
Kruyukkk!! Bunyi perut Leon yang menandakan ia belum makan.
(Dasar perut sialan!) Umpat Leon dalam hatinya.
"Oh udah makan yah😈" kata Loretta sambil mengeluarkan semiriknya yang membuat bulu kuduk Leon merinding.
"Ah iya aku lupa, ya..yaudah aku makan dulu yah kucing kecil" kata Leon gugup dan mengambil sekotak makanan yang tadi ditinggalkan mamanya tersebut.
Dan Leon pun memakannya.
Beberapa menit kemudian Leon telah selesai makan dan ia pun kembali lagi ketempat dimana ia duduk tadi yang tak lain disamping loretta.
"Kamu nggak ngantuk Leon" kata Loretta sambil menatap Leon.
"Ah nggak kok sayang kamu tidur aja kalo ngantuk biar aku yang jagain" kata Leon dengan lembut dan memegang tangan Leon.
Blusshh! Tiba tiba saja wajah Loretta memerah.
(Ah sial kenapa Leon begitu lembut apa iya ini yang dinamakan gunung es) gerutu Loretta sambil menundukkan wajahnya karena takut Leon melihat wajahnya yang merona karena malu.
"Eng..nggak kok aku nggak ngantuk kok" kata Loretta dengan PD nya, dan itu membuat Leon terkekeh karena sifat Loretta.
Dan malam yang panjang tersebut mereka lewati dengan canda tawa yang tak ada habis habisnya.
Dan keesokan harinya seluruh keluarga Leon maupun keluarga loretta datang untuk melihat kedua anak mereka.
Dan betapa terkejutnya mereka ketika mereka melihat kedua pasangan tersebut yang tengah tertidur dengan nyenyaknya.
Dan mereka hanya tersenyum ketika melihat Loretta yang sedang tertidur dipelukan Leon yang juga tertidur.
"Pah masa iya itu leon, dia kok bisa jadi hangat kayak gitu" kata mamanya Leon sambil tersenyum melihat kedua pasangan tersebut.
"Akhirnya gadis kecilku udah mau Nerima leon" kata papanya Loretta.
Dan kedua keluarga tersebut yang awalnya ingin masuk kedalam ruangan tersebut malah berbalik karena tak ingin mengganggu anak mereka yang tengah tertidur.
Dan tak lama kemudian Leon pun bangun karena sinar matahari mulai masuk kedalam ruangan tersebut.
Dan dengan hati hati ia memindahkan lengan Loretta yang merangkul dirinya.
Dan sebelum ia berhasil memindahkan tangan gadinya, tiba tiba saja Loretta bangun.
"Selamat pagi kucing kecil" kata Leon sambil tersenyum lembut dan mengelus puncak kepala Loretta.
"Selamat pagi juga" kata Loretta sambil melepasnya pelukanya yang masih melekat di tubuh Leon.
"Lapar nggak?" Tanya Leon sambil mengelus puncak kepala Loretta dan dibalas anggukan kecil oleh Loretta.
"Iya, aku tau kok kalo kamu lapar banget, kamu minta dibeliin apa" kata Leon dengan lembut.
"Em..... Apa yah, spaghetti aja" kata Loretta sambil tersenyum ke arah Leon.
"Baiklah tuan putri" kata Leon sambil mencium pipi kanan Loretta dan hal tersebut membuat wajah Loretta memerah.
"A...apaan sih udah beli sana cepet!!!" Kata Loretta sambil menahan malunya dan hak tersebut hanya membuat Leon tertawa kecil, dan kemudian Leon meninggalkan Loretta untuk membeli makanan yang diinginkan oleh loretta.
*Beberapa menit kemudian Leon datang dengan sebungkus spaghetti dan Loretta langsung memakannya, dan beberapa saat kemudian loretta selesai makan.
"Kamu mau kemana?" Tanya Leon sambil membantu Loretta yang hendak berdiri dari kasurnya tersebut.
"Emm itu aku mau ke..... Mau ke toilet" kata Loretta sambil mengalihkan pandangannya.
"Oh yaudah sini aku bantuin" kata Leon sambil memapah Loretta menuju toilet.
"Loh kok kamu masuk, keluar sana" kata loretta sambil mendorong Leon untuk meninggalkan dirinya sendiri.
"Loh aku kan mau bantuin kamu" kata Leon dengan polosnya dan sepontan membuat pipi Loretta merona karena malu.
"Udah sana keluar, cepet!!" Kata Loretta sambil mendorong Leon keluar dari kamar mandi.
(Dasar Leon, bikin aku malu aja ni anak) gerutu Loretta didalam kamar mandi.
Sedangkan Leon.
"Hachimm, siapa sih yang bicarain aku" gumam Leon sendirian.
Jangan lupa tetap baca novel ini yah
DAN BUDAYAKAN
LIKE
VOTE
KOMEN
SEBANYAJ BANYAKNYA
Oh ya para Readersku maaf yah kalo aku jarang up soalnya tugas aku numpuk banget.
Tapi tenang kok aku bakalan tetap up kok.
Sekali lagi maaf yah kalo aku jarang up🙏🏻