
" Vanessa maksudnya apa yah ini??? Ucap Axel
dengan Rahang mengeras dan muka memerah.
Ve tahu kalo Axel pasti akan bertanya kepada dia. Dan dia langsung menjawab
" Maaf ka Axel, waktu jumat malem itu Za nelpon aku sambil bilang dia lagi butuh curhat, aku tau kalo dia bilang kayak gitu berarti dia memang lagi banyak beban pikiran.
" Aku sama Rach tau kalo Za itu ga akan pernah curhat kalo itu ga penting-penting banget dan ga membuat beban pikiran dia. Za pribadi yang ceria dan sedikit tertutup untuk masalahnya. Jadi karena aku pikir itu penting banget buat dy yah udah aku ajak dia ketemu.
" Tapi posisinya aku memang ada di Kafe ka Barley yah udh males juga aku keluar yah udh aku suruh Za aja yang ke Kafe. Maaf karena sudah lancang untuk ajak Za ke Club itu. Dan tolong jangan salahkan Za akan itu. Ucap Ve merasa ketakutan dengan tatapan Axel
" Udah sayang kamu ga salah koq, orang cuma niat nemenin sahabat kamu curhat doank. Ucap barley menenangkan Ve.
" Lagian waktu itu kan gw juga yang jemput si Za di depan Club gw sampe masuk ke dalam dan ketemu kita2 . Lu tenang aja Za ga minum alkohol. Dia murni memang hanya cerita aja ke sahabatnya gw bisa jamin itu. Kalo lu ga percaya gw bisa nunjukin CCTV nya. Ucap Barley lagi
" Lu gimana sih Xel? Ucap Ken akhirnya. Adek lu itu udah dewasa butuh pergaulan, ga bisa lu kekang gitu, dy jg butuh hiburan kali. Lu pikir dy burung disangkar dia itu manusia Xel. Untung dia ga gila punya kakak kayak lu. Ucap Ken
Rahang Axel mengeras dan matanya menatap nyalang kearah Ken.
" Dengar yah Ken lu gak tau apa apa soal Adek gw. Seenaknya lu nilai gw kaya gitu. Lu pikir tanpa alasan kalo gw protect banget ke Adek gw. Lu pikir karena gw mengidap sister kompleks jadi lu berpikir gw otoriter ke Adek gw.
Jangan seenaknya lu bicara hal kayak gitu tanpa lu tau apapun tentang keluarga gw terutama Adek gw.
Bukan berarti karena lu sekarang orang yang akan dijodohin sama adek gw atau Lu sahabat gw.
Sehingga lu bisa bilang gw kayak gitu. Lu ga tau apa apa tentang kehidupan gw ama Queen.
" GW KAKAKNYA ... orang yang paling tau bagaimana Queen ucap Axel menahan amarah yang udh memuncak karena perkataan Ken itu
" Okay lu benar kakanya, tapi ga semestinya lu memperlakukan Adek lu kaya gitu Xel, dia manusia bukan tahanan. Ucap Ken tanpa takut sedikit pun...
" Brengsekkkk. Umpat Axel akhirnya.
" Queen punya Panic Syndrom Ken, dy punya trauma terhadap orang ramai diruangan sempit dan darah. Itu alasannya brengsekkkk. Akhirnya emosi Axel memuncak dan tanpa sadar dy memberikan bogeman mentah kearah kendrick dan mengenai bibir Ken sampai Ken terpelanting ke sebelah dan untuknya tidak terjatuh karena ditahan oleh Aiden yang kebetulan duduk sebelah kanan nya Ken.
Mendengar yang diucapkan oleh Axel semua orang tambah shock. Terlebih Kendrick
" Lah kenapa gw dibawa sih steff ucap Aiden akhirnya.
" Diam deh manusia datar. Ucap Rachel sambil mencubit Aiden dan mampu membuat Aiden diam tapi beralih menatap tajam kearah gadis manja dan aneh itu.
Rach yang ditatap seperti itu hanya mengedikkan bahunya tanpa rasa bersalah sedikit pun . .
