My Doctor Is Mine

My Doctor Is Mine
3. Moment Mengembalikan Dompet



Setibanya di Apartement, dalam hati pria itu mengatakan "maaf sudah lancang membuka dompet milikmu" supaya ia mendapatkan cara untuk menukar kembali dompet miliknya melalui identitas yang ada di dalam dompet milik Christ.


Setelah mengetahui alamat yang terdapat di dalam dompet milik Christ, pria itu terkejut......


*** Lanjutan episode sebelum nya...


Alamat rumah Christ ternyata satu perumahan dengan rumah salah satu dokter spesialis ternama di Indonesia. Dokter spesialis ternama itu adalah paman dari seorang pria yang dompet nya tertukar dengan dompet milik Christ. Namun paman dari pria itu sudah hampir pensiun.


Usianya kisaran lima puluh tujuh tahun. Pria itu tidak menyangka bahwa dunia begitu sempit, sehingga pertemuan yang tidak sengaja terduga dengan cara seperti ini.


"Oke kalo begitu, hari ini aku harus membuat jadwal untuk bertemu dengan pria pemilik dompet ini." ucapnya sambil memegang dompet milik Christ.


"Ting.. tung...


" Ting.. tung...


"Jegreeeek... "


"Selamat pagi... mau bertemu dengan siapa tuan?" tanya seorang asisten rumah tangga kepada pria muda yang berdiri tegak di depan pintu dengan mata melihat sekeliling.


"Oh ya, apakah benar ini rumahnya Christian Freddy Wijaya Kusuma?" jawab pria itu sambil membuka dompet milik Christ dengan melihat sebuah KTP yang tertera.


"Benar ini rumah tuan Christian, sebelumnya maaf dengan siapa dan darimana?, nanti saya sampaikan ke dalam." tanya kembali seorang asisten rumah tangga itu.


"Nama saya Prayugo Putra Mahendra, sampaikan saja dari seorang laki-laki yang tidak sengaja kemarin bertemu dengan tuan Christian saat di rumah makan yang berada di Bandara." jawab pria itu dengan sangat ramah serta memberikan senyuman manis kepada seorang asisten rumah tangga tersebut.


"Okey baik... silahkan tuan tunggu dulu di kursi yang sudah tersedia." ucap asisten rumah tangga secara sopan dengan menunjukkan sebuah kursi tunggu yang berada tepat di depan rumah.


Asisten rumah tangga itu pun masuk ke dalam rumah untuk mengkonfirmasi kan kepada majikannya bahwa ada yang hendak bertemu dengan beliau sedang menunggu di kursi depan.


Tak lama, Christ bersama dengan istrinya melangkah kaki keluar menemui tamu yang sedang menunggu nya di depan. Setelah saling bertatapan mereka berdua saling menyuguhkan senyuman. Christ berjabat tangan dengan pria itu begitu pula dengan istrinya yang menatap kebingungan.


Christ sedikit terkejut, sebab belum mengetahui apa alasan pria itu datang ke rumahnya, dan bagaimana pria itu bisa mengetahui alamat rumah Christ. Begitu juga Christ belum sadar bahwa dompet nya tertukar dengan dompet milik pria itu.


Christ beserta istrinya duduk bersebelahan di depan tamu mereka. Untuk mempersingkat waktu, Prayugo pun langsung membuka pembicaraan terlebih dahulu.


"Tentunya anda masih ingat dengan saya bukan? sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan banyak terimakasih atas tawaran tempat duduk kemarin sewaktu di rumah makan itu."


"Sebelum saya jelaskan maksud kedatangan saya kemari, saya ingin memperkenalkan diri saya kepada kalian berdua, okey nama saya Prayugo Putra Mahendra saya berasal dari Jawa Tengah tepat nya kota Semarang."


"Maksud dan tujuan saya datang kemari ialah untuk menukar kembali dompet kita yang tertukar kemarin pada saat anda begitu terburu-buru meninggalkan tempat makan."


Christ terkejut dan sangat tidak menyadari bahwa ternyata dompet mereka telah tertukar. Karena memang tanpa di sangka-sangka dompet mereka memang mirip.


Christian dan istrinya saling menatap dan tertawa atas kejadian itu. Kemudian Christ segera masuk lagi untuk melihat serta mengambil dompet yang terletak di meja kamar.


Christ keluar kembali sambil melihat dompet milik Prayugo, sampainya di pintu Christ mengatakan, "Oh iya benar, ternyata dompet kita tertukar, hahaha... maaf sebelumnya bukan maksud sengaja atau bagaimana,memang sejak saat itu saya benar-benar tidak melihat dompet ini jadi saya pun tidak sadar bahwa dompet kita tertukar dengan cara seperti ini."


"Tidak masalah saya sangat memahami. saya pun sadar ketika mau bayar makanan, untung saja dalam saku baju saya masih tersimpan beberapa lembar untuk membayar makanan itu tanpa harus menggunakan uang dalam dompet anda. " kata Prayugo (keduanya kembali tertawa) .


"Jadi begitu saya selesai bayar, saya langsung mencari anda disekitar situ, akan tetapi karena mungkin waktu nya juga udah lumayan lama sejak saat anda meninggalkan tempat makan tersebut, pada akhirnya saya tidak dapat menemukan jejak anda di sana. Untuk saya ada kartu Identitas anda dalam dompet ini." jelas Prayugo sambil menyerah kan dompet milik Christ, dan Christ pun melakukan hal yang sama yaitu menyerah kan dompet milik Prayugo.


