My Doctor Is Mine

My Doctor Is Mine
7. Ingatan masa lalu Tentang dirinya



Suatu hari Christ tidur nyenyak di sepanjang malam pada hari itu. Awal mulai dia belum menjadi seorang dokter.


Christ mendapatkan mimpi yang seolah terasa nyata menurutnya. Dalam keadaan setengah sadar, Christ berada di suatu tempat yang terlihat misterius.


Seorang lelaki tua, tiba-tiba muncul di hadapannya. Langkah nya membawa sebuah tongkat, ia memakai baju jas putih layaknya seorang dokter. Tapi Christ yakin dia bukan hanya sekedar seorang dokter. Melainkan dia memiliki tingkatan diatasnya dokter.


"Siapa kamu?" tanya Christ kepada lelaki tua yang di hadapannya.


"Jangan takut! kamu tidak perlu tahu namaku anak muda? aku datang menemuimu hanya ingin memberitahukan sesuatu dan sedikit memberimu warisan tentang obat-obatan medis." ucapnya mendekati Christ.


"Tapi aku hanya manusia biasa, aku bukanlah seorang dokter seperti apa yang kamu katakan barusan. bagaimana bisa kamu akan memberitahukan padaku mengenai obat-obatan medis, sedangkan aku sendiri tak tahu menahu akan hal itu." jelasnya pada lelaki tua yang berdiri di dekatnya.


"Hari ini aku akan memberikan warisan mengenai obat-obatan medis padamu, kamu akan mewariskan ilmu teknik dalam bidang kesehatan dan obat-obatan medis.


Christ terdiam mendengar perkataannya. "Ingat! kamu harus menolong banyak orang dalam ilmu medis yang kamu miliki." ucap laki-laki tua itu.


Christ yang kebingungan serta tak tahu apa-apa mengenai hal itu, hanya diam saja tanpa berkata apapun. Sebab Christ sebelumnya memang tidak memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter


Christ sekarang ini hanyalah seorang manusia biasa yang hidup sebatang kara, dan memiliki sebuah cita-cita dalam seni. Sebuah karya seni yang ia gemari adalah menulis dan melukis.


Tanpa dia sadar, hampir semua tulisan bahkan lukisannya menggambarkan makna yang begitu sangat berarti dan berkaitan dengan bidang kesehatan.


Dia sangat tidak menyadari dasar kemampuan yang ia miliki. Semua yang ia kerjakan hanya semata-mata karena sebuah hobi dari atas penelitian ataupun pengembangan imajinasi dalam otaknya yang bergerak dengan sendirinya.


***


Sembari berkata, lelaki tua itu menggerakkan tangannya ke arah kening Christ. Terlihat sebuah cahaya yang sangat menyilaukan mata di kepala Christ.


Kilauan cahaya tersebut perlahan menghilang dengan sendirinya. Setelah cahaya itu hilang, kini dalam otak Christ mulai berinteraksi dengan sangat dahsyat hingga membuat Christ pingsan dan terjatuh kemudian di atas lantai.


Setelah Christ tersadar, bermunculan banyak informasi di kepala Christ. Mulai dari ilmu medis, teknik dasar spesialis obstetri dan ginekologi, teknik praktik spiritual, teknik farmasi dan masih banyak lagi.


Semua itu terus masuk dalam ingatan Christ hingga bersatu dalam saluran-saluran otak kepala Christ. Hal itu kembali membuat Christ jatuh pingsan. Karena selain dirinya merasakan pusing, pasangannya juga sedikit kabur.


Proses itu berjalan entah sudah memakan waktu berapa lama. Tak lama kemudian Christ kembali tersadar, ia membuka matanya perlahan dan menatap sekeliling. Saat terbangun dari tidurnya Christ melihat bahwa di samping tempat tidurnya itu ada istrinya yang sedang tertidur dengan lelap.


Jam di dinding tembok kamar Christ menunjukkan pukul tiga dini hari. Christ membalikan badan dari Liliana dengan mencoba untuk memejamkan matanya kembali, sembari memikirkan kejadian yang ada dalam mimpinya.


Christ mengira bahwa dirinya sedang berhalusinasi atas kejadian itu. Christ mencoba mengatur nafas, dengan menariknya perlahan dan menghembuskan lewat mulut. Sesekali Christ berfikir bahwa itu bukanlah sebuah halusinasi melainkan mimpi yang baru saja ia alami, tapi seolah memang fakta.


