My Cold Man

My Cold Man
Bab 3



" Lu kenapa Rach? Tanya Za dan Vania bersamaan


" Hmmm gw kesal karena bertemu dengan cowok angkuh tidak sopan dan tidak menghargai wanita, dia pikir gw siapa, seenaknya saja setelah nabrak gw dan terjatuh dia tidak meminta maaf dan langsung pergi bahkan dy tidak melihat gw sedikitpun.  Menyebalkan sekali, walaupun tampan tp kan tidak seharusnya seperti itu. Ucap Rach


"Sudahlah Rach, yang penting kan sekarang lu gak kenapa ya kan??? Anggap saja lu lagi sial, mungkin karena lu buru-buru kali tadi. Dan dia jg buru-buru makanya ga sempat minta maaf. Positif thingking aja yah. Ucap Za menenangkan Rach sambil tersenyum


"Hmmm yah sudahlah, Gw lupain aja. Ucap Rach kepada Za. Sambil melihat Za dan V dia baru sadar kalo sedang diperhatikan oleh 3 pria tampan yang memang sudah dikenal oleh Rach. Dan Rach pun akhirnya menyapa mereka bertiga. Karena beberapa kali bertemu. Hai Ka Ken, Ka Dav dan Ka Bar, maaf aku tadi emosi jadi tidak memperhatikan kalian sambil tersenyum kearah 3 pria tampan itu. Ucap Rach


"Hai juga Rach Jawab Bar dan Dav. Kecuali Ken dia hanya menganggukkan kepala nya kepada Rach


Belum sempat Rach bertanya dengan Za dan V kenapa sampai ngajak bertemu datanglah seorang anak buah Barley,


"boss dibawah lagi rusuh, ada yang mau ditusuk membuat pengunjung pada kabur boss Ucap anak buah barley.


"Its Show time kata dav dengan seringai misteriusnya itu. Ken cepat bertindak gw rasa bentar lagi polisi itu sampai diruangan kita.


Ken mendengar itu langsung dengan sigap, mengangkat Za keatas pangkuannya, meskipun mendapat cubitan dari sang wanita tapi Ken langsung melayangkan tatapan mematikannya, sambil berkata..


" Diamlah kalau kau terus bergerak dipangkuanku, kau akan membangunkan sesuatu. Ken sampai menahan nafas karena aroma tubuh Za benar - benar wangi dan membuat jiwa laki laki Ken meronta. Apalagi melihat tulang selangka yang ada didepan matanya membuat Ken menelan ludah.


" Berkerjasamalah jika tidak ingin celaka!!!! Ucap Ken.


Melihat tatapan Ken yang seperti ingin memangsa membuat nyali Za langsung turun bagai anak kucing, dia langsung menurut saja tanpa bantahan.


.


Membuat Ken memandang kearah matanya yang kecil oriental sangat cantik dengan berwarna cokelat terang, hidung gadis ini pun mancung, bentuk muka gadis ini kecil lonjong dagu panjang dengan bibir tipis merah muda terbelah  dan kecil itu, membuat Ken membayangkan merasakan bibir tipis itu pasti manis. Ken sedari tadi Menahan diri untuk tidak menyentuh gadis yang ada dipangkuannya itu, kalo gadis lain yang ada diatasnya ini sudah pasti Ken akan langsung melahap habis bibirnya. Lamunannya buyar saat dengan sengaja Za mencubit hidung mancung Ken  karena merasa Ken menatapnya dengan mesum.


"Arghhh kenapa kau mencubit hidungku??? Tanya Ken ke Za "


"Aku takut melihat om, karena mukanya maju tepat didepan mukaku dengan jarak yang dekat  dasar Om Mesum.


Belum sempat Ken menjawab. Datanglah beberapa anggota kepolisian yang langsung masuk keruangan VVIP tempat Ken dan temannya biasa kumpul dan tentunya juga ada Barley disana. Mereka tidak terlalu terkejut dengan suasana diruangan itu, karena mereka tau siapa yang ada diruangan itu. Bahkan salah satu anggota polisi itu langsung senyum terhadap Ken dan menggangguk sopan.


