
Plakkk!!! Suara tamparan yang berhasil mendarat dipipi Leon dan meninggalkan bekas kemerahan yang tak lain bekas tamparan loretta, langsung semua orang dikelas tersebut mendekat
"Hei!! Beraninya kau menamparku...." gerutu Leon yang merasa kesal
"Heh, berani? berani lah ******** mana yang tak pantas ditampar" ejekan Loretta
"********? Oh ini pertama kalinya ada yang berani memanggilku ********, dari dulu hanya ada panggilan Tuan Muda" balas Leon sambil berdiri dan menatap tajam Loretta sambil mengeluarkan semiriknya
"Tuan muda? Hahahaha kau tak pantas mendapat julukan tersebut"Loretta membalasnya dengan gelak tawa yang mengejek
"Heh dia berani banget ngejek tuan muda Shin emangnya nggak takut mati yah gadis itu"kata para murid yang hanya menonton perdebatan antara kedua siswa siswi tersebut
Brakk' tiba tiba ada sosok yang dikenal Loretta datang ke kelas tersebut, Leon pun kaget karena dia juga mengenal sosok tersebut
"Etta kecil, kamu lupa bawa tas kamu" ucap kakak kedua Loretta, chilson
"Kakak?"loretta merasa heran kenapa dia mau mengambilkan tas Loretta yang ketinggalan di ruang kepsek
"Kak chilson?"ucap Leon keheranan
"Oh ada Leon juga ternyata"ucap chilson (kayaknya mereka berdua(Loretta dan Leon) harus dideketin nih
"Kakak kok bisa disini"ucap Loretta yang masih keheranan
"Tadi aku mau nganterin berkasnya papa di kepsek eh ternyata ada tas kamu disana jadi yah gue bawain gue kan kakak loe masak nggak boleh, sadis amat sih loe etta kecil"ucap chilson sambil menyerahkan tas yang dibawanya ke Loretta
"Udahlah kak gak usah pake drama dramaan, makasih"jawab Loretta cuek
"Jadi kalian berdua ini kakak adik?"tanya Leon yang disedari tadi hanya melongo melihat interaksi kedua kakak adik tersebut
"Yaps gue sama kak chilson kakak adik" jawab Loretta
"Jadi marga Lo Shin?"tanya Leon karena kaget
"Yaps, nama gua Loretta shin, kenapa emangnya?"jawab Loretta keheranan
"Kak chilson jadi dia ini nona muda keluarga Shin yang......nggak jadi deh"kata chilson kaget (nggak mungkin si kasar ini tunangan ku nggak mungkin, mana mungkin aku mau sama ni gadis kasar)
"Iya dia satu satunya nona muda di keluarga ku"jawab chilson sambil mengeluarkan semiriknya,dan si Loretta hanya bengong melihat keduanya
"Emangnya kenapa kak kalo aku nona muda keluarga Shin"akhirnya loretta membuka suara yang sedari tadi hanya diam karena penasaran
"Itu....."ucapan chilson tiba tiba terpotong karena tangannya tiba tiba ditarik Leon keluar dari kelas. Sedangkan Loretta hanya mendengus kesal
*Skip sampai balkon
"Kak aku mohon jangan ungkapin tentang perjodohan itu dong kak"ucap Leon kesal
"Emangnya kenapa dia kan adik aku, lagi pula dia harus tau kalo kamu kan tunangannya"ucap chilson dengan nada menggoda
"Ah nggak tau ah nanti aku minta batalin aja,aku nggak mau punya tunangan kasar kayak dirinya itu"gerutu Leon sambil berjalan kembali ke kelasnya dan meninggalkan chilson yang masih mematung di sana
"Haaaah nanti nyesel kamu Leon kalo kamu batalin tunangannya soalnya kamu belum tau Loretta itu gimana"chilson menghela napas nya
*Skip kelas
Leon pun langsung duduk dibangkunya kembali tanpa memperhatikan Loretta ataupun murid yang lainnya,sedangkan Loretta hanya diam melihatnya sambil menahan nyeri yang ada di punggungnya akibat dorongan Leon tadi yang begitu kuat, dan pelajaran pun berjalan dengan biasa, dan tak terasa bel bunyi istirahat pun berbunyi
