My Doctor Is Mine

My Doctor Is Mine
10. Christ Mengkhawatirkan Istrinya



Utari yang tengah berada di ruang Ayla dirawat, merasa panik melihat keadaan Ayla yang tiba-tiba kejang-kejang begitu saja.


Prayugo segera memasang kembali selang oksigen pada pasien yang terbaring di atas tempat tidur itu. Sebelumnya memang ia sudah di pasang selang oksigen, namun karena hari sebelumnya ia mengalami pendarahan di hidung, akhirnya selang oksigen itu di lepas untuk sementara.


Tubuh wanita itu di keliling banyak alat bantu pernafasan untuk bertahan dalam keadaannya yang saat ini sedang koma.


Prayugo memberikan suntikan kepada Ayla, untuk meredam kejang-kejangnya. Setelah suntikan itu mengalir dalam saluran infus, tak lama Ayla berhenti dari keadaan yang sempat membuat panik temannya.


"Terimakasih dokter, anda sudah sigap melakukan tindakan." ujar Utari kepada Prayugo.


Christ yang menemani Prayugo ke dalam ruangan Ayla, menatap Ayla dengan sangat teliti dan memeriksa kondisi Ayla saat ini.


Christ dan Prayugo menganggukan kepala secara bersamaan ketika keduanya saling menatap. Utari bingung melihat tingkah mereka.


Dalam hatinya berkata, "Sebenarnya itu sebuah kode dalam bidang kedokteran atau bagaimana sih?"


Selesai pemeriksaan terhadap Ayla, Prayugo mengajak ngobrol Utari di depan ruangan. Sementara Christ masih terdiam di ruangan itu, menemani Ayla.


***


"Ada hal yang harus saya sampaikan mengenai Ayla." ujar Dokter Prayugo.


Belum selesai menjelaskan, Utari langsung panik dan berkata, " Maksud dokter bagaimana? saya sama sekali tidak mengerti, apa yang terjadi sebenarnya pada teman saya itu dok? apakah kondisinya makin kesini makin parah?"


"Bukan begitu maksud saya, jadi tadi saya sudah menyampaikan beberapa informasi mengenai pasien dari mulut anda, dan saya konfirmasikan kepada teman saya dokter yang ada di dalam itu." ucapnya menunjuk arah Christ yang sedang berdiri di samping ranjang tidur Ayla.


"Lalu kami sepakat untuk membantu anda, dalam mencari tahu mengenai permasalahan yang terjadi pada pasien sebenarnya." jelas Prayugo menjawab perasaan panik yang dirasakan Utari.


Mendengarkan hal itu, Utari sedikit lega dengan menghela nafas panjang.


"Saya pikir terjadi hal buruk dengan kondisi Ayla saat ini dok? sekali lagi maafkan saya sudah memotong pembicaraan dokter barusan." ucapnya merasa bersalah.


"Jadi apa yang harus saya lakukan dok? untuk membantu melangsungkan penelitian permasalahan Ayla?" tanya Utari lagi.


"Anda cukup memberitahukan alamat kontrakan kalian, dan berkenan mengijinkan kami untuk masuk ke kontrakan tersebut dengan menyerahkan kunci kamar kepada saya, itupun jika anda percaya dengan saya." balas Prayugo.


"Baiklah dok, selama itu bisa membantu dalam penyelidikan saya bersedia membantu dan mempercayai dokter." jawab Utari, lalu dia kembali ke dalam ruangan dan membuka tas miliknya.


Utari kembali keluar ruangan dengan menyerahkan kunci kontrakan kepada Prayugo.


"Ini kunci kontrakan kami dok, Kira-kira kapan dokter akan melakukan penyelidikan mengenai semua ini?" tanya Utari kembali.


"Kemungkinan besok, karena kebetulan besok adalah hari libur saya dan teman saya bertugas di sini." jawab Prayugo setelahnya.


Prayugo mengeluarkan ponsel dari saku jasnya, kemudian meminta Utari untuk mencatat nomornya di handphone Prayugo, sekiranya nanti jika ada sesuatu yang harus di tanyakan, saat Prayugo dan Christ sudah berada di kontrakan Utari dan Ayla.


Tak lama, Utari langsung mencatat nomor ponselnya ke handphone yang di berikan Prayugo padanya.


Selepas itu, Utari segera masuk kembali ke ruangan Ayla. Melihat Utari membuka pintu ruangan, Christ juga segera meninggalkan ruangan itu, dan menemui Prayugo di depan kamar Ayla.


Prayugo dan Christ kembali melangkah perlahan menjauh dari tempat itu menuju ke ruang kerja Prayugo.


***


Dari agak kejauhan yang sebentar lagi sampai di ruang kerja Prayugo, Prayugo dan Christ melihat Nichols keluar dari ruang kepala admin dalam bidang yang menangani perpanjangan kontrak, pengajuan cuti, serta pengajuan hal hal lain yang bersangkutan dengan prosedur rumah sakit.


Keduanya saling menatap melihat Nichols keluar dari ruangan itu dengan langkah perlahan. Setelah terlihat Nichols sudah jauh dari ruangan itu, Christ dan Prayugo masuk ke dalam ruangan yang baru saja Nichols keluar dari tempat itu.


