
Drttttt drttttt. Getaran handphone didalam tas za.
Sehingga membuat atensi gadis itu langsung mengambil hape nya. Tapi melihat nama yang muncul dilayar hp itu tidak membuat Za untuk menjawab panggilan tersebut.
Dy menatap kearah rach dan Ve.." gengs sepertinya gw harus balik duluan ya. Daritadi King Oppa udah nelpon gw 5 kali. Gw harus jawab telponnya diluar. Ucap za
" Okaylah Za, lu pulang naik apa? Mau kita anter ke Asrama atau apartemen? Tanya Rach dan Ve.
"Ga usah! gw naik taksi aja. Gw keluar duluan y. Oppa udh nelponin gw lagi ini. Bye
Za keluar dari club tersebut. Meskipun baru pertama kali ke club ini karena za adalah gadis pintar jadi dy sudah hafal jika keluar sendirian.
Saat keluar dari club tidak jauh dari tempat parkir, karena dianggap sepi barulah za menelepon balik Oppa nya. Dengan jarak 5 meter dr tempat dy berdiri Ken sedang memperhatikan gadis itu karena sedang menunggu Aiden keluar dr Club tersebut.
Hello Oppa? Wae? Jawab Za di telponnya
Naneun gil eissda. Housetello dol agageoya . NE Oppa. Nan geobuhaji anha. Naneun geu salam eul mannal junbiga deoji anh assda. NE Oppa jalsaeng gaghaebolkkeyo. ( aku lagi dijalan. Aku akan ke Asrama. Iya kakak. Aku tidak menolak. Aku hanya belum siap untuk ketemu orang itu. Iyah kakak aku akan mencobanya )
Ken bisa mendengar dengan jelas gadis itu berbicara dengan seseorang dengan bahasanya. Meskipun dy tidak paham apa artinya. Setelah menerima telpon itu gadis itu segera pergi dengan menyetop taksi yang kebetulan kosong.
" Lu lama sekali didalam, gw bosan nunggu. Ucap Ken kepada Aiden
" Tadi gw ke toilet sebentar karena kebelet. Jadinya lama menunggu. Oh yah barley dan davian belum pulang kan? Bagaimana suruh mereka ke apartemen lu aja. Kita main game, Gw lagi bosen besok gw jg ga ada jadwal ucap aiden.
" Yah udah lu bilang aja di grup watshapp. Jawab Ken.
Cepatlah gw udh mau masuk ke mobil. ucap Ken
Mereka nanti menyusul ucap Aiden. Barley mau anter cewenya dulu. Kalo Dav mau nyari cewe dulu katanya.
"Gak jelas emang padaan mereka tuh. Ucap Ken
Keesokan harinya, tepat hari sabtu malam, Za mau tidak mau harus pulang kerumah nya karena orang tuanya yang menyuruh pulang dia dan sekarang za lagi di mobil dijemput oleh oppa nya dan nunanya.
" Oppa, aku kan sudah bilang kalo aku ga mau dijemput di asrama, jadinya sekarang pasti temen temenku bakal nanya aku dijemput siapa. Bikin aku sebel aja sih oppa nih. Ucap Za dengan muka cemberut nya.
" Gak apa apa kali Queen. Kita kan jarang juga jemput kamu, mungkin nanti setelah ini, tau deh kapan oppa kamu bisa jemput. Iya kan sayang??? Ucap Steffi
" Udah sayang, biarin aja Queen Kesel ya sekarang nanti dia bakal rindu sama kita. Ucap King sambil melihat kearah steffi yang duduk disebelahnya dan melirik Za yang duduk dibelakang.
Mendengar Oppanya bicara seperti itu langsung membuat Za membola sambil menanyakan. Apa maksud Oppa bicara kayak gitu sih? Memang nya Oppa mau kemana??? Ucap Za
" Queen, kamu kan tau Oppa bentar lagi tunangan dan abis itu kamu juga bakal tunangan nah abis itu pasti Fokus oppa jg kebagi antar persiapan nikah Oppa dan kamu jg.
" Yah berarti ga bakal sering sering ketemu tapi tenang aja kamu pasti bakal oppa jagain terus. Inget ya Queen ga ada berhubungan sama laki laki lain selain Oppa dan Appa. Setelah nanti kamu punya tunangan berarti ditambah tunangan kamu. Selain itu tidak ada. Kamu inget itu baik baik. Ucap King
" Astaga sayang, kamu itu gimana sih? Adek kamu itu belum tunangan tapi kamu udh beri ultimatum Queen segitunya. Ucap Steffi.
" Itu peringatan bukan cuma buat Queen sayang. Tapi itu jg berlaku buat kamu. Gak ada teman cowok selain aku. Bahkan aku ga suka sama sepupu kamu yang playboy itu. Jadi jangan deket2 dengan laki laki menapun.
Walaupun kita belum nikah tapi tetap aku ga akan mengizinkan itu terjadi. Kamu aja pacar aku dari dulu selalu aku jaga. Apalagi adek aku satu satunya itu. Gak akan aku biarkan laki laki menapun mendekati Queen. Kalau sampai berani aku siap buat menghajar nya. Ucap King
" Aku lupa selain kamu posesif, kamu juga sister kompleks. Untung yang jadi adek kamu itu Queen.
" Coba kalo aku diperlakukan seperti Queen. Aku rasa aku udh depresi sayang. Ucap Steffi
Daritadi Za hanya mendengar percakapan antara Oppa dan Nunanya. Tanpa berniat untuk menyela dan menjawab. Dy hanya berfikir memang benar selama ini dy tidak pernah deket dengan laki laki manapun kecuali Oppa dan Appanya.
Dia tau kalo oppanya adalah pengidap sister kompleks sehingga menyebabkan kegiatan Za diluar itu dibatasi. Dan selalu ada bodyguard yang menjaga meskipun tidak setiap hari.
" Oh yah Oppa, aku mau tanya apakah oppa tau siapa yang akan menjadi tunangan aku? Ucap Queen
" Maaf sayang, untuk yang satu itu Oppa juga tidak tau. Eomma hanya bilang kalo oppa kenal dengan laki laki itu tanpa tau dia siapa dan dari keluarga mana.
Oppa yakin kalo laki laki itu memang laki laki baik yang dipilihkan oleh Eomma dan Appa lagipula itu adalah pilihan harabuji dulu. Eomma bilang kita akan ketemu nanti pas pertunangan Oppa dan Nuna di Bali. Ucap King
" Aku harap dia adalah laki laki yang baik dan bertanggung jawab. Aku takut dia tidak bisa menyayangi aku seperti kalian. Ucap za dengan kekhawatirannya
" Aku sangat penasaran siapa laki laki itu sayang? Dia sangat beruntung mendapatkan Queen. Aku jadi iri kenapa Appa tidak menjodohkan Queen dengan abang ku saja ya kan?? Abang juga tampan dan mapan. Ucap Steffi
" Aku tidak akan setuju kalo Queen dijodohkan dengan Steven sayang. Kau tahu sendiri kan bagaimana abang kamu itu. Aku tidak percaya dia bisa menjaga adikku dengan baik seperti aku menjaga dia selama ini.
Lagipula Steven belum mau untuk berkomitmen, dia masih sibuk dengan pencarian jodohnya itu dan masih ingin bersenang senang. Ucap King