
Ken melihat sekeliling tempat tinggal gadis kecil itu. ini adalah komplek apartemen yang sangat biasa untuk seorang putri dari keluarga wirawan
Tapi memang benar alamat yang dituju adalah tempat ini. apartemen tipe biasa itu terletak di dekat kampus, dan bukan apartemen eksklusif. Ken heran dengan gadis itu dan mau menanyakan sendiri. tapi disaat dia menoleh ke bangku samping kemudian dia mendapati gadis itu tengah tertidur dengan nyenyak.
Ken melihat dengan jelas gadis cantik yang duduk disebelahnya ini memang sangat cantik terlepas dia keturunan wirawan tapi Ken yakin memang belum ada rasa untuk gadis itu, gadis itu terlihat lelah. Ken tidak tega membangunkan nya, jadi dia menunggu sampai gadis itu bangun.
Sudah 30 menit Ken menunggu tapi gadis itu tidak juga membuka matanya, dia coba membangunkannya tapi sepertinya gadis itu sangat lelah.
Gw harus berangkat malam ini, sedangkan sekarang sudah jam 7 malam. belum lagi harus balik ke apartemen. sedangkan Za ga bangun bangun.
Karena lelah menunggu dan Ken tidak sabar. dy segera menelpon Axel. untuk menanyakan unit apartemen gadis itu dan pasword kamar gadis itu. Dia mengeluarkan Hpnya dan menunggu sesaat sampai ada suara jawaban diseberang sana.
Hallo Xel gw udh di loby apartemen Queen, tapi dia tidur, Gw bangunin ga mau bangun, Gw harus antar dia ke kamar unit. dia tinggal di unit no berapa dan berapa paswordnya.
Setelah mendengar jawaban dari seberang. dia segera turun untuk meminta tolong ke sekuriti dibawah untuk menitipkan mobilnya sebentar karena harus mengantar Za ke unit apartemennya.
Tuan siapanya Nona ini yah? soalnya Nona Za tidak pernah diantar oleh laki laki. tanya satpam
sebenarnya Ken malas untuk menjawab tapi dy harus meyakinkan sekuriti tersebut.
Saya Tunangannya, kita baru saja dari Bali untuk acara keluarga. dia kecapean. saya udh coba bangunin tapi dia ga bangun jadi saya berniat buat angkat dy keatas. kalo bapak ga percaya bisa ikut anterin ke atas. Ucap Ken akhirnya
Oh tidak perlu tuan. saya akan menunggu tuan dibawah sambil menjaga mobil tuan.
baiklah kalo begitu terimakasih. ucap Ken
Ken segera membawa Za keatas. setelah sampai dilantai 7, Ken segera membuka pintu yang bertuliskan no 707. Ken menekan paswordnya dan masuk kedalam unit tersebut.
Untuk sesaat Ken terpaku menatap kamar unit apartemen ini. dinding di dominasi warna putih dan hijau. dengan sedikit barang sangat minimalis. tidak ada hiasan apa apa dan sangat bersih dan wangi. dia melihat pintu yang didepan nya ada gantungan berbentuk mahkota Ratu dan sebelah nya ada mahkota Raja. sudah bisa dia pastikan itu pasti kamar Za dan Axel. Ken segera membuka pintu itu.
Dan kendrick lebih terkejut lagi, karena kamar itu bernuansa putih dan ungu. didalamnya hanya terdapat tempat tidur sedang, 1 lemari pakaian 2 pintu, meja belajar dan meja nakas kecil yang sekaligus meja rias. sangat minimal sekali untuk seorang gadis.
