My Cold Man

My Cold Man
Bab 12



Jam masih menunjukkan pukul 5 pagi. tapi dikamar hotel yang menghadap ke laut itu. seorang gadis sedang membaca Al Quran sambil menangis.


Dia mengadu kepada Tuhannya, bertanya dalam hati, apa ini keputusan yang terbaik untuk menerima perjodohan ini. sedangkan dia dan laki laki itu belum merasakan cinta didalam hati masing masing


yah Queen bangun dari jam 3 pagi, dia sholat istikharah meminta petunjuk kepada Tuhannya. tentang pilihan yang membuat dia meragu. disaat yang lain tidur nyenyak tetapi dia sudah bangun.


Dia merasa hidupnya sedang tidak baik baik saja, di usia yang baru akan 17 tahun dia akan dijodohkan dengan seorang laki laki yang seusia dengan Oppa nya. bahkan dia tidak bisa memilih kepada siapa cinta itu, dia harus menerima itu semua.


Queen tidak pernah jatuh cinta, pergaulannya sangat dibatasi selain karena kejadian masa lalu, juga karena dia yang membatasi diri karena terlalu memikirkan keluarganya. mempunyai seorang Abang yang mengidap sister kompleks kadang membuat dia tertekan. tapi Queen sendiri yang memilih untuk menerima itu. Dia adalah anak yang cerdas. dia bisa melihat Oppa nya mengalami Sister kompleks pun hanya diam tanpa menghakimi.


tetapi entah kenapa setelah tau dia dijodohkan dan tahu siapa calonnya. beban itu muncul seketika. dy tau informasi siapa itu Kendrick Wijaya. seorang pewaris dari Wijaya Grup, dia bahkan tau informasi bahwa Ken adalah pribadi yang tidak tersentuh dan sering bergonta ganti wanita untuk teman tidur. entah sekedar ONS atau mungkin Hanya sekedar, entahlah apanya. Queen tidak berniat mencari tahu.


Queen takut disaat nanti dia menikah dengan Ken kebiasaan Jelek Kendrick tidak bisa dihilangkan sedangkan Queen adalah pribadi yang tidak akan memaksa. dia cukup melihat, tapi tidak memungkinkan juga untuk menolak perlakuan Ken selama itu masih diajaran yang baik.


Gadis itu benar benar gelisah luar biasa. dia tidak tau apa yang akan dilakukan setelah ini. sedangkan dia sudah berjanji kepada orang tuanya untuk menerima perjodohan ini. dia tidak mungkin membatalkan begitu saja.


Aku Harus bagaimana????


Aku benar benar bingung...


Tolong bantu aku Tuhan!!!!


Aku Mohon padamu...


itulah monolog Queen pagi ini setelah selesai membaca Ayat suci... melepas mukenah nya. dia membuka jendela balkon kamar tersebut melihat kejauhan matahari yang sebentar lagi terbit. sangat indah. dengan laut luas yang deburan ombak nya cantik melukis matahari serta pasir putih yang bersedia tertiup angin dan bergabung menjadi musik yang indah dengan suara ombak, angin dan hewan hewan dipagi hari ini


" Alam memang tau caranya membuat dunia ini indah. daripada aku hanya dikamar mendingan aku akan jogging saja. ucap Queen akhirnya


1 jam lebih Queen berlari mengitari pantai dan Resort membuat dia lelah. berdiri dipinggir pantai sambil duduk mengistirahatkan tubuhnya. setelah ini aku akan mandi dan membangunkan Ve ama Rach. untuk sarapan bersama.


Dari kejauhan nampak sepasang mata tengah memperhatikannya sambil berbicara dalam hatinya. Sangat beruntung Kendrick mendapatkan Gadis itu, tanpa bersusah payah dia sudah dapat berlian dari ribuan berlian dibumi ini. Aku tidak iri denganmu Ken, aku hanya kasihan dengan gadis itu. apakah dia tau kalau Ken sedingin apa. Mudah mudahan Kau selalu sabar menghadapi sepupuku satu itu. Monolog Aiden didalam hatinya


lain dengan Aiden, beda pula dengan Ken. yah Ken juga sedang memperhatikan Queen dari jarak yang tidak terlalu jauh. laki laki itu sedang bersantai di pantai yang sama mungkin berjarak 30 meter dari gadis itu. dia sudah mengikuti gadis itu berlari dari 1jam yang lalu.