"Cerita ke gw kenapa dengan Adek lu Xel? Dan maaf karena gw ga tau apa apa. Ucap Ken akhirnya menatap Axel dengan tatapan merasa bersalah dan itu terlihat dimatanya.
" Hmmm Queen adalah anak yang ceria dan selalu bergaul dengan siapa saja. Selain Cantik dan Cerdas dia juga peduli sosial. Saat SD dia diidolakan dan disukai oleh banyak anak laki laki, hampir tiap hari dy selalu membawa pulang cokelat yang diberikan oleh teman temannya itu pulang kerumah. Hingga suatu hari ada bocah SMP yang datang kerumah nekat menguntit Queen sampai ke kamarnya pun.
" Karena dirumah jarang ada orang dan hanya pembantu. Saat itu gw baru pulang SMA dan gw mendapati anak SMP itu didepan pintu kamar Adek gw sedang mengintip Queen didalam kamarnya.
" Akhirnya gw marah gw banting itu bocah SMP gw pukul sampe dia pingsan dan masuk rumah sakit.
" Queen shock dengan kejadian itu tapi dy terlihat baik baik saja . Dia hanya menjawab dy gak apa apa. Bahkan orang tua kami sempat mau melaporkan kejadian itu ke polisi tapi langsung dilarang oleh Queen katanya dia gak apa2 yang kasian bocah SMP itu dan Queen sudah memaafkan nya.
" Queen lulus SD di Indonesia dan dy pindah ke Singapura dan sekolah di Victoria School pada saat libur semester kelas 1 sekolahnya ngadain jalan jalan ke Disney singapur dan Queen ikut tanpa pengawasan orang tua dan hanya guru.
" Ternyata ditempat itu dy ketemu lagi sama bocah SMP itu yang mungkin skrg udh SMA dan Queen dibawah paksa bersama 5 temannya ke sebuah ruangan yang didalamnya banyak boneka boneka gitu salah satu temannya ada yang berontak dan bocah itu mengambil pisau mengancam jika mereka tidak mau ikut mereka akan dibunuh.
" Melihat teman temannya ketakutan Queen akhirnya memberanikan diri untuk berbicara kepada bocah itu dengan otaknya dya mengulur waktu sambil bertanya keinginan bocah itu apaan.
" Queen selalu memakai kalung lumba lumba itu dan ada tombol untuk menekan saat ada kejadian mendesak dan genting apabila ditekan otomatis GPS itu mengirimkan sinyal bahaya ke orang tua gw dan Om gw.
" Saat itu Queen langsung menekan tombol itu. Dan dia juga mengulur waktu dengan bertanya dan mendapat jawaban bahwa bocah itu sangat menginginkan Queen dan menjadikan Queen boneka **** nya.
" Saat mengetahui keinginan bocah itu Queen merinding dan ketakutan tubuhnya bergetar dan teman nya refleks memberontak dan ternyata bocah itu menusuk temannya itu satu persatu. Hingga hanya tersisa Queen yang belum disentuh oleh bocah tersebut.
" Queen melihat sekelilingnya teman temannya bersimbah darah dia tidak tau itu mereka pingsan atau meninggal tapi yang pasti bau anyir darah sudah dimana mana saat bocah itu akan menyentuh Queen ternyata orang tua gw dan polisi segera datang. Bocah tersebut ingin menusuk Queen dan seketika Queen langsung pingsan. Pada saat bersamaan itu lah polisi menembak bocah itu hingga tewas.
" Sejak kejadian itu keluarga gw menutup rapat tentang peristiwa itu dan hal pribadi apapun terkait keturunan Wirawan. Makanya gw ga pernah pake nama Wirawan dari dulu akses nya jg dibatasi. Lalu kelima temannya Queen itu meninggal semua karena kehabisan darah dan luka tusuk yang mematikan.
" Itulah alasan kenapa Queen mau menjadi dokter. Sejak kejadian itu Queen lebih waspada sampai kami harus mendatangkan psikiater kerumah selama 2 tahun. Bahkan Queen SMP hanya 1 tahun dan itu langsung Akselerasi.
Mendengar cerita dari Axel seketika membuat para sahabat itu terdiam tanpa bicara apapun bahkan Vanessa dan Rachel menangis.