My Childhood Love

My Childhood Love
tampan



Pancaran mata yang menghunus reno melangkah seribu mendekati oca dan temannya tanpa aba aba tangannya di tarik oleh seseorang dwngan langkah cepat reno terus menggenggamntangan oca hingga mereka berada jauh dari teman masing masing.


Reno menarik oca dan mendorongnya ketembok oca ingin kabur karena merasa takut dengan wajah yang di tampilkan reno namun tangan rena langsung menghadang pergerakan oca wajahnya dia dekatkan kearah oca hingga jarak mereka sangat dekat.


Detik itu oca terposana dengan tatapan reno.


''Ya ampun jantung gue rasanya mau copot,kenapa dia ganteng banget sih.ingat oca dia tidak menyukaimu dia hanya menganggapmu adik tidak lebih jangan terpengaruh dengan ketampanannya''sambil menggeleng kepala oca membatin itupun tidak luput dari penglihatan reno marena jarak yang dekat.


Reno mengernyit dengan apa yang dia lihat .


Kemudian menyentil dahi oca karena terlihat gemas menurutnya.


Pletak ,,,,


''Aaawww sakit'' cicitnya dengan bibirnya yang mengerucut


''Kenapa bibirmu begitu Mau aku cium di sini?.''


''Tidak bang,,,.''gelengnya pipinya merona malu dengan ucapan frontal reno.


Oca mendorong reno kebelakang namun tidak bisa karena tenaga reno lebih besar dari oca.


''Bang jangan deket deket.''


''Kenapa?apa kamu deg deg an dekat abang.''


''Tidak ''sangkal oca berusaha untuk menetralkan jantungnya sedari tadi.


''Mulutmu berbohong tapi tidak dengan jantungmu ini.''ucap reno yang tangannya telunjuknya hampir menyentuh area dada oca.


''Abang jangan mulai mesum deh ,,, kita ini bukan berpacaran ngapain juga jantungku dag dig dug seperti yang abang bilang kita ini hanya abang dan adek gak lebih ayo mundur abang terlalu dekat aku merasa sesak nih,,,.''rengek oca.


Namun tidak.dengan reno kemarahan yang tadi sudah dia redam kembali mencuat setelah mendengar apa yang dikatakan oca.


Reno ingin hubungannya dengam oca bukan sekedar adek abang tapi lebih dari itu.


''Siapa temanmu itu?berani sekali dia?''


Oca bingung apa yang di maksud reno namun sedetik kemudian oca ingat dan oca merasa seperti istri yang ketahuan berselingkuh ,namun oca berusaha tenang.


''Temen bang.''


''Hanya teman tapi kenapa dia memberikan bunga padamu?.''


''Em,,, itu dia mengungkapkan perasaannya padaku .''lirih oca yang masih di dengar reno.


''Lalu,,,,kamu menerimanya ?''amarah reno semakin menjadi.


''Aku belum jawab karena abang malah narik tangan aku kan .''


''Syukurlah,,.'


''Hah,,, maksud abang?.''


''Tidak ada apa ayo aku anter pulang sekarang.''


''Tapi,,, teman temanku gimana?.''


''Biarkan saja kamu tinggal nelpon kan bisa.''


''Mau aku cium disini atau kita pulang bareng?.''reno menurun naikkan alis menggoda oca.


Oca menelan ludah kasar dan pipinya merona.


''Baiklah.''ucap oca.


''Dasar mesum,,,,kenapa juga aku mau ajah di ajak pulang bareng.''


''Jangan menggerutuku kalau tidak akan benar terjadi .''


''Huh,,, siapa juga yang menggerutu.''


Reno menggenggam tangan oca erat dan membawanya pergi dari mall itu.


.


.


.


.


Sedangkan di sisi lain


Teman2 oca menunggu oca kembali namun sudah hampir 15 menit batang hidung oca belum muncul juga.


''Di bawa kemana nih anak kok lama banget ''


''Hm,,, udah 15 menit mana sih oca.''


Suara notifikasi hp


''Aku sudah pulang sama bang reno.''satu pesan yang di baca riska.


''Kalian pulang saja gak usah nungguin aku.''baca lagi pesan kedua.


''Wah ,,, bener bener nih anak lupa ama kita .''


''Udah yuk pulang oca udah di anter sama ayang bebnya.''lantang risaka .


Kemudian mereka pulang ..


Hampir sama beni dan ahky juga sedang menunggu reno namun yang di tunggu tidak.tadang juga .reno bahkan mungkin lupa kalau tadi dia bersama sahabatnya.


''Kebiasaan tuh anak kalau udah gini kita pulang ajah .''ucap beni.


''Yah seperti katamu mungkin mereka sekarang lagi lencan.''timpal ahky.


Mereka pun akhirnya pulang juga dari pada harus menunggu lebih lama lagi.


Bersambung,,,,


Terimakasih yang udah baca.


Terimakasih dukungannya .