"Ahhh capek banget, aduh sakit banget"gerutu Loretta sambil memegangi punggungnya yang masih nyeri, dia tak sadar kalo Leon ada disebelahnya karena dia kira Leon tidur padahal Leon masih terjaga
"Halo aku Charlotte Nam, kita bisa jadi temen nggak?"tanya seorang siswi yang tiba tiba datang di hadapan bangku Loretta
"Halo aku juga pingin jadi temen kamu kenalin aku Rachel Zen"tanya Rachel dengan tersenyum tulus
"Oh boleh kenalin aku Loretta Shin"jawab Loretta dengan tersenyum
"Waaah jadi kamu ya nona muda keluarga shin"kata Charlotte sambil menatap kagum Loretta
"Iya, emangnya kenapa kalo aku nona muda keluarga Shin, memangnya ada yang spesial ya?"tanya Loretta heran karena ada lagi orang yang kagum akan keluarga Shin yang menurut Loretta sendiri nggak ada yang spesial
"Haaaah masa kamu nggak tau, tuan besar Jordan Shin papa kamu itu memiliki perusahaan terbesar didunia serta punya lebih dari 100 cabang perusahaan besar miliknya yang tersebar di seluruh dunia,sedangkan mama kamu adalah perancang busana kelas atas karyanya udah tersebar dan diakui seluruh dunia, masa kamu masih nggak tau tentang itu?"kata Rachel keheraan ke Loretta yang tidak tau akan besarnya keluarganya sekarang
"Nggak, yang aku tau papa aku adalah seorang CEO biasa dan mamaku adalah perancang busana biasa, bahkan aku baru tau sekarang karena keluargaku nggak pernah ngomongin soal itu semua, dan dari dulu aku ada di negara S dan kemarin aku baru pulang dari sana jadi yahhh aku baru tau ini semua"jawab Loretta dengan polosnya
"O iya kamu kan dari dulu ada di luar negeri, yah pokoknya kamu beruntung deh nona Loretta" kata Charlotte
"Yaudah kita panggil Etta aja boleh nggak?"tanya Rachel ketakutan karena yang ia panggil adalah putri dari perusahaan tempat bekerja ayahnya
"Gapapa kok dari dulu temanku di luar negri juga panggil aku dengan sebutan itu "jawab Loretta dengan senyuman yang mengembang di bibirnya tersebut, dan kedua teman barunya tersebut hanya menatapnya dengan penuh haru dan kagum (Etta ini beda banget sama nona muda lainnya biasanya mereka marah kalo ada yang nggak menyebutnya nona, tapi Etta malah senang dengan nama panggilan Etta) batin keduanya dengan penuh kekaguman ke Loretta
"Udah nanti aja bengongnya sekarang kita ke kantin dulu aja aku udah laper nih"ucap Loretta sambil memegangi perutnya yang lapar
"Ayo!!"ucap kedua temanya sambil tersenyum ke loretta
*Skip di kantin
Tiba tiba ada seorang gadis yang menabrak Loretta dan menumpahkan coklat di kedua baju siswa tersebut
"Haiiih kau nggak punya mata ya!!!, aduhh gimana nih baju aku"maki gadis tersebut dia adalah zeya sang kepada Loretta
"Kayaknya tadi yang nabrak aku itu kamu kok sekarang nyalahin aku, kan seharusnya aku yang tanya sama kamu mata kamu hanya pajangan kah" ucap Loretta sambil memasang raut merendahkan
Plak!!!! Satu tamparan berhasil mengenai pipi kanan Loretta
"Dasar ******. Berani beraninya kamu ngehina aku, emangnya kamu tau aku siapa, aku ini zeya sang putri tunggal direktur keuangan di perusahaan Wave entertainment" kata zeya sambil menyombongkan dirinya, dia tak tahu bahwa gadis yang ditamparnya adalah putri satu satunya dari CEO tempat ayah nya bekerja
"Oh" jawab Loretta dengan tatapan merendahkan dan dia pun mengayunkan tangannya ke pipi zeya.