Prayugo menanyakan tujuan dokter magang bernama Nichols ada tujuan apa datang kemari? salah satu staff ruangan itu memberitahu bahwa dokter magang atas nama tersebut telah mengajukan beberapa surat yang di minta untuk persyaratan pengajuan cuti.


Setelah mengetahui hal itu, Prayugo dan Christ langsung pergi begitu saja dari ruangan tersebut. Keduanya saling bertanya kiranya apa yang membuat dokter magang itu mendadak mengajukan surat ijin cuti beberapa hari.


Prayugo menyusun rencana untuk hari esok bersama Christ. Prayugo memberitahukan pada Christ bahwa ia sudah mendapatkan ijin dari Utari untuk mendatangi kontrakan mereka, dan sudah menyimpan nomor telepon nya juga untuk dapat di hubungi.


***


Jam istirahat Rumah Sakit....


Terlihat di kantin Rumah sakit, Nichols sedang makan berdua bersama kekasihnya yaitu Celine. Nichols sama sekali tidak memberitahu padanya bahwa ia baru saja mengajukan surat ke kantor untuk pengajuan cuti selama beberapa hari.


"Sayang, hari ini kan kita pulang sore? bagaimana kalau kita berkunjung ke butik persewaan pakaian pengantin?" tanya Celine kapada kekasihnya sembari menikmati makanan.


Nichols dan Celine dalam waktu dekat ini merencanakan untuk segera menikah. Tapi keduanya sama sekali belum ada persiapan akan hal itu.


"Baiklah, aku ngikut aja sayang, aku percayakan padamu, hari ini aku siap mengantarkan dan menemanimu kemana saja." jawab Nichols


"Benarkah? wah aku senang sekali mendengarnya, tumben sekali kamu ada waktu panjang hari ini buat nemenin aku yang?" tanya Celine kembali.


Nichols hanya memberikan senyum pada wanita di hadapannya. Tanpa menjawab apapun. Dalam hatinya seraya mengatakan, "Sebab hari esok aku akan sibuk membuat susunan rencana buat menghancurkan dokter Christ, aku geram sekali sama sikapnya waktu itu saat mengetahui kita berdua sedang berhubungan intim di ruang istrahat perawat saat itu."


"Yang... yang kok kamu gak jawab?" tanya Celine lagi.


"Gak apa-apa sayang, memang kebetulan hari ini aku sedang tidak ada kesibukan lain, makanya hari ini sampai malam pun aku siap untuk pergi menemanimu kemana saja kamu mau." jelas Nichols kemudian.


***


Christ sedang makan bersama dengan Prayugo di luar jam kerja di sebuah resto dekat rumah sakit tempat mereka kerja. Saat sedang menikmati makanan, tiba-tiba ponsel Christ bergetar. Christ mengintip ponsel yang di sampingnya itu, yang terletak di atas meja.


Terlihat sebuah pesan masuk dari istrinya. Tulisan dari notifikasi pesan terbaca"My Wife" di belakangnya ada emoticon love.


Selesai makan, Christ membuka pesan dari istrinya.


[Yang, aku besok ada acara pergi berlibur bersama dengan teman-teman arisan sosialita, bolehkah aku ikut?] chat Liliana.


[Emangnya rencana berliburnya kemana say? ] balas Christ


[Tapi kan kamu sedang hamil muda sayang, rawan sekali buat kondisi kamu, aku khawatir kamu kelelahan] tambah chat dari Christ sebelum mendapatkan balasan dari Liliana.


[Ke Bali yang. Pliss ya? ijinkan aku untuk pergi ke sana, lagian sudah lama sekali aku tidak keluar rumah, rasanya bosan sekali di rumah sayang] chat dari Liliana.


Membaca pesan itu, seketika hati Christ luluh, ia juga tidak tega melihat istrinya yang sedang hamil, harus tertekan karena bosan di rumah.


[Oke baiklah, tapi ingat jangan kecapekan, jaga kondisi, kalau sekiranya sudah lelah, lebih baik istrahat, dan jangan begadang] balas Christ.


[Terimakasih suamiku tercinta, kamu memang suami yang sangat pengertian, aku beruntung memiliki suami sepertimu] chat Liliana yang sedikit merayu suaminya.


Christ tidak membalas lagi pesan terakhir Liliana. Sebenarnya Christ tidak menginginkan istrinya pergi, namun di sisi lain dia merasa sangat bersalah jika tidak memberikan ijin untuk istrinya pergi.


Posisi Christ serba salah jadinya. Christ khawatir akan kondisi Liliana yang beberapa hari sebelumnya sempat drop, tapi mau bagaimanapun Liliana tetap memaksa untuk pergi, dan terpaksa dirinya harus memberikan ijin.


Christ sangat tidak ingin jika istrinya dan calon anaknya kenapa-napa.


Melihat raut muka Christ yang begitu terlihat tegang, Prayugo menegurnya. Dan akhirnya Christ menceritakan kepada Prayugo mengenai apa yang sedang membuat ia terlihat tegang saat ini.


...----------------...


PENRA_


To Be Continue...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...