My Doctor Is Mine

My Doctor Is Mine
9. Pemecahan Sebuah Teka-teki Mengenai Ayla



Masih terbawa dalam sebuah lamunan itu, tiba-tiba dokter Prayugo datang ke ruangan Christ. Christ masih belum sadar atas kedatangannya. Prayugo mendekat ke meja kerja Christ dan menatap dekat mukanya serta menepuk pundak Christ setelahnya.


"Pak dokter Christian, hayoloh sedang membayangkan apa sih? kelihatannya serius sekali?"


"Dan itu koran yang ada di tangan anda? isinya berita apaan?" tanya Prayugo kepada Christ yang tengah sadar setelah di tepuk pundaknya.


"Duh anda ini mengagetkan saja!" ujar Christ pada Pria yang duduk di depannya itu.


"Ada apa gerangan? tiba-tiba datang kemari tanpa ketuk pintu." tambahnya lagi.


"Bagaimana anda bisa tahu saya tidak mengetuk pintu pak dokter Christ? sedangkan anda saja tengah asyik dalam sebuah lamunan, entah apa yang ada dalam lamunan itu?" tanya Prayugo kemudian sedikit ngeledek.


"Ini lho? Setelah saya membaca isi koran ini tiba-tiba saja saya teringat sesuatu yang pernah terjadi dalam hidup saya. " jelasnya


"Oh iya, tujuanku datang kemari, aku ingin memberitahukan informasi lengkap mengenai ayla yang aku dapatkan dari cerita temennya itu si Utari." jawabnya kepada Dokter Christ.


"Jadi Bagaimana tentang ayla? apa yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya?" tanya Christ yang begitu penasaran.


"Tapi bro? aku juga penasaran dengan apa yang sedang ada dalam lamunanmu tadi?" seka Prayugo kemudian.


"Ya sudah berarti aku dulu nih? yang cerita?" tanya Christ kembali kepada dokter Prayugo, lalu ia menganggukan kepala.


Christ mulai menceritakan awal mula sebelum ia menjadi seorang dokter, kepada Prayugo.


Dia bercerita bahwa dulu ia adalah seorang pengamen, sewaktu keluar dari sebuah yayasan tempat ia dibesarkan.


***


Dari balik pintu ruang kerja Christ yang sedikit terbuka ada seseorang telah menguping. Orang itu adalah Nichols. Nichols kebetulan sekali pas lewat depan ruang kerja Christ, lalu dia menguping pembicaraan yang membahas tentang masa lalu Christ sebenarnya.


Nichols mendengar baru sebatas Christ seorang pengamen, dan di besarkan di sebuah yayasan yatim piatu, serta memiliki tante yang pergaulannya bebas. Tak lama gawai nya bergetar, Nichols segera pergi dari balik pintu ruang kerja Christ.


Sebuah telepon masuk dari Celine. Celine sedang mencari Nichols di ruang kerjanya namun tidak ada. maka dari itu Celine menghubungi Nichols.


"Kamu dimana sayang? aku di ruang kerjamu tapi tidak ada?" suara Celine yang berasal dari telepon itu.


"Oke sayang aku sebentar lagi menuju ruang kerja." balas Nichols yang sedang mengangkat telepon Celine, sambil berjalan perlahan menuju ruang kerjanya.


Apa yang di dengar Nichols membuat dirinya berambisi untuk menjatuhkan nama baik Christ sebagai seorang dokter. Nichols mulai menyusun rencana buruk.


Nichols kembali ke ruang kerjanya, hendak membuat sebuah artikel yang ada kaitannya dengan kisah perjalanan hidup dokter Christ. Padahal Nichols belum mendengar seluruh cerita, hanya masih di bagian kehidupan Christ yang sebatang kara, hingga Christ pernah menjadi seorang pengamen.


Nichols benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang baru saja dia dengar. Nichols sangat ingin menjatuhkan reputasi dokter Christian.


"Hai sayang, sorry menunggu lama, aku baru saja dari ruang pasien."


"Oke, ayo kita makan di luar, ini sudah jam istirahat juga kan?" ajak Celine menggandeng tangan Nichols yang baru saja sampai ke ruangan itu.


"Sebaiknya aku menyusun artikel itu nanti saja, aku tidak ingin Celine tahu mengenai hal ini." gumam Nichols dalam hati.


"Aku akan menyebarkan susuan artikel yang akan buat nanti tentang dokter Christ, dan akan ku sebarkan kepada awak media, supaya mereka semua tahu siapa Christ sebenarnya." geram Nichols di hatinya.