Saat Za keluar dari Hotel untuk jogging, Ken juga keluar dari kamarnya dan mau jogging jg, dan akhirnya dia mengikuti gadis itu diam diam sambil menjaga jarak agar tidak ketahuan.


padahal memang Queen tidak tau ada yang mengikuti. Pertama karena memang Queen Cuek dan tidak pernah peduli sama orang lain selain keluarganya. dia akan peduli dengan orang lain apabila orang tersebut mengalami kesulitan tetapi apabila orang itu baik baik saja dia tidak akan peduli.


Kau memang gadis Kecil secara usia. tapi aku rasa kau gadis yang sangat menarik. aku harus berterimakasih kepada Tuhan karena aku dijodohkan dengan orang secantik kau. bahkan sepagi ini kau sudah bersemangat. Aku beruntung sambil tersenyum melihat Queen yang juga tersenyum dan tanpa sengaja tatapan mereka bertemu.


Apa yang akan dilakukan kak Ken. kenapa dia berjalan kearahku. Dan apa arti tatapan itu, kenapa dia terlihat dingin dan tidak tersentuh seperti itu. benar yang dikatakan orang bahwa dia memang berwajah bak Dewa tapi bermata iblis. bahkan matanya seperti akan mennguliti ku hidup hidup. Queen bermonolog tanpa sadar Ken sudah berdiri didepan gadis itu.


" Kau sedang berolahraga juga ??? ucap Ken membuat lamunan Queen buyar


" Ehm iyah Om. refleks Queen karena terkejut.


" Aku bukan Om mu, aku tunanganmu. meskipun belum resmi. ucap Ken Sambil melihat mata Queen


Queen tau jika Ken memperhatikan matanya dia langsung memutus pandangan tersebut dan menundukkan kepalanya.


"Ka Ken juga habis jogging??? ucap Queen


" Tidak!!!! aku sedang mengelilingi Resort ini. aku tidak tau kalau Axel dan Kau adik kakak dan lebih tidak tau lagi kalau kalian Anak Tuan Wirawan. Bahkan aku baru tau hal itu saat acara pertunangan kemarin. Lucu bukan? aku sudah bersahabat dengan Axel dari SMP tapi aku tidak pernah tau kalau dia pewaris Wirawan Corp.


" Keluarga kalian semisterius itu. Ucap Ken pada Akhirnya.


Queen hanya tersenyum menanggapi hal itu...


Apakah kak Ken udah slesai mengelilingi Resort???


tanya Queen


Ken menatap gadis itu dengan Aneh. ada apa dengan gadis ini apakah dia tidak senang dekat dekat dengan aku. padahal aku tunangannya. monolog Ken dalam hati


" Kalau kan Ken masih mau disini. aku akan duluan balik ke Resort karena aku mau mandi dan membangunkan Ve dan Rach untuk sarapan bersama. ucap Queen


" Kau duluan saja. aku akan langsung sarapan saja nanti. ucap Ken akhirnya.


Okeylah kalau begitu. aku duluan ka. ucap Queen


dan berbalik pergi menuju Resort


Ken menatap kepergian gadis itu dengan tatapan intens melihat tubuh gadis itu pergi menjauh Ken mengambil handphonenya yang ada di saku celana dia yang tadi bergetar. ternyata telpon dari asisten nya yang menyatakan untuk pergi ke Hongkong besok pagi.


Ken menghela nafas dan segera menuju Resort untuk sarapan.


Sambil berjalan dia mengetik sesuatu di grup watshap gengs nya untuk berkumpul semua ditempat sarapan bersama tidak terkecuali Axel. karena ada hal penting yang ingin dibicarakan dia