***


Christ menikah dengan Liliana memang dengan kondisi kehidupan yang sangat sederhana. Christ bekerja sebagai seorang pelukis dan penulis. Tapi tidak terkenal. Dalam bidang yang ia geluti membutuhkan proses yang panjang dan berliku-liku.


Siapa yang tidak kagum dengan sosok laki-laki hebat, kuat, tahan dengan setiap ujian. Ujian yang dialaminya, mulai dari jatuh bangkitnya perjalanan hidup, di kucilkan oleh keluarga besar, serta membuat dirinya harus menjadi seorang pengamen jalanan.


Iya, sebenarnya Christ bukanlah seseorang yang hidup sebatang kara. Namun, karena ia sudah tidak memiliki kedua orang tua, kini ia hidup di sebuah yayasan yatim piatu. Pada saat Christ berusia empat tahun. Hal itu bertepatan dengan mamanya Christ yang meninggal dunia akibat mengidap suatu penyakit.


Christ dititipkan ke yayasan tersebut oleh saudara kandung yang merupakan adik satu-satunya sang mama. Namanya Tina Febrian Kusuma. Yang merupakan tante Christ satu-satunya.


Pada saat itu alasan Christ dititipkan kepada yayasan karena kehidupan tante Christ tidak begitu baik. Maksudnya tidak begitu baik ialah dalam pergaulannya.


Pergaulan tante Tina memang sangat bebas. Dulu, Tante Tina hidup di negara Eropa. Dan di besarkan oleh bibinya. Dari usia dua tahun. Sebab bibinya tidak memiliki keturunan karena tidak menikah. Dan pada saat itu kehidupan orang tua Anne dan Tina memang hidup pas-pasan tidak bergelimang harta, maka dari itulah Tina hidup dengan bibinya yang bergelimang harta.


Selain itu tante Tina memang tidak menyukai Christ, tante Tina hanya ingin menguasai harta kekayaan Putri Anne Wijaya Kusuma. Beliau adalah mama Christ yang sudah tiada.


Keluarga Wijaya Kusuma memang di kenal sebagai keluarga yang sangat kaya raya, akan banyaknya perusahaan yang mereka miliki. Kekayaan mereka bukan dari dulu melainkan berjalan melalui berbagai proses yang di jalani. Namun, Tina Febrian Kusuma tidak mendapatkan sepeserpun bagian itu. Sebab menurut kedua orang tua Anne dan Tina, mereka hanya memiliki satu anak yaitu Putri Anne Wijaya Kusuma.


Hal itu dikarenakan pada sebuah perjanjian dengan Erita Kusuma Maharani (sang bibi). Perjanjian yang ditulis di atas kertas dan materai. Isi perjanjian mengenai pengadopsian anak. Yaitu Tina Febrian Kusuma.


Erita menyatakan kepada orang tua Anne dan Tina, bahwasanya Tina bukan lagi anak mereka. Dan suatu saat nanti mereka tidak boleh mengakui Tina sebagai anaknya. Oleh sebab itulah Tina tidak mendapatkan bagian kekayaan yang diperoleh kedua orang tua aslinya.


***


Suatu hari, saat Tina sudah dewasa, Tina mulai mencari jati dirinya. Mengenai siapa dia sebenarnya. Tina curiga mengapa dia tidak pernah merasa nyaman hidup bersama Erita. Meskipun Erita begitu sangat menyayangi dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang yang membuat anak itu tumbuh manja.


Ringkas cerita, Tina mengetahui semuanya dari salah satu pekerja yang bekerja di rumah Erita. Seorang pekerja itu merupakan tangan kanan Erita. Ia membocorkan semua hal tentang masa lalu Tina yang sebenarnya.


Tangan kanan Erita membocorkan hal tentang Tina pada saat Erita mengalami koma selama satu tahun lamanya akibat kecelakaan pesawat yang menimpanya saat itu.


Setelah mengetahui semuanya, Tina memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mencari tahu tentang orang aslinya. Setelah menemukan identitas orang tua asli, Tina kaget mengapa dirinya dibuang begitu saja dan di titipkan kepada bibi.


Karena untuk lebih detailnya cerita itu, orang kepercayaan Erita tidak memberitahukan yang sebenar-benarnya. Mengapa begitu? Sebab ada motif lain dari orang kepercayaan Erita.


Orang kepercayaan Erita menginginkan Tina untuk kembali ke tempat asalnya. Dengan tujuan bahwa dia ingin menguasai seluruh harta warisan Erita.


...-------...


PENRA_


To Be Continue...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...