My Childhood Love

My Childhood Love
gadis bar-bar



selamat membaca 😊


Sepulang sekolah oca menunggu reno di dekat pintu gerbang di temani teman-temannya sambil bercanda.


''Ca gue penasaran deh dari kapan lo suka sama abang lo itu?''tanya juni penasaran.


''Dari gue kecil lah ,kan gue pernah bilang ke kalian ''ucapnya sambil tersenyum manis karena hari ini oca sangat senang.


''Iya kan penasaran gitu kenapa bisa lo cinta mati tuh sama abang reno''


''Gue suka sama dia tuh waktu kecil dia pernah nolongin gue dulu, gue centil banget dulu ngejar dia kemana-mana sama sahabat gue padahal nih ya dia tuh cuek bebek kecuali sama sahabatku ''


''Gue pikir cinta gue bertepuk sebelah tangan karena abang reno udah anggap gue adeknya apalagi pesan sahabat gue buat jagain gue kita semakin dekat''


''Gue udah berusaha tuh buat ngejauh dari dia tapi dia datang dengan alasan ini pesan sahabat gue''


''Makanya kemarin gue minta bantuin kalian biar tahu gitu perasaan sebenarnya bang reno sama gue''ucap oca panjang kali lebar melebihi lebar kali malang.


''Kasian banget yak hidup lo dari kecil cinta baru di bales sekarang''ucap juni mendramatisir keadaan.


''Woy... bukannya gak cinta tuh !abang reno saja masih belum sadar, buktinya kemarin kalian lihat sendirikan kecemburuannya kayak apa!''timpal siska dan yang lain mengingat hal kemarin langsung bergidik ngeri.


''Menakutkan''ucap mereka berbarengan.


Mereka semua tertawa terbahak-bahak dengan apa yang mereka bahas tanpa perduli dengan tatapan murid yang baru lewat .


Sebuah motor sport berhenti tepat di depan gerbang sekolah ,menjadi pusat perhatian para murid perempuan yang sedang berlalu lalang keluar sekolah.


''Tuh.. calon pacar sudah datang ''ucap siska.


''Belum juga buka helm udah jadi sorotan bagaimana kalau di buka tuh helm,bisa pada pinsan tuh !''ledek juni pada oca.


''Haish..kalian ini ada saja ,sudah gue pulang dulu dan makasih udah di temenin''ucap oca berdiri dari duduknya dan meninggalkan teman-temannya berpamitan.


''Asik bener ya yang punya gebetan ...kemana-mana ada yang anterin pulang sekolah pun ada yang jemput,lah gue kapan coba...''ucap siska melihat oca dan reno di depan gerbang mereka naik motor sport dan menjauh dari sekolah.


''Gimana mau punya gebetan,di pikiran lo makan mulu hihihi''timpal juni.


''Yang ada tekor tuh gebetan lo, secara makan lo kan kayak pasar rombeng''entah dari mana keluar perkataan itu dari mulut didi pria pendiam itu sekalinya bicara langsung menusuk kedalam hati.


''Ah lo bener juga ''ucap siska cengengesan sambil menggaruk kepalanya pelan dengan kebenaran temannya itu.


''gue pulang duluan ,perut gue sudah minta makan nih ''sambung siska dengan tidak tahu malunya mengelus perut datarnya seperti orang hamil saja.


''ck....baru juga di omongin langsung tuh perut bicara ''juni tertawa pelan setelah mengucapkannya dirinya beranjak berdiri menyusul siska dari belakang yang berjalan semakin cepat.


''haih..kenapa semua cewek itu ribet''ucap didi.


''tidak jika lo udah mengerti mereka ''saut redy pelan.


mereka berdua menyusul juni dan siska yang sudah berjalan dengan jarak sedikit jauh. Kemudian mereka pulang bersama meski berbeda tujuan.


Sedangkan di sisi lain ...


''Bang kita mau kemana?''tanya oca karena ini bukan jalan pulang biasanya.