Suasana di rumah itu akhirnya begitu terlihat ramai atas perbincangan mereka secara tidak sengaja yang menyebabkan dompet keduanya tertukar.


Christ juga memperkenalkan istrinya kepada Prayugo. Prayugo serta istrinya Christ saling berjabat tangan kembali dengan menyebut kan nama masing-masing.


Prayugo : Prayugo Putra Mahendra


Usai perkenalan, diselingi dengan munculnya seorang asisten rumah tangga dari pintu rumah Christ, dengan membawakan minuman serta sedikit cemilan untuk menemani mereka yang sedang ngobrol berbagai hal.


Obrolan mereka bermula dari kata-kata Prayugo yang memberitahukan bahwa tetangga samping rumah Christ adalah pamannya yang bernama Profesor Doctor Keenan Bayu Mahendra yang merupakan saudara dari papahnya.


Mengetahui hal tersebut, Christ merasa kaget setelahnya. Siapa sangka dunia yang terlihat sangat luas ternyata sesempit ini.


Kemudian cerita mereka berlanjut kepada awal mula Prayugo memutuskan melanjutkan kariernya di Indonesia yang sebelumnya ia baru selesai meneruskan kuliah di Eropa.


Sehingga takdir mempertemukan mereka dengan cara seperti ini. Membuat keduanya jadi lebih dekat, hubungan antar keduanya menjadi lebih akrab setelah pertemuan itu.


Ternyata Prayugo memutuskan untuk melanjutkan kariernya di Indonesia di sebabkan karena suatu permintaan teman kecilnya. Dia adalah seorang wanita yang usianya sepantaran dengan Prayugo serta Christ. Yaitu dua puluh enam tahun.


Seorang wanita yang merupakan teman kecil Prayugo itu bernama Roseline. Selain memiliki hubungan yang sebatas teman kecil keduanya terlihat nampak sangat bisa saling percaya, dan saling takut kehilangan.


Roseline meminta Prayugo untuk balik ke Indonesia karena menurut dirinya waktu yang dia miliki susah tidak lama lagi. iya, Roseline mengidap penyakit kanker hati stadium empat. Selama empat tahun Prayugo meninggalkan Roseline ke Eropa karena suatu urusan kuliah yang harus ia selesaikan. Meskipun mereka terpisahkan oleh jarak dan waktu, hubungan keduanya sama sekali tidak renggang.


Setelah urusan kuliah di Eropa selesai, pada akhirnya Prayugo memutuskan untuk menemani Roseline di Indonesia. Dan dia ingin menetap di Indonesia serta bertugas di Indonesia pula.


Mendengar sedikit cerita dari Prayugo membuat, Liliana juga Christ terharu akan hal itu. Keduanya hampir saja mengeluarkan air mata sebab cerita yang di bawakan oleh Prayugo.


***Ringkas Cerita...


Beberapa minggu kemudian sesudah pertemuan Prayugo yang datang ke rumah Christ dengan tujuan untuk menukarkan dompet, akhirnya mereka di pertemukan lagi tepat di sebuah gedung Rumah Sakit yang sama.


Yang dimana gedung Rumah Sakit itu ternyata tempat Christ bekerja. Dengan sangat tak terduga pula Christ ketemu dengan Dokter Prayugo yang ternyata melamar kerja sebagai dokter spesialis Jantung di Rumah sakit tersebut.


Pertemuan mereka kembali membuat suasana semakin hangat sejak terakhir pertemuan mereka saat itu. Keduanya saling berbagi cerita di ruang kerja Christ. Christ juga menceritakan tentang kehamilan istrinya yang sudah memasuki sembilan bulan.


Dokter Prayugo sangat senang mendengar kabar membahagiakan itu dari cerita Christ. Namun di sisi lain Christ katanya, mengalami banyak ujian akhir-akhir ini, hal itu membuat Christ bingung menghadapi semua nya.


Kira-kira ujian apa yang menimpa Christ akhir-akhir ini?


Dokter Prayugo tetap memberikan support sistem terbaik untuk Christ yang sedang kebingungan. Dokter Prayugo berkata bahwa akan selalu siap membantu Christ dalam keadaan apapun, selagi dia mampu.


Dokter Prayugo meminta Christ untuk jangan pernah sungkan, apabila dia sangat membutuhkan bantuan.


Wah wah, Pertemuan mereka kali ini membuat hubungan keduanya nya makin akrab ya?


Bagaimana mungkin?


Apa yang dirasakan oleh Christ saat ini?


Apakah akan ada solusi di balik semuanya?


Ikuti, dan simak terus episode selanjutnya ya... berkah selalu dan bahagia selalu buat kalian.


Happy Reading


...----------------...


PENRA_


💫 Setiap kejadian dalam hidup, bukan hanya suatu kebetulan . Dibalik kejadian selalu memberikan makna yang mungkin sangat berarti untuk kita. Adanya pertemuan yang tidak di sengaja hingga membuat keduanya kerap bertemu dengan tidak sengaja membuat arti tersendiri. Pahamilah bahwa semuanya tidak hanya sebuah kebetulan 💫


To Be Continue***...