hiks, aku tau aku salah seharusnya yang terluka itu aku bukan kamu, leon hiks bangunlah Leon hiks"kata Loretta sambil memegang tangan Leon dengab kedua tangannya dan tanpa ia sadari dari tadi bahwa Leon sudah bangun dan mendengar semua ucapannya
*Leon bangun hiks,aku janji aku gak bakalan batalin pertunangan kita selamanya janji hiks Leon bangunlah"kata Loretta yang masih menangis dan tiba tiba.....
"Janjinya selamanya nggak bakalan batalin pertunangannya?"jawab Leon yang sedari tadi menahan rasa senangnya akan ucapan ucapan Loretta dan tak tega melihat setetes demi setetes mengalir dipipi cantiknya.
"Janji aku janji, ehhhhhhh"Loretta langsung sadar
"Ehh kenapa"tanah Leon yang masih berusaha menahan tawanya, dan tiba tiba sepasang tangan mengarah ke tubuh Leon dan memeluk tubuh Leon yang tak lain tangan dari Loretta.
"Leon syukurlah kamu bangun kamu tau nggak aku khawatir banget, lain kali jangan lakuin hal hal kayak gitu lagi hiks hiks"kata Loretta yang masih disertai tangisnnya
"Udah udah nanginya ini kan aku udah nggapapa lagipula apa salahnya nyelametin tunangan sendiri ya kan?"kata Leon dengan nada menggoda dan langsung Loretta tersadar.
"Kamu a.a.a..apa maksud kamu siapa juga tunangan kamu"kata lorerra dengan wajah Semerah tomat
"Emmm kalo nggak salah denger tadi adaseorang wanita yang mohon mohon agar aku bangun dan dia jajnji bakal tetep lanjutin pertunangannya jika aku bangun, hayooo janji siapa itu"kata leon dengan nada menggoda Loretta dan tanpa mereka sadari diluar pintu ada 2 orang yang satunya mengamatinya yaitu Louise dan satunya merekamnya agar bisa ditunjukka kepada ayah,ibu,Tante,om,dan kakak keduanya yang ada di luar negeri sebagai tanda bahwa mereka sudah mulai mencintai.(haih masa masa mereka adalab masa masa yang paling manis bagiku)batin chilson.