Oca diam hingga reno melesatkan sepeda motornya membuat oca mengeratkan pegangannya karena sedikit takut .reno menarik tangan oca untuk memeluknya.


''Pegang yang erat abang mau ngebut biar cepat sampai dengan tujuan kita''oca menurut saja karena jantungnya sudah berdetak tak karuan antara takut juga senang bisa sedekat ini dengan orang yang dia cintai.


Reno berkendara hampir satu jam lamanya ,hingga tibalah dimana tempat tujuannya sekarang.


''Turun dek sudah sampai ''ucap reno namun tidak ada jawaban maupun pergerakan dari belakang malah sedikit suara nafas yang teratur terdengar di telinga reno.


''Ya Allah dia tidur?''pelan reno mencoba melihat dari kaca spion sepedanya.


''Benar gadis bar-bar tidak ada ketakutan sama sekali seperti tadi''pelan reno sambil tersenyum di balik helmnya .


Reno menunggu oca bangun hingga punggungnya merasa kebas karena di buat sandaran oleh oca,bukan kesempitan dalam kesempatan ya karena oca sendiri belum juga melepaskan pelukannya dari reno sejak tadi.


Reno menggelengkan kepalanya pelan niat hati ingin membuat kejutan malah gagal karena yang dia ajak tertidur , dirinya menyalakan kembali sepeda motornya dan bergerak pulang karena hari sudah semakin sore .


Tidak berapa lama kemudian reno sudah sampai di halaman rumah oca dia menghentikan motornya tepat di depan pintu rumah dengan pelan reno turun dari sepeda motornya menggunakan satu tangan sedangkan satu tangan lainnya menopang badan oca yang tertidur.


''Dasar masih belum bangun juga haish... benar-benar mengkhawatirkan''ucap reno pelan kemudian dirinya menggendong oca ala koala.


''bagaimana jika orang lain ,tidak bisa di biarkan''batin reno.


''aku harus berbicara dengannya tentang ini lain kali''gumannya pelan.


Reno membuka pintu dan menyapa bibi pelayan di rumah oca.


''Tuan ren...''ucapan sang bibi terhenti ketika reno memberi kode untuk diam melalui matanya.


Reno kemudian melangkahkan kakinya ke kamar oca dan membaringkannya pelan di atas kasur kemudian melepas tas dan juga sepatu yang dipakai oca setelah itu reno menyelimuti sampai batas dada lalu mencium kening oca pelan, semua itu tidak luput dari pengawasan sang bibi yang berada di dekat pintu yang sedikit terbuka,bibi tersenyum melihat itu kemudian pergi.


''Selamat tidur sayang ''bisiknya pelan.


Reno keluar dari kamar oca dan menutup pintu kamar itu pelan agar tidak mengganggu gadis bar-barnya tidur.


''Tuan mau minum apa ?biar bibi siapkan''tanya bibi.


''Tidak bi reno pulang saja ini sudah sangat sore nanti kemalaman sampai di rumah bisa di marahin sama ibu ''ucap reno pelan dengan nada yang sopan.


''Bi titip oca ya ..''ucap reno sambil melangkah pergi.


''Baik tuan''ucap bibi ''bibi akan menjaga non oca dengan baik tuan karena bibi sudah menganggapnya anak sendiri''batin bibi itu kemudian kembali kebelakang untuk mengerjakan sedikit yang tadi dia tinggal.


Reno melajukan sepedanya menyusuri jalanan yang sedikit ramai dengan kendaraan mungkin semua pada pulang bekerja .


Setelah sampai reno merebahkan dirinya di atas kasur tanpa mengganti bajunya kejutan yang dia siapkan sudah gagal total tapi besok dan seterusnya belum tentu juga gagal.


''Gadis bar-barku sangat menggemaskan ''gumannya pelan .


Reno beranjak berdiri dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu melaksanakan kewajibannya.


bersambung,,,,