
"Golongan darahnya A negatif"kata dokter tersebut.
"Itu sama dengan saya dok, kalau begitu ambil aja darahku dok" kata chilson mencalonkan dirinya sebagai pendonor darahnya Loretta.
"Nggak dok darah aku aja, aku sama Etta golongan darahnya sama kok" kata mamanya Loretta yang juga mencakonkan diri sebagai pendonor darah Loretta.
"Nggak ma, biar aku aja kondisi mama lagi lemah, biar aku aja yah ma" kata chilson dengan memohon pada mamanya.
"Baiklah son sayang" kata mamanya dengan lembut dan tanpa sadar ia meneteskan air mata lagi karena terharu akan perbuatan chilson.
Dan akhirnya chilson yang menjadi pendonor darah bagi Loretta dan beberapa menit kemudia darah chilson pun sudah selesai di ambil dan chilson pun keluar dari ruang operasi.
Setelah keluar dari ruang operasi mamanya langsung menanyakan keadaanya dan adiknya.
"Gimana kamu baik baik aja kan, dan Loretta gimana" kata mamanya cemas.
"Aku baik baik aja kok mah, terus Loretta udah nggak kritis lagi kok mah, mama tenang aja yah" kata chilson sambil menenangkan mamanya.
"Kak chilson kakak baik baik aja kan, kakak keliahatan pucat" tanya Leon yang juga khawatir dengan keadaan chilson.
"Iya chilson mukakamu sekarang pucat lho, kamu nggak apa apa kan" tambah jimmy.
"Aku...aku nggak apa a....."kata chilson yang terputus karena pingsan.
"Chilson chilson bangun sayang chilson" kata mamanya karena chilson tiba tiba saja pingsan.
"Sus, suster!" Kata Jimmy yang memanggil suster.
Dan datanglah suster dan Jimmy serta mamanya membawa chilson ke ruangan yang sudah ditunjukkan oleh suster tersebut untuk mengobati chilson.
"Dia kenapa sus?" Tanya mamanya chilson khawatir dengan keadaan chilson.
"Pasien cuma kecapean dan kurang nutrisi aja nyonya" kata suster tersebut sambil menancapkan jarum infus kerangan kanan chilson.
"Baiklah saya permisi dulu yah nyonya, tuan muda" kata suster tersebut sebelum meninggalkan ruangan tersebut.
"Mah, mama kembali kesana aja mah biar aku aja yang jagaiin chilson" kata Jimmy menyarankan mamanya agar mamanya kembali ke tempat dimana Loretta dirawat.
*Diruang tunggu
"Pah gimana keadaanya Loretta, udah ada kabar apa dari dokter"kata Wendy ke Jordan.
Dan beberapa saat kemudian dokter yang merawat Loretta pun keluar dari ruang operasi.
"Gimana dok keadaan Loretta!"tanya orang orang yang sedang menunggu Loretta.
"Pelurunya memang mengenai jantungnya tapi untunya belum terlalu dalam jadi masih bisa ditangani dan sekarang pasien sudah baik baik saja hanya menunggu pasien siuman"kata dokter tersebut sambil tersenyum lembut kearah dua keluarga tersebut.
"Pa untung banget anak kita baik baik aja" kata Wendy dengan bahagianya sampai tak terasa air matanya menetes.
"Iya mah itu juga karena etta kecil kita memang gadis yang kuat"sambung Jordan sambil memeluk istrinya.
"Ma,pa loretta, Loretta selamat"kata Leon sambil memeluk orang tuanya dan menangis karena terharu.
"Iya sayang Loretta baik baik aja kok" kata mamanya Leon sambil mencium puncak kepala putranya tersebut.
"Dokter dokter!!"tariak suster yang ada didalam dan sontak membuat dokter yang hendak pergi malah kembali masuk ke ruangan tersebut.
"Mah dokternya kok masuk lagi, Etta nggak apa apa kan mah"kata Leon dengan cemas.
"Nak Leon Loretta pasti baik baik aja kamu tenang yah, Tante yakin dia baik baik aja" kata Wendy yang mencoba menenangkan tunangan putrinya tersebut.
"Iya om yakin Loretta baik baik aja dia gadis yang kuat kok"tambah Jordan sambil mengelus puncak kepala Leon.
Dan dokter tersebut pun keluar dari ruang operasi.
"Maaf permisi disini siapa yang namanya leon, pasien sedari tadi memanggil nama Leon" kata dokter tersebut.
"Aku dok aku Leon" kata Leon sambil mendekat kearah dokter tersebut.
Maaf nanggung ceritanya
Dan jangan lupa tetap
LIKE
VOTE
KOMEN
Sebanyak banyaknya yah biar author makin semangat updatenya^_^