Ken segera menidurkan Za diranjang tersebut serta menyelimuti dengan selimut sebelum itu dia telah membuka sepatunya za. lagi lagi Ken kaget karena dalam tidurnya Za bergumam sesuatu. karena rasa penasarannya Ken mendekatkan diri kedepan wajahnya Za.
seminggu berlalu sejak pertemuan mereka di Bali. Ken sibuk dengan pertemuan dengan klien karena sedang mengurus proyek global nya. dan Za juga sibuk karena harus mendampingi dokter residence di RS dan kuliah serta ujian dikampus. mereka berdua tidak pernah bertemu dan tidak pernah bertukar no ponsel sekalipun. sibuk dengan urusan masing masing membuat mereka lupa kalau mereka telah terikat karena statusnya sebagai tunangan meskipun belum diresmikan.
Malam itu seperti biasa Ken baru slesai bertemu dengan klien nya. dia mampir kesejahteraan club malam yang ada di negara tersebut. yah sekarang Ken sedang di Thailand. sudah 3 hari ini dy negeri gajah putih tersebut, untuk melepas penat dia sengaja mencari club malam eksklusif untuk menghilangkan penat. berdua bersama asistennya Ken memesan Vodka untuk menemani malam ini. dia sudah lama tidak menyewa perempuan, karena sepertinya dia tidak berniat setelah mengenal Za.
Sialnya, ternyata ditempat itu dia tidak sengaja bertemu dengan Veana. yah Ken tadi berfikir mungkin itu hanya orang yang mirip dengan Vea. sampai dia memastikan sendiri ternyata itu memang benar Veana.
Ken menatap wanita yang masih selalu cantik itu. tapi ada yang beda. kenapa wanita itu ada bersama seorang laki laki yang Ken kenal sebagai orang yang bertanggung jawab untuk Black Gold. yah jaringan bisnis bawah yang terkenal kejam dan selalu bertindak sesuka mereka, bisnis mereka terkait obat obat terlarang, senjata api dan perdagangan manusia. untuk sesaat Ken terpaku ditempatnya, melihat laki laki yang dikenal Ken dengan nama Richie itu memeluk posesif pinggang Veana dan tertawa. melihat pemandangan itu hati Ken merasakan Sakit dan tidak rela wanita itu ada bersama Richie.
Yah Ken jujur didalam hati nya tidak pernah terhapus wanita bernama Veana Arinda Louis, meskipun gadis itu telah pergi 5 tahun lalu. melihat Vea dan Richie terlihat mesra. seketika membuat rahang Ken mengeras. tapi dia hanya melihat saja dari kejauhan tidak berniat untuk mencampuri urusan mereka.
Sampai 1 jam berlalu terlihat Vea pergi ke Kamar mandi dan melewati meja Ken. tanpa sengaja Ken juga ke kamar mandi mengikuti gadis tersebut. karena ada hal yang harus dipastikan oleh Kendrick kepada wanita itu
Ken menunggu didepan pintu toilet wanita tersebut. sambil bersandar di dinding, dia mengamati setiap orang yang keluar masuk toilet tersebut sampai akhirnya pandangan dia tertuju akan 1 orang. yaitu Veana.
" Ken....!!!! Ucap Vea sambil menutup mulutnya dan mata berkaca kaca
" Yah Ini aku. ada hal yang mau aku tanyakan kepadamu, kenapa waktu itu kau mengkhianatiku dan pergi meninggalkanku??? ucap Ken
Vea terdiam dengan pertanyaan Ken tersebut.
" Bukannya kau sudah tau jawabannya. ucap Vea
" Aku ingin mendengar langsung dari bibirmu bukan dari orang lain. ucap Ken
"Itu sudah lama sekali berlalu Ken, sudah 5 tahun yang lalu. apa kamu masih belum bisa melupakanku? Vea tersenyum smirk
" Aku hanya ingin menanyakan alasan kamu dan itu dari bibirmu langsung. ucap Ken menahan emosi
" hahahaha. aku rasa kau memang belum bisa move on dariku honey. kau terlalu polos sehingga hal seperti itupun kau harus mendengar dari mulutku. kau sangat lucu Honey ucap Vea
Ken sangat emosi mendengar jawaban Vea sehingga tiba tiba