***


Prayugo ikut terharu mendengar cerita Christ yang baru saja di ucapkan. Christ bercerita kepada Prayugo hanya sebatas tentang perjalanan hidupnya sebelum menjadi seorang dokter.


Kemudian setelah Christ selesai menjawab rasa penasaran Prayugo terhadap lamunannya, Prayugo segera memberitahukan kepada Christ mengenai informasi yang dia dapat dari Utari.


**


Cerita Utari :


Utari menceritakan bahwa awal mula Ayla depresi itu disebabkan oleh mantan pacar Ayla. Mantan kekasih Ayla bernama Pram. Sebetulnya ada kepanjangannya namun Utari lupa akan sebuah nama tersebut.


Memang kebetulan Pram sering banget datang ke kontrakan. Bahkan sering sekali menginap.


Ayla dan Pram menjalani hubungan yang secara dalam waktu singkat, mereka langsung jadian. Entah apa yang menyebabkan keduanya bisa jadian secepat itu, menurut Utari.


Bahkan Utari berkata bahwa dia, akan menyelidiki tentang kasus yang menimpa Ayla. Namun Utari masih belum menemukan jejak apapun yang menyangkut semuanya mengenai Ayla.


Utari masih bingung harus menyelidiki kasus ini, mulai dari mana?


Sejauh ini masih belum ada tanda-tanda yang dapat ia temukan. Karena menurut Utari, Ayla itu orangnya tertutup sekali.


Sejauh Prayugo ngomong panjang lebar tentang sebuah informasi yang dia dapatkan, sejenak terlintas dalam pikiran Christ satu nama yang dia dan Prayugo kenal.


Namun Christ masih menyimpannya dan belum sama sekali menyebutkan nama yang terlintas dalam pikirannya itu pada Prayugo.


Kala itu Prayugo masih terus membicarakan hal itu mengenai Ayla. Christ menanyakan beberapa hal kepada Prayugo mengenai informasi tersebut.


"Sebentar Pra, kamu dapat info mengenai kekasih Ayla itu sekarang tinggal dimana?"


"Kita harus bergerak cepat mengatasi semua ini Pra? jujur, Gue Khawatir akan kondisi Ayla sekarang, gue pun sama sekali gak tahu tentang Ayla sejauh ini."


"Gue merasa kasihan saja sama Ayla yang harus merasakan depresi berat seperti yang kamu katakan waktu itu."


"Besok kan hari libur kita berdua? bagaimana kalau gue sama lu pergi ke kontrakan Ayla? apakah lu ada waktu pra?"


"Sebenarnya banyak yang nyangkut dalam pikiran gue Pra? tapi gue belum bisa menceritakan semuanya ke lu sekarang, maka dari itu gue minta lu temenin gue untuk mencari tahu semua ini, gimana?"


"Gue sih setuju-setuju aja sama lu Christ, gue siap banget buat bantu lu kapan pun itu! gue juga gak ada kesibukan besok?" jawab Prayugo menatap arah Christ.


"Oke kalau begitu, besok lu jemput gue di rumah, supaya Liliana tidak curiga." ujar Christ.


"Oh iya gue lupa, kata Utari laki-laki itu menghilang begitu saja dan tidak ada kabar sama sekali sampai detik ini mengenai keberadaannya, sebab dia itu merupakan sosok yang sangat misterius. tempat tinggalnya saja katanya berpindah-pindah." tukas Prayugo kemudian.


"Oke deh kalau begitu besok gue ke rumah lu sekitar jam sembilan pagi, gimana?" tanya Prayugo


"Setuju!! lebih cepat lebih baik, semoga besok kita dapat menemukan apa yang kita cari di sana!" sahut Christ setelahnya.


Tak lama, seorang perawat mengetuk pintu ruang kerja Christ yang sedari tadi sedikit terbuka.


"Dokter, pasien Ayla terjadi kontraksi kejang-kejang dok?" ujar sang perawat yang sedikit panik.


Christ dan Prayugo segera berlari meninggalkan ruang kerja itu, menuju arah ruangan Vvip tempat Ayla sedang di rawat.


Kira-kira siapa nama yang terlintas dipikiran Christ?


Apa saja yang ada dalam pikiran Christ selain sebuah nama itu?


Apakah mereka berdua akan menemukan sesuatu yang mereka cari? di kontrakan Ayla?


Ikuti terus keseruannya cerita ini ya sahabat Penra_


Semoga cerita setiap bab nya akan makin menarik dan menjawab semua teka-teki ini.


...--------...


PENRA_


To Be Continue....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...