Ucap sang komandan yang memang Kendrick kenal sebagai jenderal Ferdinand Theo Situmorang.


Untuk tuan Barley nanti kami akan mengganti kerugian tapi kami berharap untuk 2 hari kedepan tolong kosongkan Bar dan Kafe karena kami akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Mohon maaf untuk kerugian yang ditanggung tuan muda sekalian. Sambil melihat kearah Dav, Barley dan Ken dengan masih diposisi memeluk Za yang berada diatas pangkuannya. Jenderal Ferdi sampai menautkan alisnya. Beliau tau kalo tuan muda Ken memang sering keluar masuk hotel dengan banyak wanita, tapi gadis yg sekarang ada dipangkuannya itu terlihat masih sangat muda seperti bocah SMP, apalagi wajahnya yg putih pucat itu kelihatan bersinar dibawah cahaya temaram ruangan itu.


Untuk menanyakan siapa gadis itu jenderal itu tidak akan sanggup karena jika begitu, dia siap untuk kehilangan jabatan tersebut. Tapi karena melihat jenderal itu melihat kearah Ken terus membuat barley berinisiatif menjawab.


"Ah dy adalah tunangan Ken baru datang dari Korea Pak. Jadi langsung kesini saat tau ada Ken disini, mukanya memang masih seperti Bocah tapi tidak dengan body nya.  Coba berdiri Za biar pak polisi ini percaya. Ucap barley"


"Tidak usah nona, saya percaya kalo anda adalah tunangan tuan muda Ken. Maaf karena mengganggu. yah sudah kalo begitu karena tugas kami sudah selesai dan DPO itu sudah tertangkap. Kami pamit undur diri ke markas, sekali lagi maaf tuan muda barley sudah membuat bisnis anda hari ini merugi." Ucap sang jenderal


"Iyah sudah tidak apa pak. Terimakasih banyak dan semoga cepat slesai. Ucap barley"


Karena jenderal itu sudah pergi, Za pun langsung beranjak dari pangkuan Ken, dia merasa tidak nyaman dengan kedekatan mereka, dan dia mengucapkan '


"maaf dan terimakasih karena sudah membantuku om. Ucap za"


Semua org yang ada diruangan itu menatap kearah mereka dan menahan tawa karena melihat wajah Ken yg terlihat masam saat dipanggil om oleh gadis itu.


"Ayo Za kita duduk disana, kan lu mau cerita ke kita. Ucap Vania dan mengajak Rach dan Za ke meja yang tadi mereka duduk


"Jadi bagaimana? Ucap rach dan Vania


"Gw mau dijodohin sama orang tua gw, harusnya hari ini gw ada pertemuan keluarga tapi gw kabur, Gw bilang ke nyokap kalo tugas kuliah gw banyak jadi ga bisa dateng, padahal mereka udh ada di restoran termasuk laki laki itu. Ucap Za menggebu dan saking kesalnya wajah Za yang putih itu sampe memerah menahan rasa kesal dihatinya."


"Seriusan lu Za? Lu baru 16 tahun baru juga mau 17 tahun bulan depan, masa orang tua lu main jodoh-jodohan aja sih. Gila aja y kan. Ini kan bukan jaman siti nurbaya. Hello ini 2022 ya kali masih dicariin jodoh. Ucap Vania"


Ve, orang tua gw mau yang terbaik buat gw, mereka takut gw kenapa2 karena sendiri di Jakarta, apalagi Oppa kan mau tunangan seminggu lagi terus dy nikah 3 bulan abis itu. orang tua gw kan di singapur. Jadi mungkin takut Oppa ga bisa jagain gw 24 jam seperti dulu.


"Mereka  berpikir takut perhatian Oppa kebagi sama gw atau Nuna. Jadi gw ngerti sebenarnya keinginan mereka. Tapi gw ga maunya Omma dan Appa maksa harus nikah setelah oppa menikah. Ya kan kalian tau sendiri gw masih kuliah, udah gitu beasiswa kan, gimana nanti gw ngurusin suami gw, keluarga gw, rumah tangga gw. Itu yang gw pikirin Rach V. Ucap Za sambil mengusap wajahnya.