Plak!!! Tamparan loretta mengenai pipi kiri zeya
"Seharusnya kamu yang harus mikir dulu siapa aku, aku bisa aja memecat ayahmu itu memangnya kau siapa hanya seorang putri dari direktur keuangan itu, berani beraninya menamparku"kata Loretta dengan semiriknya menatap zeya yang masih memegangi pipinya yang bekas tamparan loretta
"Yaaakkk!!! Beraninya kau sombong dihadapan ku, tunggu saja akan kupanggilkan orang tua ku kau, lihat saja kau nanti pasti hancur"ucap zeya sambil meninggalkan Loretta
(Haih hanya seorang putri yang bisa sembunyi dibalik kekuasaan orang tuanya , berani beraninya dia menyinggungku memangnya dia apa, ternyata nanti aku harus memanggil dia)batin Loretta sambil mengeluarkan senyum devilnya
"Yaudah ayo makan aku lapar " ucap Loretta sambil menarik tangan Rachel dan Charlotte yang masih bengong akan kejadian tersebut
"Siapa wanita itu berani sekali dia menampar nona muda zeya"ucap murid A
"Entah mungkin dia siswi pindahan, pasti belum satu Minggu dia pasti udah keluar dari sini"ucap murid B
******
"Etta memangnya kamu keren banget tadi, kalo itu aku pasti aku udah nangis atau keluar dari sekolah ini" ucap Rachel ketakutan
"Iya, kamu tahu perempuan itu tadi suka banget nindas murid lainnya dengan alasan putri tunggal direktur, pokoknya sombong banget" kata Charlotte yang juga bergidik ngeri
"Ah biarin buat apa takut dia itu hanya perempuan yang mengandalkan kekuasaan orang tuanya"ucap Etta dengan semiriknya
*Skip bel masuk pun berbunyi, dan semua murid berlari menuju ke kelasnya masing masing, dan Etta pun duduk dibangkunya dan ternyata Leon sudah ada disana , dan guru pun masuk tapi tiba tiba banyak rombongan bodyguard dan ada tuan dan nyonya keluarga sang dan putri tunggalnya zeya sang, tiba tiba nyonya sang mendekat ke bangku zeya dan menampar pipi Loretta
"Hei gadis ja**ng berani beraninya kau menampar putriku"bentak nyonya sang ke Loretta sontak seluruh kelas menatap Loretta
"Haih nyonya seharusnya kau tanya dulu putrimu sebelum menamparku memangnya aku mau mengotori tanganku dengan menampar putrimu" jawab Loretta dengan senyum evilnya sedangkan Leon hanya melihatnya dengan tersenyum(oh kucing kecil ini sudah mulai mengeluarkan cakarnya, tak lama lagi pasti dia menggertak mereka dengan kekuasaannya seperti nona muda lainnya) batin Leon dan menebak nebak apa yang akan dilakukan Loretta
"Hei ja**ng apa maksudmu, jaga ucapanmu memang orang tuamu tak perah mengajarkanmu kah, bisa bisanya kau berkata seperti itu pasti orang tuamu yang mengajarkan itu padamu" bentak nyonya sang.
Sedangkan Loretta hanya memendam amarahnya dan ia pun mengambil ponselnya
"Halo, Louise Han cepat cari berkas tentang keluarga sang dan dalam lima menit cepat datang kesini" ucap Loretta kepada orang yang berada di seberang telepon sana
"Hei nyonya sang kau boleh menghinaku semauku tapi jangan menghina orang tuaku, sebaliknya aku bertanya apakah begini kau sebagai orang tua zeya pantas saja sifat zeya tak beda menjijikkannya dengan dirimu nyonya" balas ledek dari Etta yang merasa tak terima orang tuanya dihina oleh nyonya sang
"Dasar ja**ng jaga mulutmu itu!!!!"ucap nyonya sang dan mengayunkan tangannya ke arah Loretta tetapi Sepang tangan menahan tangan nyonya sang sebelum mengenai wajah etta, ya dia adalah Louise Han
"Hei nyonya jaga tanganmu dari nona kami sebelum kupatahkan" kata Louise sambil menatap nyonya sang dan ia pun melepaskan tangannya dari nyonya sang
"Nona ini berkasnya"ucap Louise lembut sambil menyerahkan berkas yang ada ditangannya kepada Loretta
"Keluarga sang, tuan hendery sang direktur keuangan perusahaan Wave entertainment, nyonya Vivian Lee artis internasional haah nggak ada yang spesial"
"Louise Han aku mau nanti diberita keluarga sang bangkrut hari ini juga"ucap Loretta
Yang sontak semua terkejut terutama tuan hendery sang yang tiba tiba sadar siapa Louise tersebut.
(Louise Han dia adalah Louise Han asisten dari pemimpin mafia terbesar yang sudah menguasai lebih dari 100 negara itu kah Loretta shin, tapu masa gadis kecil tersebut adalah Loretta shin) batin tuan hendery sambil bergidik ngeri